Jakarta –
China menorehkan prestasi global dengan mengoperasikan turbin angin lepas pantai terbesar di dunia. Three Gorges Corporation (CTG) mengembangkan proyek ini. Turbin ini menjadi bagian dari fase kedua pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai Liuao. Turbin berdiri lebih dari 30 km dari pantai selatan provinsi Fujian, di perairan dengan kedalaman lebih dari 40 meter.
Turbin Super Besar 20 MW Mulai Beroperasi
Tim CTG menyelesaikan uji coba dan inspeksi teknis turbin 20 MW. Setelah itu, mereka menghubungkan turbin ke jaringan listrik pada 6 Februari, sekaligus menandai pertama kalinya dunia berhasil memasang dan mengoperasikan turbin angin super besar 20 MW.
Tim Atasi Tantangan Teknis
Tim teknis menghadapi angin monsun kencang dan kondisi laut yang kompleks. Meski begitu, mereka menyelesaikan seluruh pengujian tepat waktu. Jiang Guangqiu, Wakil Manajer Umum CTG Fujian, menekankan keberhasilan ini memberi dasar penting bagi pengembangan energi angin di perairan dalam pada masa depan.
Dimensi dan Kapasitas Listrik yang Mengesankan
Poros tengah turbin menjulang 174 meter di atas permukaan laut, setara gedung 58 lantai. Bilah turbin memiliki diameter 300 meter, atau hampir sama dengan luas 10 lapangan sepak bola. Setiap turbin menghasilkan lebih dari 80 juta kWh per tahun, cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik sekitar 44.000 rumah tangga. Angka ini setara dengan penghematan 22.000 ton batubara.
Terobosan Teknologi dalam Desain Turbin
Insinyur CTG mendesain bilah aerodinamis baru, menerapkan konstruksi ringan, dan mengintegrasikan teknologi digital. Mereka berhasil mengurangi berat per megawatt turbin lebih dari 20% dibanding rata-rata industri. Hasilnya, turbin lebih efisien dan kinerjanya meningkat secara signifikan.
China Perkuat Posisi dalam Energi Bersih
China memperkuat posisi sebagai pelopor global dalam energi bersih. Keberhasilan ini membuka jalan bagi pembangunan proyek turbin angin lepas pantai berkapasitas sangat tinggi di masa depan.