Sungai Penuh – Wali Kota Alfin mengajak masyarakat untuk lebih giat mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an. Ia juga mendorong masyarakat memperdalam kajian kitab kuning sebagai bagian dari warisan keilmuan Islam. Selain itu, ia menyampaikan ajakan tersebut saat menerima panitia Milad ke-1 PT Tren Gen Horizon di ruang kerjanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh menjadikan kegiatan mengaji sebagai kegiatan musiman. Ia ingin masyarakat menjadikan mengaji sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, ia meminta setiap desa membuka pengajian yang dapat diikuti semua kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua.
Pendidikan Agama Jadi Pondasi Karakter Generasi Muda
Menurut Alfin, pendidikan agama menjadi pondasi penting dalam membentuk generasi muda yang berakhlak baik. Ia meyakini pondasi agama yang kuat akan membentuk karakter dan moral masyarakat.
Di sisi lain, ia menilai pendidikan agama berperan penting dalam menghadapi tantangan zaman modern. Seiring perkembangan teknologi dan arus globalisasi, ia menilai generasi muda perlu memiliki pemahaman agama yang kuat agar memiliki pegangan hidup yang jelas.
Apresiasi untuk Pengajian Swadaya Masyarakat
Sementara itu, Alfin mengapresiasi masyarakat yang membuka tempat pengajian secara mandiri di lingkungan masing-masing. Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk kepedulian nyata dalam membangun peradaban berbasis nilai-nilai Islam.
Tak hanya itu, ia menegaskan bahwa setiap individu perlu belajar mengaji. Ia menilai kegiatan tersebut mampu membentuk pribadi yang taat pada ajaran agama serta mampu menjauhi larangan-Nya.
Kitab Kuning Harus Tetap Lestari
Kemudian, Alfin juga mengajak masyarakat mempelajari kitab kuning. Ia menilai kitab kuning sebagai literatur klasik yang menjadi rujukan utama dalam tradisi keilmuan Islam, terutama di lingkungan pesantren.
Dalam kesempatan yang sama, ia mengenang masa kecilnya yang dekat dengan pendidikan agama. Ia belajar kitab kuning langsung dari orang tuanya. Pengalaman itu memberi bekal penting dalam perjalanan hidupnya.
Karena itu, ia berharap masyarakat terus melestarikan tradisi belajar kitab kuning. Dengan begitu, generasi mendatang tidak hanya mampu membaca, tetapi juga mampu memahami ajaran agama secara mendalam.
Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Harus Diperkuat
Selanjutnya, ia mengajak pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat memperkuat gerakan mengaji di seluruh wilayah Jambi. Ia optimistis peningkatan pengajian dan kajian kitab kuning akan melahirkan generasi berilmu dan berakhlak baik.
Pada akhirnya, ia berharap seruan tersebut memperkuat komitmen bersama untuk membangun masyarakat religius dan berkarakter di Indonesia.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









