Biaya Ganti Baterai Jaecoo J5 Tembus Ratusan Juta, Ini Fakta yang Bikin Calon Pembeli Berpikir Ulang

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pasar mobil listrik di Indonesia terus berkembang, namun satu isu tetap jadi perhatian utama calon pembeli: biaya penggantian baterai. Kasus Jaecoo J5 kembali memantik diskusi setelah produsen mengungkap estimasi biaya penggantian baterai yang bisa mencapai ratusan juta rupiah. Angka ini membuat banyak orang mulai berhitung ulang sebelum memutuskan membeli kendaraan listrik.

Baterai Jadi Komponen Paling Mahal di Mobil Listrik

Mobil listrik mengandalkan baterai sebagai sumber tenaga utama. Komponen ini tidak hanya vital, tetapi juga menyumbang porsi biaya terbesar dalam struktur harga kendaraan.

Pada Jaecoo J5, baterai berkapasitas 60,9 kWh menjadi pusat perhatian. Produsen menyebut biaya penggantian baterai tersebut, termasuk pemasangan, berada di kisaran Rp 150 juta hingga Rp 170 juta. Nilai ini hampir setara dengan separuh harga mobil baru di beberapa varian.

Sebagai gambaran, Jaecoo J5 dijual di Indonesia di rentang Rp 279,9 juta hingga Rp 309,9 juta. Artinya, satu kali penggantian baterai dapat menghabiskan dana yang sangat besar bagi pemilik kendaraan.

Garansi Jadi Kunci Perlindungan Konsumen

Meski angka penggantian baterai terlihat tinggi, konsumen sebenarnya mendapatkan perlindungan melalui garansi resmi. Jaecoo memberikan garansi baterai hingga 8 tahun atau 160.000 km.

Selama masa garansi berlaku, konsumen tidak perlu mengeluarkan biaya jika terjadi kerusakan yang masuk kategori garansi. Produsen juga menyiapkan proses penggantian yang relatif cepat melalui jaringan dealer resmi.

Jika terjadi kerusakan, pemilik kendaraan hanya perlu mengajukan klaim, kemudian pihak dealer akan memproses penggantian unit baterai dari stok yang tersedia. Proses ini bahkan dapat selesai dalam waktu satu hingga dua hari kerja, tergantung kondisi administrasi.

Baca Juga :  Ekspansi Besar TAILG: Motor Listrik China Kini Hadir di Indonesia

Mobil Bekas dan Garansi: Hal yang Sering Disalahpahami

Banyak calon pembeli mobil listrik bekas masih belum memahami status garansi baterai. Pada Jaecoo J5, garansi baterai melekat pada pemilik pertama yang terdaftar.

Namun, garansi tidak sepenuhnya hilang saat mobil berpindah tangan. Pemilik baru tetap bisa mengaktifkan kembali garansi dengan melakukan registrasi ulang di dealer resmi. Proses ini akan menghitung ulang masa berlaku garansi sesuai ketentuan yang berlaku.

Hal ini menjadi poin penting bagi konsumen yang mempertimbangkan mobil listrik bekas, karena status garansi sangat berpengaruh terhadap biaya kepemilikan jangka panjang.

Perbandingan dengan Model PHEV Jaecoo

Selain varian listrik murni, Jaecoo juga menawarkan model Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Pada segmen ini, biaya penggantian baterai cenderung lebih rendah dibanding EV penuh.

Sebagai contoh, Jaecoo J7 SHS-P memiliki estimasi biaya penggantian baterai sekitar Rp 106 juta. Sementara model lebih besar, Jaecoo J8 SHS-P Ardis, membutuhkan biaya hingga sekitar Rp 160 juta untuk penggantian baterai.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa kapasitas dan teknologi baterai sangat memengaruhi biaya perawatan jangka panjang.

Kenapa Biaya Baterai Sangat Tinggi?

Ada beberapa faktor yang membuat biaya baterai mobil listrik masih mahal:

Pertama, teknologi baterai masih tergolong kompleks dan membutuhkan material khusus seperti lithium, nikel, dan kobalt. Kedua, proses produksi dan sistem manajemen baterai membutuhkan standar keamanan tinggi. Ketiga, integrasi baterai dengan sistem kendaraan juga tidak sederhana.

Selain itu, produsen juga harus memperhitungkan biaya riset dan pengembangan yang terus berjalan untuk meningkatkan daya tahan serta efisiensi baterai.

