MANADO – Michaela Elsiana Paruntu (MEP) memimpin Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut) masa bakti 2026-2031. Peserta Musyawarah Daerah (Musda) XI menetapkan MEP secara aklamasi di Grand Kawanua Hotel, Sabtu (11/4/2026).
Dukungan solid kader mengantarkan MEP ke kursi ketua tanpa perlawanan. Konsolidasi internal sudah menguat sejak sebelum Musda berlangsung.
Kini, perhatian kader dan publik beralih ke posisi strategis lain, yakni sekretaris DPD I Golkar Sulut. Posisi ini diprediksi menjadi arena pertarungan paling sengit.
Direktur Barometer Suara Indonesia, Baso Affandi, menilai perebutan kursi sekretaris akan berlangsung ketat. Ia menyebut jabatan tersebut kerap menjadi ruang kompromi politik di tubuh Golkar.
“Kalau ketua sudah mengarah ke aklamasi, pertarungan sesungguhnya terjadi di posisi sekretaris,” ujar Baso, Minggu (12/4/2026).
Baso menegaskan, calon sekretaris harus memiliki kemampuan komunikasi kuat. Figur itu juga harus mampu merangkul kepentingan internal serta menjaga keseimbangan representasi wilayah.
Ia menyebut tiga nama dari Bolaang Mongondow Raya yang berpeluang mengisi posisi tersebut, yakni Aditya Anugrah Moha, Razky Mokodompit, dan Zulhan Manggabarani.
Ketiganya kini masuk radar tim formatur. Mereka akan bersaing untuk mendampingi MEP dalam menggerakkan roda organisasi Golkar Sulut ke depan.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora








