Deretan Saham Terbang 687 Persen sejak Awal 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat lonjakan harga sangat tinggi sejak awal 2026. Berdasarkan data perdagangan, lima saham membukukan kenaikan antara 307 persen hingga 687 persen secara year to date (YTD).

Selain itu, lonjakan harga tersebut juga mendorong BEI mengambil langkah penghentian sementara perdagangan pada beberapa saham untuk menjaga stabilitas pasar serta melindungi investor.

TIRT Jadi Saham dengan Kenaikan Tertinggi

Pertama, saham PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT) mencatat kenaikan tertinggi tahun ini. Harga saham emiten tersebut melonjak sekitar 687,40 persen sejak awal tahun dan terakhir berada di level Rp1.000 per saham.

Karena kenaikan yang sangat tajam, BEI kemudian menghentikan perdagangan saham TIRT di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I pada 2 Maret 2026. Bursa mengambil langkah ini setelah mencatat peningkatan harga kumulatif yang signifikan.

EURO dan LUCY Ikut Mengalami Lonjakan Tajam

Selanjutnya, saham PT Estee Gold Feet Tbk (EURO) juga mencatat lonjakan besar. Saham ini menguat sekitar 625 persen sejak awal tahun dan diperdagangkan di level Rp1.885 per saham.

Selain itu, kinerja harga EURO juga terlihat kuat dalam beberapa periode. Dalam satu bulan terakhir, misalnya, harga saham ini naik sekitar 196,85 persen. Sementara itu, dalam tiga bulan terakhir, harga saham tersebut meningkat sekitar 528,33 persen dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp4,80 triliun.

Baca Juga :  Industri Otomotif Nasional Mulai Lirik Baterai Sodium

Di sisi lain, saham PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) juga mencatat kenaikan signifikan sekitar 332,08 persen sejak awal tahun. Saat ini harga saham perusahaan tersebut berada di level Rp2.290 per saham dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp3,47 triliun.

Karena lonjakan tersebut, BEI juga menghentikan perdagangan saham LUCY sejak sesi I pada 20 Februari 2026 setelah melihat peningkatan harga kumulatif yang signifikan.

IFSH dan GRPM Turut Menguat

Selain dua saham tersebut, saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) juga mencatat kenaikan sekitar 311,39 persen secara YTD. Harga saham perusahaan ini terakhir berada di level Rp3.250 per saham dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp6,90 triliun.

Selanjutnya, BEI menghentikan sementara perdagangan saham IFSH di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I pada 5 Maret 2026 karena bursa mencatat kenaikan harga kumulatif yang signifikan.

Selain itu, saham PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) juga menunjukkan kenaikan tinggi sejak awal tahun. Harga saham GRPM meningkat sekitar 307,14 persen dan terakhir berada di level Rp342 per saham.

Pada perdagangan terakhir, saham GRPM bergerak dalam kisaran Rp332 hingga Rp376 per saham. Nilai transaksi saham ini mencapai sekitar Rp1,6 miliar dengan volume perdagangan sekitar 47,4 ribu lot.

Baca Juga :  Garuda Disorot Pembelian Pesawat

Lonjakan Lebih Besar dalam Periode Menengah

Tidak hanya dalam jangka pendek, beberapa saham tersebut juga menunjukkan lonjakan lebih besar dalam periode menengah.

Sebagai contoh, saham TIRT melonjak sekitar 1.023,60 persen dalam tiga bulan terakhir. Bahkan, dalam enam bulan terakhir, saham tersebut naik sekitar 2.172,73 persen.

Selanjutnya, saham LUCY juga mencatat lonjakan sekitar 2.310,53 persen dalam enam bulan terakhir. Sementara itu, dalam periode satu tahun terakhir, harga saham ini meningkat sekitar 2.626,19 persen.

Di sisi lain, saham IFSH naik sekitar 220,20 persen dalam satu bulan terakhir. Selain itu, saham tersebut juga meningkat sekitar 316,67 persen dalam enam bulan terakhir.

Kemudian, saham GRPM mencatat kenaikan sekitar 460,66 persen dalam tiga bulan terakhir serta sekitar 533,33 persen dalam enam bulan terakhir.

BEI Suspensi Saham demi Stabilitas Pasar

Secara keseluruhan, data tersebut menunjukkan bahwa sejumlah saham di BEI mengalami kenaikan harga sangat tinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Oleh karena itu, BEI biasanya menghentikan sementara perdagangan atau melakukan suspensi untuk menjaga stabilitas pasar. Selain itu, langkah ini juga memberi waktu bagi investor agar mencermati pergerakan harga secara lebih rasional.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Koperasi Merah Putih di Jakarta Mulai Raup Untung, Ini Strategi Pengurus Menang di Tengah Gempuran Minimarket
Biodiesel Sawit Resmi Menggerakkan Lokomotif KAI, Transisi Energi Makin Nyata
Bupati Solok Selatan Kawal Pembaruan HGU PT Mitra Kerinci, Tegaskan Investasi Harus Sejalan dengan Kepentingan Masyarakat
Bengkulu Siapkan Pabrik Biodiesel, Langkah Awal Menuju Sentra Energi Sawit Nasional Dimulai
Mulai 1 Agustus, Jutaan Seller Shopee, TikTok Shop hingga Marketplace Lain Bakal Nikmati Diskon Biaya Layanan 50 Persen
Emas Pegadaian Mendadak Kompak Menguat Hari Ini 25 Juni 2026, Investor Langsung Bidik Antam, UBS dan Galeri 24
Mulai 1 Juli, Pendapatan Driver Ojol Berubah? GoTo dan Grab Buka Aturan Komisi 8 Persen
Harga Emas Antam Hari Ini 22 Juni 2022 Stabil, Investor Cermati Peluang di Level Rp2,668 Juta per Gram
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:00 WIB

Koperasi Merah Putih di Jakarta Mulai Raup Untung, Ini Strategi Pengurus Menang di Tengah Gempuran Minimarket

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:00 WIB

Biodiesel Sawit Resmi Menggerakkan Lokomotif KAI, Transisi Energi Makin Nyata

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:00 WIB

Bupati Solok Selatan Kawal Pembaruan HGU PT Mitra Kerinci, Tegaskan Investasi Harus Sejalan dengan Kepentingan Masyarakat

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:00 WIB

Bengkulu Siapkan Pabrik Biodiesel, Langkah Awal Menuju Sentra Energi Sawit Nasional Dimulai

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:39 WIB

Mulai 1 Agustus, Jutaan Seller Shopee, TikTok Shop hingga Marketplace Lain Bakal Nikmati Diskon Biaya Layanan 50 Persen

Berita Terbaru