JAMBI – Pemerintah dan pegiat pendidikan di Kota Jambi memperkuat penanaman kepedulian sosial sejak usia dini. Salah satu upaya itu hadir melalui kegiatan manasik zakat bagi peserta Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kegiatan ini menjadi sarana edukasi untuk mengenalkan pentingnya berbagi kepada sesama.
Melalui kegiatan tersebut, anak-anak mulai mengenal konsep zakat sejak dini. Para peserta mengikuti simulasi sederhana tentang berbagi. Mereka juga belajar bahwa setiap harta memiliki bagian untuk orang lain yang membutuhkan. Selain itu, kegiatan ini menumbuhkan empati dan kepedulian sosial pada anak.
Bunda PAUD Kota Jambi, Nadiyah Maulana, mengatakan manasik zakat menjadi langkah penting untuk membentuk karakter anak. Program ini memanfaatkan masa emas pertumbuhan anak untuk menanamkan nilai sosial.
Menurutnya, zakat tidak hanya berkaitan dengan kewajiban ibadah. Zakat juga memiliki nilai sosial yang kuat dalam kehidupan bermasyarakat.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak mengenal arti berbagi sejak dini. Mereka juga belajar menumbuhkan empati dan memahami pentingnya membantu sesama,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pendidikan anak tidak boleh hanya berfokus pada kecerdasan akademik. Pendidikan harus membangun karakter serta akhlak yang baik.
“Jika anak memiliki empati sejak kecil, maka kesalehan sosial akan tumbuh dalam diri mereka. Dengan cara itu, kita dapat membangun karakter baik bagi generasi masa depan,” katanya.
Di sisi lain, Nadiyah juga menekankan peran penting orang tua dan tenaga pendidik. Keduanya harus memberi contoh nyata dalam menanamkan nilai berbagi kepada anak-anak.
Karena itu, ia berharap kegiatan manasik zakat terus berkembang di berbagai wilayah Kota Jambi. Ia juga ingin kegiatan ini menjadi program percontohan bagi daerah lain.
“Harapannya, kegiatan ini menjadi program percontohan yang kemudian berkembang menjadi bagian dari pembelajaran. Bahkan, program ini juga berpeluang masuk ke tingkat nasional,” tutupnya.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









