390 Anak Resmi Tempati Sekolah Rakyat Dharmasraya, Annisa Tak Kuasa Menahan Haru

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

DHARMASRAYA – Suasana haru menyelimuti Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Dharmasraya saat 390 siswa mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Jumat (31/7/2026). Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menyaksikan langsung langkah pertama ratusan anak menuju jenjang pendidikan berasrama yang selama ini mereka impikan.

Momen tersebut menjadi lebih bermakna bagi Annisa. Selama berbulan-bulan, ia bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Dharmasraya memperjuangkan kehadiran Sekolah Rakyat hingga akhirnya pemerintah menetapkan Dharmasraya sebagai salah satu lokasi program nasional tersebut.

Selain itu, perubahan kawasan Pulau Sawah, Sungai Kambut, turut mencuri perhatian. Dua bulan lalu kawasan itu masih berupa hamparan tanah. Kini, kawasan tersebut berdiri sebagai kompleks pendidikan lengkap dengan ruang belajar, asrama, dan berbagai fasilitas penunjang. Perubahan itu sekaligus membuka harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Perjuangan Berbuah Harapan Baru

Bagi Annisa, pembukaan MPLS bukan sekadar awal tahun ajaran. Momentum tersebut menjadi bukti nyata bahwa perjuangan panjang pemerintah daerah berhasil membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari kelompok desil 1 dan desil 2.

Di hadapan ratusan siswa, Annisa melihat semangat, keberanian, dan optimisme yang tumbuh dari wajah-wajah muda calon generasi penerus bangsa.

“Saya melihat langkah-langkah kecil anak-anak bangsa menuju masa depan yang lebih baik. Mereka kini memiliki kesempatan untuk tumbuh sejajar, cerdas bersama, dan menggapai cita-cita yang selama ini mungkin terasa jauh,” ujar Annisa.

Menurutnya, Sekolah Rakyat memberi kesempatan yang sama kepada setiap anak untuk berkembang tanpa memandang latar belakang ekonomi keluarganya.

Pemerintah Daerah Tempuh Jalan Panjang

Annisa menjelaskan bahwa proses menghadirkan Sekolah Rakyat membutuhkan kerja keras yang tidak singkat. Ia menyusun proposal bersama tim, membangun komunikasi dengan berbagai kementerian, dan berulang kali terbang ke Jakarta untuk meyakinkan para pengambil keputusan.

Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menjalin koordinasi intensif dengan Kementerian Sosial sebagai pelaksana program.

Baca Juga :  Laporkan Dugaan Jurnal Predator, Dosen Fakultas Hukum UAJY Berakhir Dipecat dan Picu Polemik Nasional

Di sisi lain, pemerintah daerah juga menyelesaikan persoalan status lahan bersama Kementerian Pekerjaan Umum. Sebab, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air sebelumnya mengelola lahan tersebut sehingga seluruh pihak harus menyelesaikan administrasi lintas kementerian terlebih dahulu.

Kerja keras itu akhirnya menghasilkan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Dharmasraya dengan nilai pekerjaan mencapai Rp244,32 miliar.

Annisa Sampaikan Terima Kasih kepada Presiden

Annisa menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menggagas Program Sekolah Rakyat.

“Program ini menunjukkan cita-cita besar negara untuk menghadirkan kesempatan yang setara bagi setiap anak Indonesia. Pendidikan adalah jalan terbaik untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas komitmennya menghadirkan harapan baru bagi anak-anak dari kelompok desil 1 dan desil 2,” katanya.

Selain Presiden Prabowo, Annisa juga mengapresiasi dukungan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Wakil Gubernur Vasco Ruseimy, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, serta seluruh pihak yang mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Dharmasraya.

Tampung Siswa dari Lima Daerah

Pada tahun ajaran pertama, Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 menerima 390 siswa.

Sebanyak 268 siswa berasal dari Kabupaten Dharmasraya. Kemudian, sekolah menerima 60 siswa dari Kabupaten Solok dan 60 siswa dari Kota Padang. Selain itu, sekolah juga menerima satu siswa tingkat SD dari Kabupaten Padang Pariaman serta satu siswa tingkat SMP dari Kota Bukittinggi.

Panitia melaksanakan seluruh proses seleksi dengan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Panitia juga menerapkan prinsip objektif, transparan, dan akuntabel selama proses tersebut berlangsung.

Mahyeldi Optimistis Lahir Generasi Hebat

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, Sumatera Barat memiliki sejarah panjang dalam melahirkan tokoh bangsa. Karena itu, ia optimistis Sekolah Rakyat akan mencetak generasi yang mampu mengharumkan nama daerah maupun Indonesia.

