JAMBI – Irfan Hermawan Ketua Umum PMHKS
Irfan Hermawan kini memegang kendali Persatuan Mahasiswa Hukum Kerinci Sungai Penuh (PMHKS) setelah peserta Musyawarah Besar (Mubes) ke-IV mencapai kesepakatan mengenai sosok pemimpin baru. Forum tersebut berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026, sekaligus membuka lembaran baru perjalanan organisasi mahasiswa hukum tersebut.
Tiga nama sebelumnya masuk dalam bursa Ketua Umum PMHKS, yakni Irfan Hermawan, Rehan Apriyanto, dan Nabil Zulkarnain. Ketiganya mengikuti rangkaian pembahasan bersama peserta forum hingga proses lobi berlangsung cukup panjang untuk mencari titik temu.
Pada akhirnya, peserta Mubes menyepakati Irfan Hermawan untuk memimpin PMHKS selama satu periode ke depan. Pergantian tersebut sekaligus mengakhiri masa kepemimpinan Zikri Ramadhan yang telah menyelesaikan tanggung jawabnya sebagai Ketua Umum.
Mubes IV Bahas Masa Depan PMHKS
PMHKS menggelar Mubes IV dengan mengusung tema “Membangun Generasi Hukum Kerinci Sungai Penuh yang Visioner dan Berintegritas.”
Forum tersebut mempertemukan pengurus, anggota, senior, dan alumni PMHKS. Mereka membahas evaluasi organisasi, menyampaikan gagasan, serta merumuskan arah PMHKS untuk periode berikutnya.
Selain itu, Mubes menjadi ruang regenerasi bagi organisasi. Peserta tidak hanya membahas siapa yang akan memimpin, tetapi juga membicarakan kebutuhan organisasi dan pengembangan anggota.
Dengan demikian, pergantian kepemimpinan menjadi bagian dari proses pembenahan organisasi secara berkelanjutan.
Tiga Kandidat Ikuti Proses Pemilihan
Tahapan pemilihan Ketua Umum menghadirkan tiga kandidat. Mereka terdiri atas Irfan Hermawan, Rehan Apriyanto, dan Nabil Zulkarnain.
Setelah pencalonan, peserta forum menjalankan mekanisme lobi. Proses tersebut berlangsung cukup alot karena masing-masing pihak mencari titik temu dan mempertimbangkan arah terbaik bagi PMHKS.
Namun, dinamika tersebut akhirnya menghasilkan kesepakatan. Peserta Mubes memilih Irfan Hermawan untuk memimpin PMHKS pada periode mendatang.
Keputusan itu sekaligus mengakhiri masa kepemimpinan Zikri Ramadhan. Setelah menyelesaikan masa tugasnya, Zikri menyerahkan estafet kepemimpinan kepada Irfan.
Irfan Ingin Bangun PMHKS sebagai Rumah Bersama
Irfan membawa gagasan penguatan kekeluargaan sebagai salah satu fokus utama kepengurusan. Ia ingin hubungan antar anggota tidak sekadar menjadi identitas organisasi, tetapi juga menjadi kekuatan untuk menjalankan berbagai program.
“Ke depan, saya ingin membangun kekeluargaan yang tidak hanya menjadi identitas, tetapi juga menjadi kekuatan organisasi. PMHKS harus menjadi ruang tumbuh dan ruang belajar bagi setiap anggotanya. PMHKS bukan milik pribadi, bukan milik satu kelompok atau satu kepengurusan saja. Selain itu, PMHKS adalah milik kita semua, dan PMHKS adalah rumah kita bersama.”
Karena itu, Irfan mendorong setiap anggota untuk mengambil peran dalam perjalanan organisasi. Ia ingin anggota memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan, mengembangkan kemampuan, dan berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing.
Menurut Irfan, rasa memiliki akan memperkuat fondasi organisasi. Ketika anggota merasa memiliki PMHKS, mereka akan lebih mudah membangun kerja sama dan menjaga keberlangsungan organisasi.
Dorong Ruang Belajar bagi Mahasiswa Hukum
Selanjutnya, Irfan ingin menghidupkan kembali berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan kapasitas anggota. Ia menilai mahasiswa membutuhkan ruang belajar yang tidak hanya mengandalkan kegiatan akademik di kampus.
Karena itu, kepengurusan baru akan mendorong kegiatan seperti diskusi hukum, kajian, sharing akademik, public speaking, kepemimpinan, dan berbagai kegiatan pengembangan diri.
Melalui kegiatan tersebut, PMHKS dapat membantu anggota memperkuat kemampuan akademik sekaligus keterampilan praktis. Lebih jauh, anggota juga dapat membangun keberanian menyampaikan pendapat dan kemampuan memimpin.
Irfan juga ingin membawa manfaat organisasi ke luar lingkungan internal. Ia berharap anggota PMHKS mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta daerah Kerinci dan Sungai Penuh.
Zikri Titip Kekeluargaan kepada Pengurus Baru
Sementara itu, Zikri Ramadhan menyampaikan pesan kepada kepengurusan baru setelah menyelesaikan masa kepemimpinannya.
Zikri meminta Irfan dan jajaran pengurus menjaga kekeluargaan yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan PMHKS. Selain itu, ia mendorong pengurus terus menjadikan organisasi sebagai tempat anggota belajar dan menjalani proses bersama.
Namun, Zikri juga mengingatkan pengurus baru agar tidak sekadar meneruskan program dari periode sebelumnya. Ia mendorong evaluasi secara berkala dan keberanian menghadirkan gagasan baru.
Dengan langkah tersebut, PMHKS dapat terus menyesuaikan program dengan kebutuhan mahasiswa dan perkembangan zaman.
Estafet Kepemimpinan Masuk Babak Baru
Mubes IV menandai berlanjutnya regenerasi kepemimpinan PMHKS. Forum tersebut memperlihatkan proses pengambilan keputusan melalui pencalonan, lobi, dan musyawarah.
Kini, Irfan Hermawan menghadapi tugas untuk menerjemahkan visi tersebut ke dalam program kerja yang konkret. Ia juga perlu menjaga kekompakan anggota sambil membuka lebih banyak ruang pengembangan kapasitas.
FAQ
Siapa Ketua Umum PMHKS yang baru?
Irfan Hermawan memimpin PMHKS untuk satu periode setelah peserta Mubes IV mencapai kesepakatan dalam proses musyawarah.
Kapan Mubes IV PMHKS berlangsung?
PMHKS menggelar Mubes IV pada Sabtu, 5 September 2026.
Siapa saja kandidat Ketua Umum PMHKS?
Tiga kandidat mengikuti proses pencalonan, yaitu Irfan Hermawan, Rehan Apriyanto, dan Nabil Zulkarnain.
Apa tema Mubes IV PMHKS?
Mubes IV mengangkat tema “Membangun Generasi Hukum Kerinci Sungai Penuh yang Visioner dan Berintegritas.”
Apa fokus Irfan Hermawan sebagai Ketua Umum?
Irfan ingin memperkuat kekeluargaan dan menjadikan PMHKS sebagai rumah bersama sekaligus ruang tumbuh dan ruang belajar bagi anggota.
Kegiatan apa yang ingin dikembangkan PMHKS?
Pengurus baru ingin mendorong diskusi hukum, kajian, sharing akademik, public speaking, kepemimpinan, serta berbagai kegiatan pengembangan kapasitas anggota.(Tim)









