Prabowo Bongkar Masalah 750 BUMN, Perusahaan Dinilai Hanya Habiskan Biaya Tanpa Cuan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 29 Juni 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah menyiapkan perubahan besar pada struktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Presiden Prabowo Subianto mengungkap rencana mengurangi jumlah perusahaan negara yang dianggap belum mampu memberi hasil maksimal bagi perekonomian.

Langkah tersebut muncul setelah pemerintah melihat kondisi sejumlah BUMN yang masih menghadapi persoalan kinerja. Menurut Prabowo, sebagian perusahaan belum menciptakan keuntungan yang sepadan dengan biaya operasional yang harus negara keluarkan.

Karena itu, pemerintah ingin membangun sistem BUMN yang lebih sederhana, sehat, dan produktif. Melalui penataan ini, perusahaan negara diharapkan mampu menjalankan fungsi bisnis sekaligus memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat.

Prabowo Soroti Banyaknya Biaya Operasional BUMN

Prabowo menyampaikan rencana tersebut saat menghadiri penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (28/6/2026).

Dalam kesempatan itu, ia menyebut pemerintah akan memangkas sekitar 750 BUMN yang tidak menghasilkan keuntungan. Ia menilai sejumlah perusahaan hanya menghabiskan anggaran untuk membayar struktur organisasi tanpa memberi dampak ekonomi yang kuat.

“Bayangkan, lebih dari 750 kita tutup, 750 dirut, 750 direksi, kali empat atau kali lima, 750 komisaris kali sepuluh. Overhead-nya kayak apa, gajinya kayak apa saudara-saudara. Ini uang rakyat semua, perusahaan tidak untung hanya bayar overhead,” ujar Prabowo.

Baca Juga :  Harga Bahan Baku Naik 100%, Industri Popok Terancam PHK Massal

Menurutnya, pemerintah perlu mengambil keputusan tegas agar pengelolaan aset negara berjalan lebih efektif. Selain itu, langkah tersebut juga bertujuan mengurangi pemborosan biaya yang tidak mendukung pertumbuhan perusahaan.

Pemerintah Kejar Struktur BUMN yang Lebih Ringkas

Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah telah menutup lebih dari 200 BUMN dalam proses awal penataan. Selanjutnya, pemerintah akan terus melakukan evaluasi terhadap perusahaan negara yang masih berjalan.

“Dari seribu lebih BUMN sekarang kita sudah tutup lebih dari 200, lebih dari 200. Nantinya kita akan bikin tinggal 300 lah ya. Bagaimana Pak Oskar Doni? Ujungnya kita bisa berapa BUMN? Ujungnya nanti 250,” terangnya.

Dengan jumlah perusahaan yang lebih sedikit, pemerintah berharap setiap BUMN memiliki arah bisnis yang lebih jelas. Selain itu, pengawasan juga akan berjalan lebih mudah karena struktur perusahaan menjadi lebih sederhana.

Target Efisiensi Dalam Dua Tahun

Pemerintah menargetkan proses penataan BUMN selesai dalam tahun ini. Setelah itu, pemerintah ingin melihat perubahan besar dalam kinerja perusahaan negara dalam dua tahun mendatang.

Prabowo meminta seluruh pihak mempercepat pembenahan agar BUMN mampu bergerak lebih cepat menghadapi tantangan ekonomi. Ia juga mendorong perusahaan negara meningkatkan transparansi dalam menjalankan bisnis.

Di sisi lain, pemerintah tetap mempertahankan BUMN yang memiliki peran strategis. Perusahaan yang memiliki kontribusi besar terhadap ekonomi nasional akan terus mendapat dukungan.

Baca Juga :  Kurs Dolar AS Hari Ini Sentuh Rp17.405, Rupiah Masih Sulit Bangkit

BUMN Didorong Fokus Pada Fungsi Ekonomi

Penataan ini tidak hanya bertujuan mengurangi jumlah perusahaan. Pemerintah juga ingin memastikan setiap BUMN memiliki fungsi yang jelas dan mampu menghasilkan manfaat nyata.

Selama ini, sebagian perusahaan negara menghadapi tantangan karena model bisnis yang kurang kuat. Oleh sebab itu, pemerintah memilih melakukan evaluasi agar sumber daya negara dapat digunakan secara lebih tepat.

Dengan reformasi tersebut, pemerintah berharap BUMN dapat menjadi motor penggerak ekonomi. Selain mencari keuntungan, perusahaan negara juga harus membantu meningkatkan pelayanan publik dan pembangunan nasional.

FAQ

1. Mengapa Prabowo ingin memangkas jumlah BUMN?

Prabowo menilai sebagian perusahaan negara belum menghasilkan keuntungan yang sesuai dengan biaya operasionalnya.

2. Berapa jumlah BUMN yang akan tersisa?

Pemerintah menargetkan jumlah BUMN turun hingga sekitar 250 perusahaan.

3. Apakah semua BUMN akan ditutup?

Tidak. Pemerintah hanya melakukan evaluasi terhadap perusahaan yang dianggap tidak efektif.

4. Apa tujuan utama penataan BUMN?

Pemerintah ingin menciptakan perusahaan negara yang lebih efisien, transparan, dan memberi manfaat ekonomi.

5. Kapan proses penataan BUMN selesai?

Prabowo meminta proses tersebut selesai dalam tahun ini agar perubahan bisa berjalan lebih cepat.(Tim)

Berita Terkait

SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler
Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha
PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri
Bupati Annisa Bongkar Beban Fiskal Dharmasraya, Tambahan TKD 2027 Jadi Harapan
Ojol Bisa Punya Motor Listrik Tanpa DP, Bunga Cicilan Ikut Dipangkas Prabowo
Sawit Tua Mulai Ditebang, Harapan Baru Petani Dharmasraya Tumbuh dari PSR Tahap III
Industri Alas Kaki Indonesia Melaju 11,3 Persen, Ekspansi Besar Menanti di Semester II 2026
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:58 WIB

PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 06:58 WIB

Bupati Annisa Bongkar Beban Fiskal Dharmasraya, Tambahan TKD 2027 Jadi Harapan

Berita Terbaru