Bogor –
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa Indonesia akan menjalankan prinsip politik luar negeri bebas dan aktif seperti yang digariskan para pendiri bangsa. Namun, ia juga menyoroti risiko serius dari kebijakan ini.
Indonesia Tetap Non-Blok dan Mandiri
Dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Prabowo menekankan bahwa Indonesia akan tetap non-blok dan tidak ikut pakta militer manapun.
“Politik luar negeri kita bebas dan aktif. Dengan demikian, kita tidak bergabung dalam pakta militer, tetapi tetap menjalin hubungan baik dengan semua negara,” kata Prabowo.
Risiko Politik Bebas-Aktif
Meski begitu, Prabowo menegaskan bahwa sikap ini membawa risiko tersendiri. Indonesia tidak bisa mengandalkan bantuan militer dari negara lain jika terjadi konflik global.
“Artinya, jika negara kita diserang, kita harus mengandalkan kekuatan sendiri tanpa bantuan negara lain,” ujarnya.