JAKARTA – Persaingan ketat di kompetisi BRI Super League musim 2025/2026 akhirnya mencapai garis finis dengan drama besar di papan atas dan bawah klasemen. Persib Bandung berhasil mengunci gelar juara, sementara Persis Solo harus menerima kenyataan pahit turun kasta setelah gagal keluar dari zona degradasi pada laga terakhir musim ini.
Persib Bandung Pastikan Gelar Lewat Konsistensi
Persib Bandung menutup musim dengan performa stabil hingga pekan terakhir. Mereka mengamankan gelar juara setelah menahan imbang Persijap Jepara dengan skor 0-0 di Stadion GBLA.
Hasil tersebut cukup untuk membawa Maung Bandung mengoleksi 79 poin. Meski tidak mencetak gol di laga pamungkas, Persib tetap unggul berkat konsistensi sepanjang musim dan rekor head-to-head yang menguntungkan.
Di sisi lain, Borneo FC sebenarnya memiliki poin yang sama. Namun, mereka gagal menyalip karena kalah dalam rekor pertemuan langsung dengan Persib. Situasi ini membuat Borneo harus puas menutup musim sebagai runner-up meski tampil produktif, termasuk kemenangan besar di laga terakhir.
Persija dan Persebaya Amankan Posisi Lima Besar
Persaingan papan atas juga menghadirkan nama Persija Jakarta yang finis di posisi ketiga dengan 68 poin. Macan Kemayoran menutup musim dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Semen Padang.
Sementara itu, Persebaya Surabaya menempati posisi keempat setelah meraih kemenangan besar 5-0 atas Persik Kediri. Hasil tersebut memperkuat dominasi mereka di papan tengah atas dan menunjukkan stabilitas performa sepanjang musim.
Drama Degradasi: Persis Solo Turun Kasta
Bagian paling dramatis terjadi di zona degradasi. Persis Solo sebenarnya masih mencoba bertahan setelah menang 3-1 atas Persita Tangerang pada laga terakhir.
Namun, harapan itu sirna setelah hasil pertandingan lain tidak berpihak kepada mereka. Madura United justru meraih kemenangan penting 2-0 atas PSM Makassar dan keluar dari zona merah.
Akibatnya, Persis mengakhiri musim di peringkat ke-16 dengan 34 poin. Mereka menyamai poin PSM, tetapi kalah head-to-head sehingga tidak bisa menyelamatkan diri.
Selain Persis, dua tim lain juga harus turun kasta lebih dulu, yaitu PSBS Biak dan Semen Padang. Ketiganya gagal mengamankan poin yang cukup untuk bertahan di kompetisi tertinggi.
Analisis Singkat Performa Musim Ini
Musim 2025/2026 memperlihatkan ketatnya persaingan di semua lini. Persib berhasil menjaga momentum dan mental juara hingga akhir. Mereka menggabungkan pertahanan solid dan efisiensi serangan di momen krusial.
Borneo FC tampil agresif, tetapi inkonsistensi di beberapa laga besar membuat mereka kehilangan peluang juara. Sementara itu, Persija dan Persebaya menunjukkan peningkatan kualitas permainan yang stabil sepanjang musim.
Di sisi lain, tim-tim zona bawah gagal menjaga konsistensi. Persis Solo menjadi contoh paling jelas bagaimana hasil satu pertandingan tidak cukup untuk menyelamatkan musim panjang yang penuh tekanan.
Dampak Hasil Akhir Klasemen
Hasil akhir musim ini memberi dampak besar bagi banyak klub. Persib Bandung mendapatkan momentum besar untuk mempertahankan dominasi di musim berikutnya. Mereka juga memperkuat posisi sebagai salah satu klub paling stabil di Indonesia.
Sebaliknya, Persis Solo harus melakukan evaluasi menyeluruh. Turun kasta membuka tantangan besar terkait finansial, regenerasi pemain, dan manajemen klub.
FAQ
1. Siapa juara BRI Super League 2025/2026?
Persib Bandung keluar sebagai juara setelah mengumpulkan poin tertinggi di akhir musim.
2. Siapa saja yang terdegradasi musim ini?
Persis Solo, PSBS Biak, dan Semen Padang harus turun kasta dari kompetisi utama.
3. Mengapa Persis Solo gagal bertahan?
Persis kalah head-to-head dari PSM Makassar meski memiliki poin yang sama, sehingga tidak aman dari degradasi.
4. Siapa runner-up musim ini?
Borneo FC finis di posisi kedua dengan poin sama seperti Persib tetapi kalah head-to-head.
5. Klub mana yang tampil paling stabil selain Persib?
Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya menunjukkan performa konsisten dan finis di lima besar.
Penulis : Al Amsori
Editor : Ichwan Diaspora









