JAKARTA – JAKARTA – Pelantikan pejabat Kejaksaan Agung memasuki babak baru setelah Jaksa Agung ST Burhanuddin melantik lima pejabat tinggi pada Jumat (24/7/2026). Langkah ini memperkuat struktur kepemimpinan sekaligus meningkatkan efektivitas penegakan hukum di berbagai bidang.
Asep Nana Mulyana kini mengemban tugas sebagai Wakil Jaksa Agung. Sementara itu, Kuntadi memimpin Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Selain keduanya, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengisi jabatan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum), Harli Siregar memimpin Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat), sedangkan Patris Yusrian Jaya mengemban amanah sebagai Kepala Badan Pemulihan Aset (BPA).
Melalui susunan pimpinan baru tersebut, Kejaksaan Agung ingin memperkuat koordinasi antar satuan kerja, meningkatkan efektivitas penegakan hukum, serta menjawab tantangan hukum yang terus berkembang di tengah masyarakat.
Asep Nana: Pelantikan Menjadi Awal Tanggung Jawab Baru
Usai prosesi pelantikan, Asep Nana Mulyana menegaskan bahwa seluruh pejabat segera menjalankan amanah sesuai arahan Jaksa Agung. Menurutnya, setiap pimpinan harus bergerak cepat agar seluruh program dan kebijakan berjalan selaras.
“Baru saja kami dilantik oleh Pak Jaksa Agung. Saya sendiri selaku Wakil Jaksa Agung, Pak Kuntadi menjabat Jampidsus, kemudian Pak Leo Jampidum, Pak Harli Kaba Diklat, dan Pak Patris selaku Kepala BPA,” ujar Asep saat konferensi pers di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat.
Selain itu, Asep menilai pelantikan bukan sekadar pergantian jabatan. Sebaliknya, momentum tersebut menjadi awal tanggung jawab yang lebih besar dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Kejaksaan.
Jaksa Agung Dorong Sinergi Lintas Bidang
Lebih lanjut, Asep mengungkapkan bahwa Jaksa Agung memberikan arahan agar seluruh bidang memperkuat koordinasi dan sinergi. Menurutnya, kolaborasi antar satuan kerja menjadi kunci untuk menghadapi tantangan penegakan hukum yang semakin kompleks.
“Kami diminta oleh beliau untuk terus melakukan sinergisitas, koordinasi antar lintas bidang, termasuk di internal kami yang mungkin perlu kita lakukan untuk pelaksanaan tugas-tugas ke depan,” katanya.
Karena itu, setiap unit kerja perlu membangun komunikasi yang lebih intensif. Dengan cara tersebut, Kejaksaan Agung dapat mempercepat penyelesaian perkara sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kejagung Siap Hadapi Tantangan Penegakan Hukum
Di sisi lain, Asep mengakui bahwa dinamika masyarakat terus berkembang. Kondisi tersebut membuat tuntutan terhadap aparat penegak hukum semakin tinggi dari waktu ke waktu.
Oleh sebab itu, Kejaksaan Agung akan menjalankan penegakan hukum secara tegas tanpa mengabaikan pendekatan yang humanis. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kepastian hukum sekaligus memenuhi rasa keadilan masyarakat.
“Kami juga tentu mohon dukungan, mohon kemudian support dan doa teman-teman media dan masyarakat terhadap tugas-tugas ke depan yang hemat kami semakin berat dengan tuntutan dinamika masyarakat yang sedemikian kuat,” ucapnya.
Selain meminta dukungan masyarakat, Asep juga mengajak insan media terus mengawal proses penegakan hukum secara objektif sehingga kepercayaan publik terhadap Kejaksaan Agung semakin meningkat.
Lima Pejabat Tinggi Resmi Mengemban Jabatan Baru
Berdasarkan Keputusan Presiden, Jaksa Agung melantik lima pejabat tinggi Kejaksaan Agung, yaitu:
1. Asep Nana Mulyana sebagai Wakil Jaksa Agung.
2. Kuntadi sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).
3. Leonard Eben Ezer Simanjuntak sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum).
4. Harli Siregar sebagai Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Agung.
5. Patris Yusrian Jaya sebagai Kepala Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung.
Dengan formasi tersebut, Kejaksaan Agung menargetkan koordinasi internal yang lebih kuat, penanganan perkara yang semakin efektif, serta pelayanan hukum yang semakin profesional.
FAQ
Siapa Wakil Jaksa Agung yang baru?
Asep Nana Mulyana kini menjabat sebagai Wakil Jaksa Agung setelah mengikuti pelantikan pada 24 Juli 2026.
Siapa yang memimpin Jampidsus?
Kuntadi kini memimpin Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).
Apa arahan utama Jaksa Agung kepada pejabat baru?
Jaksa Agung meminta seluruh pimpinan memperkuat sinergi, koordinasi lintas bidang, dan kolaborasi internal agar penegakan hukum berjalan lebih efektif.
Siapa saja pejabat lain yang ikut menjabat?
Leonard Eben Ezer Simanjuntak memimpin Jampidum, Harli Siregar memimpin Badiklat, sedangkan Patris Yusrian Jaya memimpin Badan Pemulihan Aset.
Apa komitmen Kejaksaan Agung setelah pelantikan ini?
Kejaksaan Agung berkomitmen meningkatkan efektivitas penegakan hukum, memperkuat koordinasi internal, serta memberikan pelayanan hukum yang tegas, profesional, dan humanis.(Tim)









