JAKARTA – Ilmuwan China memperkenalkan teknologi baru yang mengubah cara dunia memandang batu bara. Mereka mengklaim mampu menghasilkan listrik dari batu bara dengan emisi karbon sangat rendah, bahkan mendekati nol. Temuan ini muncul dari tim peneliti yang dipimpin akademisi Xie Heping dari Chinese Academy of Engineering dan Universitas Shenzhen.
Teknologi ini langsung memicu perhatian karena batu bara selama ini identik dengan polusi tinggi dan emisi karbon besar.
Sel Bahan Bakar Jadi Kunci Teknologi Baru
Tim peneliti mengembangkan sistem bernama Direct Coal Fuel Cell (DCFC) atau sel bahan bakar batu bara langsung. Mereka juga menyebut versi lanjutannya sebagai Zero-Carbon DCFC (ZC-DCFC).
Berbeda dari pembangkit listrik tenaga batu bara konvensional yang membakar bahan bakar, sistem ini tidak melakukan pembakaran. Teknologi ini langsung mengubah energi kimia batu bara menjadi listrik melalui proses elektrokimia.
Metode ini membuat emisi karbon turun drastis karena sistem tidak menghasilkan proses pembakaran yang biasanya melepaskan CO₂ dalam jumlah besar.
Efisiensi Lebih Tinggi Dibanding Pembangkit Konvensional
Peneliti membandingkan teknologi baru ini dengan sistem pembangkit batu bara modern seperti Integrated Gasification Combined Cycle (IGCC). Sistem IGCC hanya mencapai efisiensi sekitar 45 persen dan tetap menghasilkan lebih dari 800 gram karbon dioksida per kilowatt jam.
Sementara itu, teknologi DCFC menjanjikan efisiensi yang lebih tinggi dengan emisi yang jauh lebih rendah. Para peneliti mengklaim sistem ini bisa mengubah struktur industri energi berbasis batu bara secara signifikan.
Hasil Riset dan Pengembangan Sejak 2018
Tim Xie Heping mulai mengembangkan konsep ini sejak 2018. Mereka fokus pada tiga hal utama, yaitu material elektroda, proses pengolahan bahan bakar, dan desain sel bahan bakar.
Mereka mengaku berhasil menemukan terobosan penting dalam material yang mampu meningkatkan kinerja sistem. Selain itu, mereka juga memperbaiki cara batu bara diproses agar lebih efektif dalam menghasilkan listrik melalui reaksi elektrokimia.
Hasil penelitian ini sudah dipublikasikan di jurnal ilmiah Energy Reviews.
Potensi Ubah Masa Depan Industri Batu Bara
Para peneliti menilai teknologi ini berpotensi besar dalam memanfaatkan cadangan batu bara dalam tanah yang lebih dalam. Mereka menyebut cadangan batu bara dangkal terus menurun sehingga industri perlu mencari cara baru untuk tetap memanfaatkannya.
Dengan teknologi ini, batu bara tidak lagi hanya dianggap sebagai sumber energi kotor. China melihat peluang untuk mengubahnya menjadi sumber energi yang lebih bersih dan efisien.
Masih Tahap Pengembangan
Meski menjanjikan, teknologi ini masih berada pada tahap penelitian dan pengembangan. Para ilmuwan belum mengumumkan penerapan skala besar di pembangkit listrik komersial.
Namun, temuan ini memperkuat ambisi China dalam menggabungkan kebutuhan energi besar dengan target pengurangan emisi karbon.
Jika berhasil diterapkan secara luas, teknologi ini bisa mengubah peta energi global, terutama di negara yang masih bergantung pada batu bara.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora








