JAKARTA – Pemerintah Rusia mempercepat pengembangan aplikasi pesan domestik bernama Max. Mereka menjadikan kesuksesan ekosistem digital China sebagai acuan utama, khususnya WeChat dan Douyin.
CEO VK, Vladimir Kiriyenko, menegaskan bahwa timnya mengadopsi model super app yang menggabungkan banyak layanan dalam satu platform. Ia menyebut pendekatan ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi digital.
“Kami melihat model Asia seperti WeChat berhasil karena sistem terbuka dan kolaboratif,” kata Kiriyenko dalam konferensi di Moskow, dikutip Reuters.
Pemerintah Rusia juga mendorong warga beralih ke Max dan meninggalkan Telegram. Namun, pengguna masih ragu karena fitur Max belum mampu menyaingi pesaingnya.
Telegram sendiri sudah berkembang jauh. Platform ini tidak hanya menyediakan layanan pesan, tetapi juga mendukung bisnis, monetisasi kreator, hingga transaksi kripto.
VK kini berupaya mengejar ketertinggalan tersebut. Mereka membuka platform Max bagi pengembang pihak ketiga untuk menghadirkan chatbot dan layanan baru. Saat ini, sekitar 500 ribu perusahaan sudah bergabung di dalam ekosistem Max.
Selain itu, VK juga mempelajari strategi Douyin dalam membangun e-commerce berbasis video pendek. Model ini memungkinkan pengguna langsung berbelanja saat mengonsumsi konten.
Kiriyenko menilai pola ini sangat efektif. Kreator bisa mempromosikan produk di bidang kecantikan, kesehatan, hingga fesyen, lalu menghubungkannya langsung ke transaksi.
Langkah agresif ini sejalan dengan ambisi Kremlin untuk membangun “ekonomi platform” terintegrasi. Pemerintah ingin menggabungkan layanan komunikasi, perdagangan, dan keuangan dalam satu aplikasi.
Di bawah kepemimpinan Kiriyenko sejak 2021, VK terus mempercepat pengembangan Max. Rusia menargetkan aplikasi ini mampu menjadi alternatif kuat sekaligus mengurangi ketergantungan pada platform asing.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora








