Ekonomi China Ngebut 5% di Q1 2026, Ekspor Melejit Saat Konsumsi Melemah

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 17 April 2026 - 12:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Ekonomi China mencatat kinerja kuat pada kuartal I-2026. Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) mencapai 5% secara tahunan hingga Maret. Angka ini naik dari 4,5% pada kuartal sebelumnya dan melampaui proyeksi analis sebesar 4,8%.

Data dari Biro Statistik Nasional China menunjukkan ekspor menjadi motor utama pertumbuhan. Kinerja ekspor yang solid berhasil menutup lemahnya permintaan domestik.

Pemerintah China sebelumnya menetapkan target pertumbuhan 2026 di kisaran 4,5% hingga 5%. Target ini menjadi salah satu yang terendah sejak awal 1990-an. Analis menilai target tersebut mencerminkan tekanan pada konsumsi dalam negeri dan ketegangan dagang dengan Amerika Serikat.

Biro statistik menegaskan kondisi global semakin kompleks dan penuh gejolak. Mereka juga menyoroti ketimpangan antara pasokan yang kuat dan permintaan yang masih lemah.

Baca Juga :  Tekanan APBD Berat, 39 Pemda Gagal Bayar Gaji PPPK, Pemerintah Siapkan Skema TKD

Dari sisi investasi, realisasi investasi aset tetap di wilayah perkotaan naik 1,7% secara tahunan pada kuartal I. Namun angka ini berada di bawah ekspektasi pasar sebesar 1,9%. Sektor properti justru mengalami kontraksi hingga 11,2%.

Penjualan ritel pada Maret hanya tumbuh 1,7% secara tahunan. Angka ini melambat dari pertumbuhan 2,8% pada Februari dan berada di bawah proyeksi analis sebesar 2,3%.

Di sisi lain, sektor industri menunjukkan kinerja lebih baik. Produksi industri naik 5,7% pada Maret, melampaui ekspektasi sebesar 5,5%. Meski begitu, angka ini masih lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Februari yang mencapai 6,3%.

Tingkat pengangguran di perkotaan naik tipis menjadi 5,4% pada Maret dari 5,3% pada Februari. Kenaikan ini menandakan pasar tenaga kerja masih menghadapi tekanan.

Baca Juga :  Isu Pertalite Dibatasi Rp50 Ribu Ramai, Pertamina Tegaskan Tak Ada Aturan Baru

Sebagai importir minyak terbesar di dunia, China menghadapi risiko dari lonjakan harga energi global. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk konflik Iran, mendorong kenaikan biaya produksi dan menekan prospek perdagangan.

Meski begitu, ekspor China tetap melesat. Nilai ekspor tumbuh 14,7% secara tahunan dalam dolar AS pada kuartal I-2026. Laju ini menjadi yang tercepat sejak awal 2022, menurut Economist Intelligence Unit.

Kondisi ini menunjukkan ekonomi China masih bertahan di tengah tekanan global. Namun lemahnya konsumsi domestik dan risiko eksternal tetap menjadi tantangan utama ke depan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Mahyeldi Bidik Ekonomi Sumbar 7,3 Persen, Gerbang Barat Indonesia Jadi Andalan
Mahyeldi Ungkap Kekuatan Besar Sumatera di IMT-GT, Targetnya Bukan Sekadar Kerja Sama
Ekspor Kopi Robusta Bengkulu ke Italia Tembus 19,2 Ton, Pasar Eropa Mulai Terbuka
Dari Stan AOE 2026, Yulian Efi Pacu Produk Solok Selatan Buru Pasar Nasional
SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler
Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha
PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 16:37 WIB

Mahyeldi Bidik Ekonomi Sumbar 7,3 Persen, Gerbang Barat Indonesia Jadi Andalan

Jumat, 11 September 2026 - 20:59 WIB

Mahyeldi Ungkap Kekuatan Besar Sumatera di IMT-GT, Targetnya Bukan Sekadar Kerja Sama

Selasa, 8 September 2026 - 08:00 WIB

Ekspor Kopi Robusta Bengkulu ke Italia Tembus 19,2 Ton, Pasar Eropa Mulai Terbuka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Dari Stan AOE 2026, Yulian Efi Pacu Produk Solok Selatan Buru Pasar Nasional

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler

Berita Terbaru