Eksodus Selandia Baru: 70.000 Warga Pindah ke Australia

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 15 Februari 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta – Lebih dari 70.000 warga Selandia Baru meninggalkan negaranya dalam setahun terakhir. Jumlah ini mencapai sekitar 1,4% dari total populasi sekitar 5,1 juta jiwa. Angka tersebut memicu kekhawatiran karena menjadi yang tertinggi dalam beberapa dekade.

 

Australia Jadi Tujuan Favorit

 

Warga Selandia Baru memilih Australia karena negara itu menawarkan peluang kerja lebih banyak dan upah lebih tinggi. Koneksi sosial yang kuat juga menarik banyak orang. Saat ini, lebih dari 700.000 warga Selandia Baru tinggal di Australia.

 

Tren Migrasi yang Berbeda

 

Dulu, kaum muda meninggalkan negara untuk mencoba peruntungan sementara. Kini, banyak pekerja berpengalaman juga pergi dan sebagian besar tidak berniat kembali. Para ahli menilai tren ini menandai perubahan paradigma migrasi, bukan sekadar siklus sementara.

Baca Juga :  Bintang Arsenal U-21 Berdarah Indonesia Cetak Hattrick!

 

Data Eksodus Warga

 

Sebelum pandemi, Selandia Baru kehilangan sekitar 3.000 warga per tahun. Dalam 12 bulan hingga Oktober 2025, 71.000 orang meninggalkan negara itu. Hanya 26.000 orang kembali. Paul Spoonley, profesor emeritus Universitas Massey, menyatakan angka ini “mengkhawatirkan” karena arus keluar tidak menunjukkan tanda-tanda melambat.

 

Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

 

Warga meninggalkan Selandia Baru karena kondisi ekonomi melemah. Tingkat pengangguran mencapai 5,3%, pertumbuhan ekonomi stagnan di angka 1%, dan daya beli turun karena harga kebutuhan pokok dan perumahan naik. Faktor-faktor ini mendorong warga mencari upah dan peluang kerja di negara lain, terutama Australia.

Baca Juga :  Jambi Perluas Akses Internet dengan Satelit Merah Putih

 

Upah dan Peluang Kerja Lebih Menarik di Australia

 

Australia menawarkan pasar tenaga kerja dinamis dan upah lebih tinggi. Misalnya, gaji perawat di Australia mencapai A$85.000–90.000 per tahun, sehingga ribuan perawat pindah setiap tahun.

 

Sektor keamanan juga menarik tenaga kerja. Antara Januari 2023 dan April 2025, 212 polisi meninggalkan Selandia Baru untuk bekerja di Australia dengan gaji tinggi dan subsidi perumahan.

Sektor pertambangan dan konstruksi juga memikat tenaga kerja terampil. Pertumbuhan ekonomi Australia yang mencapai lebih dari 2% membuat permintaan tenaga kerja tetap tinggi.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Australia Gratiskan Transportasi Umum di Tengah Krisis BBM
Prancis Izinkan Solar di Bawah Standar, Antisipasi Krisis BBM Global
Iran Bebaskan Biaya Kapal Tanker Malaysia Lintasi Selat Hormuz
Rusia Setop Ekspor BBM, Harga Minyak Dunia Berpotensi Naik
Rusia Kirim Bantuan ke Iran, Perintah Presiden Vladimir Putin
Capai Kesepakatan dengan Iran, Kapal Tanker Thailand Kini Bisa Lintasi Selat Hormuz
The Fed Masih Rugi Rp331 Triliun, Perlahan Bangkit
Kapal Tanker Malaysia Bisa Lintasi Selat Hormuz, Anwar Ibrahim: Terima Kasih Iran
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 13:00 WIB

Australia Gratiskan Transportasi Umum di Tengah Krisis BBM

Rabu, 1 April 2026 - 19:00 WIB

Prancis Izinkan Solar di Bawah Standar, Antisipasi Krisis BBM Global

Rabu, 1 April 2026 - 18:30 WIB

Iran Bebaskan Biaya Kapal Tanker Malaysia Lintasi Selat Hormuz

Rabu, 1 April 2026 - 17:00 WIB

Rusia Setop Ekspor BBM, Harga Minyak Dunia Berpotensi Naik

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:00 WIB

Rusia Kirim Bantuan ke Iran, Perintah Presiden Vladimir Putin

Berita Terbaru

Oplus_0

Politik

Muscab PKB Kerinci, 5 Nama Calon Ketua Diajukan ke DPP

Kamis, 2 Apr 2026 - 14:20 WIB

Internasional

Australia Gratiskan Transportasi Umum di Tengah Krisis BBM

Kamis, 2 Apr 2026 - 13:00 WIB