JAKARTA – Pabrikan otomotif asal China, Geely, mulai menghidupkan kembali nama besar Volga, mobil legendaris dari era Uni Soviet. Langkah ini menandai kebangkitan salah satu simbol otomotif Rusia yang sempat tenggelam setelah runtuhnya Uni Soviet.
Sejak dulu, Volga dikenal luas sebagai mobil pejabat pemerintah dan kendaraan operasional lembaga negara. Pabrikan GAZ mengembangkan mobil ini dengan fokus pada daya tahan dan kenyamanan. Tak hanya itu, masyarakat juga banyak menggunakan Volga sebagai taksi di berbagai kota besar.
Namun, kejayaan Volga mulai memudar setelah perubahan besar di Rusia pada awal 1990-an. Produksi terus menurun hingga akhirnya berhenti total pada 2010. Model terakhir, GAZ Volga Siber, menggunakan basis Chrysler Sebring lewat kerja sama lisensi. Saat itu, pabrikan menargetkan produksi 40 ribu unit, tetapi krisis ekonomi global 2009 memangkas angka tersebut menjadi sekitar 9 ribu unit saja.
Kini, Geely mengambil pendekatan baru untuk menghidupkan kembali Volga. Alih-alih mengembangkan dari nol, Geely memanfaatkan platform dan teknologi yang sudah ada untuk mempercepat proses produksi.
Sejauh ini, Volga memperkenalkan dua model anyar, yakni K50 dan C50. Dalam waktu dekat, merek ini juga menyiapkan beberapa model tambahan seperti C40, K30, dan K40 guna memperluas lini produknya.
Menariknya, proses produksi akan berlangsung di fasilitas milik Volkswagen. Strategi ini memungkinkan Geely menekan biaya sekaligus mempercepat distribusi ke pasar.
Kembalinya Volga menegaskan ambisi Geely untuk memperkuat pengaruh di pasar otomotif global, sekaligus menghidupkan kembali ikon klasik Rusia dengan sentuhan teknologi modern.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









