Biaya Energi Melonjak, Perusahaan Singapura Tahan PHK dan Bekukan Rekrutmen

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Perusahaan-perusahaan di Singapura mulai menahan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah lonjakan biaya energi dan kekhawatiran kenaikan upah tenaga kerja. Pelaku usaha memilih langkah hati-hati sambil menunggu arah kebijakan pemerintah.

Survei Federasi Pengusaha Nasional Singapura pada 10–16 April menunjukkan 96% responden menghadapi kenaikan biaya operasional. Lebih dari separuh responden juga mengkhawatirkan kenaikan biaya tenaga kerja dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Lampu Kuning Fiskal RI: Utang Rp10.000 Triliun dan Beban Bunga Kian Membengkak

Tekanan biaya tidak hanya datang dari energi. Perusahaan juga merasakan efek domino dari kenaikan harga bahan baku, biaya logistik, dan pengelolaan persediaan. Kondisi ini membuat banyak pelaku usaha menahan ekspansi dan mengatur ulang strategi bisnis.

Meski ekonomi global masih bergejolak, mayoritas perusahaan memilih menunda perubahan besar pada tenaga kerja. Mereka berharap pemerintah tidak menambah kebijakan baru yang bisa memperbesar beban biaya.

Baca Juga :  Harga BBM 13 Mei 2026 Stabil, Pertalite Tetap Jadi yang Paling Murah di SPBU

Sejumlah perusahaan kini menjalankan langkah efisiensi. Mereka membekukan perekrutan, menunda ekspansi, dan merelokasi karyawan ke posisi lain. Beberapa perusahaan juga mengurangi jumlah pekerja melalui pengunduran diri alami, bukan PHK langsung.

Langkah ini menunjukkan perusahaan berusaha menjaga stabilitas operasional tanpa memicu gejolak tenaga kerja. Namun, jika tekanan biaya terus meningkat, pelaku usaha tidak menutup kemungkinan akan mengambil kebijakan yang lebih tegas ke depan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Tekanan APBD Berat, 39 Pemda Gagal Bayar Gaji PPPK, Pemerintah Siapkan Skema TKD
Bantuan Beras 10 Kg Disalurkan Lagi, Pemerintah Genjot Stabilitas Harga Jelang Musim Kemarau
Pertamax Tembus Rp 16.250 per Liter, Harga BBM 10 Juni 2026 Naik dan Ubah Pola Konsumsi Warga
Harga Emas Hari Ini 10 Juni 2026 di Pegadaian Stabil, Berapa Selisih Antam, UBS dan Galeri 24?
Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 10 Juni 2026, Kadar 24 Karat Cetak Rekor Rp2,45 Juta
Ekspor CPO Disatukan Mulai 2027, Pemerintah Terapkan Skema Satu Pintu Lewat PT DSI
Harga Sawit Tak Wajar, 300 Perusahaan Masuk Radar Hukum: Pemerintah Turun Tangan Lindungi Petani
Bengkulu Catat Tren Positif Pengangguran, BPS Apresiasi dan Siapkan Sensus Ekonomi Baru
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:57 WIB

Tekanan APBD Berat, 39 Pemda Gagal Bayar Gaji PPPK, Pemerintah Siapkan Skema TKD

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:00 WIB

Bantuan Beras 10 Kg Disalurkan Lagi, Pemerintah Genjot Stabilitas Harga Jelang Musim Kemarau

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:04 WIB

Harga Emas Hari Ini 10 Juni 2026 di Pegadaian Stabil, Berapa Selisih Antam, UBS dan Galeri 24?

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:10 WIB

Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 10 Juni 2026, Kadar 24 Karat Cetak Rekor Rp2,45 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:17 WIB

Ekspor CPO Disatukan Mulai 2027, Pemerintah Terapkan Skema Satu Pintu Lewat PT DSI

Berita Terbaru