Baca Juga :  Elon Musk Guncang Dunia Teknologi: Isu Merger Tesla–SpaceX Picu Spekulasi Raksasa AI dan Antariksa

Dampak ke Pasar Mobil Listrik Indonesia

Isu biaya baterai seperti ini berpengaruh langsung terhadap psikologi pasar. Banyak konsumen mulai mempertimbangkan ulang total biaya kepemilikan, bukan hanya harga beli awal.

Namun di sisi lain, garansi panjang dan efisiensi penggunaan harian membuat mobil listrik tetap menarik. Biaya operasional yang lebih rendah dibanding kendaraan berbahan bakar fosil menjadi daya tarik utama yang tidak bisa diabaikan.

Biaya penggantian baterai Jaecoo J5 yang mencapai Rp 150–170 juta menunjukkan bahwa komponen ini masih menjadi elemen paling mahal dalam mobil listrik. Meski demikian, garansi panjang hingga 8 tahun memberikan rasa aman bagi pemilik kendaraan baru.

Bagi calon pembeli mobil listrik, memahami struktur biaya ini menjadi langkah penting sebelum mengambil keputusan. Mobil listrik menawarkan efisiensi tinggi, tetapi tetap membutuhkan perhitungan matang terkait risiko jangka panjang.

FAQ

1. Berapa biaya ganti baterai Jaecoo J5?

Biaya penggantian baterai Jaecoo J5 berkisar antara Rp 150 juta hingga Rp 170 juta termasuk pemasangan.

2. Apakah garansi baterai menanggung biaya tersebut?

Ya, selama masih dalam masa garansi 8 tahun atau 160.000 km, biaya penggantian ditanggung produsen sesuai ketentuan.

3. Apakah mobil bekas masih mendapat garansi baterai?

Bisa, tetapi pemilik baru perlu melakukan registrasi ulang di dealer resmi untuk mengaktifkan kembali garansi.

4. Berapa biaya baterai untuk model Jaecoo PHEV?

Jaecoo J7 SHS-P sekitar Rp 106 juta, sedangkan Jaecoo J8 SHS-P Ardis sekitar Rp 160 juta.

5. Kenapa biaya baterai mobil listrik mahal?

Karena material, teknologi, sistem keamanan, serta biaya riset dan pengembangan yang masih tinggi.

Penulis : Mosa

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Ojol Bisa Punya Motor Listrik Tanpa DP, Bunga Cicilan Ikut Dipangkas Prabowo
Cruiser Tanpa Kopling? QJMotor SRV250 Punya Fitur AMT yang Bikin Macet Tak Lagi Melelahkan
Prabowo Umumkan Motor Listrik Nasional Segera Meluncur, Petani Bakal Jadi Pengguna Pertama?
Ford Hadirkan Everest Platinum dan Tiga Ranger Baru, Bidik Pasar SUV serta Double Cabin Indonesia
Honda WN7 Mulai Dijual di Eropa, Moge Listrik Berjarak Tempuh 140 Km Siap Tantang Rival Premium
Mobil Terbang Siap Mengudara di Indonesia, Xpeng Ungkap Satu Hambatan yang Masih Mengganjal
BBN Kendaraan Bekas Sudah Rp0, Tapi Dompet Tetap Keluar Uang? Ini Biaya Balik Nama yang Wajib Diketahui
Suzuki Saluto 125 2026 Resmi Meluncur, Skutik Retro Bergaya Italia Ini Dibanderol Rp49 Jutaan dan Tembus 51,9 Km/Liter
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:37 WIB

Ojol Bisa Punya Motor Listrik Tanpa DP, Bunga Cicilan Ikut Dipangkas Prabowo

Senin, 20 Juli 2026 - 04:50 WIB

Cruiser Tanpa Kopling? QJMotor SRV250 Punya Fitur AMT yang Bikin Macet Tak Lagi Melelahkan

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:44 WIB

Prabowo Umumkan Motor Listrik Nasional Segera Meluncur, Petani Bakal Jadi Pengguna Pertama?

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:00 WIB

Ford Hadirkan Everest Platinum dan Tiga Ranger Baru, Bidik Pasar SUV serta Double Cabin Indonesia

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:30 WIB

Honda WN7 Mulai Dijual di Eropa, Moge Listrik Berjarak Tempuh 140 Km Siap Tantang Rival Premium

Berita Terbaru