Baca Juga :  Prabowo Tahan Pasukan ke Gaza: RI Tolak Ikut Lucuti Senjata Hamas

“Melalui Sekolah Rakyat ini, anak-anak Sumatera Barat bisa menjadi apa pun yang mereka cita-citakan. Saya yakin dari sekolah ini akan lahir generasi-generasi hebat yang akan mengharumkan nama Sumatera Barat dan NKRI,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi juga mengajak seluruh elemen masyarakat memberikan dukungan penuh terhadap program tersebut.

“Program sekolah rakyat yang digagas oleh Presiden Prabowo ini merupakan keteladanan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu wajib sepenuhnya didukung. Berdosa kita kalau tidak dukung Program ini,” tukasnya.

Hadirkan Dukungan Berbagai Pihak

Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Dharmasraya turut menghadirkan Wakil Bupati Dharmasraya Leli Arni, Anggota DPRD Dharmasraya Pasdisata Dt Kabilangan, Kepala Kejaksaan Negeri Dharmasraya Indra Gunawan, perwakilan Polres Dharmasraya, perwakilan Kodim 0310/SSD, Kepala BBPPKS Wildan Humaedi, Sekda Dharmasraya Medison, jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, kepala sekolah, tenaga pendidik, serta orang tua siswa.

FAQ

Mengapa Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 dibangun di Dharmasraya?

Pemerintah pusat memilih Dharmasraya setelah pemerintah daerah memperjuangkan program tersebut melalui koordinasi lintas kementerian dan penyelesaian berbagai persyaratan administrasi.

Siapa yang dapat bersekolah di Sekolah Rakyat?

Program ini memprioritaskan anak-anak dari kelompok desil 1 dan desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Berapa jumlah siswa angkatan pertama?

Sekolah menerima 390 siswa yang berasal dari Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Solok, Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Bukittinggi.

Berapa nilai pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Dharmasraya?

Pemerintah mengalokasikan nilai pekerjaan pembangunan sebesar Rp244,32 miliar.

Apa harapan pemerintah terhadap Sekolah Rakyat?

Pemerintah berharap sekolah ini memperluas akses pendidikan berkualitas, mengurangi kesenjangan sosial, dan melahirkan generasi yang mampu meraih cita-cita serta meningkatkan kualitas hidup keluarganya.(Tim)

Berita Terkait

Berawal dari Seleksi Sekolah, Khania Apricia Hastari Kini Siap Kibarkan Nama Sumatera Barat di FLS3N Nasional 2026
Mahyeldi Gaspol Hilirisasi Riset Unand, Teknologi Maggot dan BioVORA Bersiap Ubah Wajah Sumbar
Dharmasraya Selangkah Lagi Punya Sekolah Bertaraf Internasional, Rp250 Miliar dari Pusat Siap Bangun SNT
PKBM Jadi Senjata Sungai Penuh Tekan Anak Putus Sekolah, Dinas Pendidikan Genjot Mutu dan Tata Kelola
Bupati Annisa Gaet ITB, Putra-Putri Dharmasraya Berpeluang Kuliah Lewat Program Afirmasi dan Proyek Strategis Daerah
Festival Literasi Dharmasraya 2026 Resmi Dibuka, Sekda Medison Serukan Gerakan Membaca dari Rumah hingga Nagari
Disdik Sungai Penuh Ubah Cara Guru Belajar, Kelompok Kerja Resmi Dimulai dari SMPN 6
Bupati Khairunas Kukuhkan Bunda Guru, Siapkan Gerakan Besar Ubah Wajah Pendidikan Solok Selatan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:30 WIB

390 Anak Resmi Tempati Sekolah Rakyat Dharmasraya, Annisa Tak Kuasa Menahan Haru

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:00 WIB

Berawal dari Seleksi Sekolah, Khania Apricia Hastari Kini Siap Kibarkan Nama Sumatera Barat di FLS3N Nasional 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:00 WIB

Mahyeldi Gaspol Hilirisasi Riset Unand, Teknologi Maggot dan BioVORA Bersiap Ubah Wajah Sumbar

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:00 WIB

Dharmasraya Selangkah Lagi Punya Sekolah Bertaraf Internasional, Rp250 Miliar dari Pusat Siap Bangun SNT

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:00 WIB

PKBM Jadi Senjata Sungai Penuh Tekan Anak Putus Sekolah, Dinas Pendidikan Genjot Mutu dan Tata Kelola

Berita Terbaru