JAKARTA – Krisis energi melanda Prancis. Sekitar 18% stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) kehabisan setidaknya satu jenis bahan bakar hingga Selasa (7/4/2026).
Kebijakan pembatasan harga memicu lonjakan permintaan. Sementara itu, pasokan minyak global terganggu dan tidak mampu memenuhi kebutuhan.
Menteri Energi Prancis, Maud Bregeon, menyebut kondisi terparah terjadi pada jaringan SPBU milik raksasa energi TotalEnergies.
Harga Rendah Dorong Lonjakan Permintaan
TotalEnergies menetapkan harga bensin sebesar 1,99 euro per liter sepanjang April. Kebijakan ini bertujuan menekan harga di tengah kondisi pasar.
Namun, kebijakan tersebut mendorong lonjakan permintaan secara tajam. Stok BBM cepat menipis di berbagai wilayah.
Untuk diesel, TotalEnergies menaikkan harga menjadi 2,25 euro per liter. Perusahaan menyesuaikan harga dengan kondisi pasar yang terus naik.
Antrean Panjang di Berbagai Wilayah
Lonjakan permintaan memicu antrean panjang di sejumlah SPBU. Kondisi ini memperberat distribusi bahan bakar di banyak wilayah.
TotalEnergies menyatakan lalu lintas di jaringan mereka meningkat sejak pertengahan Maret. Peningkatan ini menekan pasokan lokal, terutama untuk diesel.
Krisis Energi Terus Menguat
Krisis BBM menambah tekanan pada sektor energi Prancis. Pemerintah terus memantau pasokan dan berupaya menjaga stabilitas distribusi.
Situasi ini menunjukkan dampak kebijakan harga terhadap keseimbangan antara permintaan dan pasokan energi.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









