JAKARTA – Gen Z dan milenial muda kini mendominasi pasar kripto di Indonesia. Kelompok ini menguasai lebih dari 60% aktivitas pengguna di berbagai platform aset digital.
Laporan Indonesia Crypto & Web3 Industry Report 2025 mencatat 93% responden sudah mengenal aset kripto. Lebih dari separuhnya berasal dari Gen Z yang aktif membahas kripto di media sosial, komunitas, hingga percakapan harian.
Fenomena ini menunjukkan generasi muda menjadi motor utama pertumbuhan ekosistem kripto di Indonesia.
Business Development & Research Lead Tokocrypto, Indriana, menyebut Gen Z punya karakter berbeda dari generasi sebelumnya. Mereka lebih cepat mengambil keputusan dan berani menghadapi risiko.
“Gen Z lebih aktif dan punya risk appetite lebih tinggi. Mereka cepat merespons peluang saat tren pasar muncul,” ujar Indriana, Jumat (17/4/2026).
Namun ia juga menilai literasi mereka terus membaik. Banyak investor muda mulai melakukan diversifikasi aset dan mengelola portofolio secara lebih terarah.
Data internal Tokocrypto menunjukkan investor usia 18–24 tahun mencapai 26,9%. Sementara kelompok usia 25–30 tahun mencapai 35,1%.
Total keduanya menembus lebih dari 60% pengguna platform. Gen Z juga mendominasi transaksi harian di platform tersebut.
Mayoritas investor muda melakukan deposit di kisaran Rp100.000 hingga Rp500.000. Pola ini menunjukkan investasi rutin dengan nominal kecil namun konsisten.
Gen Z juga mendominasi pengguna baru atau first trader. Mereka banyak mengandalkan media sosial, komunitas online, dan influencer untuk mengambil keputusan investasi.
Platform kripto kini juga mendorong strategi investasi disiplin lewat fitur seperti Dollar Cost Averaging (DCA), staking, dan convert. Fitur ini membantu pengguna mengurangi keputusan spekulatif.
Tren serupa juga terjadi secara global. Studi Protocol Theory mencatat Gen Z di Amerika Serikat lebih percaya pada kripto dibandingkan institusi keuangan tradisional.
Sebanyak 22% Gen Z menilai kripto lebih aman untuk menyimpan aset. Angka ini jauh di atas Gen X sebesar 13% dan baby boomers hanya 5%.
Perbedaan pandangan ini muncul karena Gen Z menuntut kontrol lebih besar, transparansi tinggi, dan akses cepat ke aset digital.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









