Bukan Sekadar Libur, UPT SDN 08 Pulau Punjung Ubah Hari Sabtu Jadi Kelas Pembentuk Karakter Anak

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

DHARMASRAYA – UPT SDN 08 Pulau Punjung tidak hanya mengajarkan mata pelajaran di ruang kelas. Sekolah juga mengajak orang tua membangun karakter anak melalui inovasi kokurikuler bertajuk “Sabtu Ceria”. Program tersebut memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga agar anak menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui program itu, sekolah mendorong peserta didik membantu orang tua, belajar mandiri, menjaga disiplin, dan mengembangkan kreativitas di rumah. Dengan demikian, proses pembentukan karakter tidak berhenti setelah jam pelajaran berakhir.

Selain meningkatkan keterlibatan keluarga, inovasi tersebut juga memperlihatkan bahwa pendidikan karakter membutuhkan kerja sama yang konsisten antara guru dan orang tua. Karena itu, UPT SDN 08 Pulau Punjung menjadikan keluarga sebagai bagian penting dalam proses pendidikan.

Berawal dari Kepedulian terhadap Karakter Anak

Kepala UPT SDN 08 Pulau Punjung, Supina, S.Pd., mengatakan sekolah menghadirkan program tersebut karena pendidikan tidak boleh hanya mengejar nilai akademik. Menurutnya, sekolah juga harus membimbing peserta didik agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, peduli, bertanggung jawab, dan berbakti kepada orang tua.

“Inovasi ini lahir dari keprihatinan kami terhadap masih adanya kesenjangan antara prestasi akademik siswa dengan perilaku mereka di rumah. Karena itu, sekolah bersama orang tua harus berjalan beriringan dalam membentuk karakter anak,” ujar Supina di Pulau Punjung, Jumat (24/7/2026).

“Sabtu Ceria” Satukan Peran Sekolah dan Orang Tua

Guru UPT SDN 08 Pulau Punjung, Aliyas Pikal, S.Pd., menggagas program “Sabtu Ceria”, akronim dari “Senang Membantu Cerdas Bersama Ibu dan Ayah”. Melalui program itu, sekolah menghubungkan pendidikan karakter di kelas dengan kebiasaan positif di rumah.

Baca Juga :  Bupati Annisa Pecah Kebuntuan Anggaran, Dana CSR Rp31,55 Miliar Sulap Infrastruktur Dharmasraya Melaju

Setiap hari Sabtu, peserta didik menjalankan berbagai aktivitas sesuai tema yang telah ditentukan. Misalnya, mereka membantu pekerjaan orang tua, belajar tanpa harus diingatkan, menjaga kedisiplinan, dan menunjukkan kreativitas melalui berbagai kegiatan positif.

Selanjutnya, peserta didik merekam seluruh aktivitas tersebut dalam video berdurasi minimal satu menit. Setelah itu, mereka mengirimkan video ke grup WhatsApp kelas agar guru dan orang tua dapat memantau perkembangan karakter secara bersama-sama.

Di sisi lain, sekolah memilih WhatsApp karena hampir seluruh orang tua menggunakannya. Oleh sebab itu, komunikasi antara guru dan keluarga berlangsung lebih mudah, cepat, dan efektif.

Pendidikan Harus Terlihat dalam Kehidupan Sehari-hari

Aliyas Pikal menegaskan bahwa sekolah tidak hanya ingin melahirkan siswa yang unggul secara akademik. Sebaliknya, sekolah juga ingin membentuk pribadi yang berakhlak mulia dan menghormati orang tua.

“Harapan kami, anak-anak tidak hanya pintar di sekolah, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan yang sesungguhnya adalah ketika ilmu yang diperoleh di sekolah tercermin dalam perilaku mereka di rumah,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan baru benar-benar terlihat ketika anak mampu mempraktikkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, sekolah terus mendorong peserta didik membiasakan sikap positif sejak usia dini.

Orang Tua Mulai Merasakan Perubahan

Supina mengungkapkan bahwa program “Sabtu Ceria” mulai memberikan hasil yang menggembirakan. Sejumlah orang tua mengaku anak-anak kini lebih ringan tangan membantu pekerjaan rumah, lebih mandiri, serta semakin peduli dan menghormati anggota keluarga.

Selain itu, kegiatan merekam video juga mempererat hubungan antara orang tua dan anak. Orang tua mendampingi setiap aktivitas, memberikan arahan, sekaligus mengapresiasi setiap perkembangan yang ditunjukkan anak.

Baca Juga :  Dharmasraya Tancap Gas: IPM Naik, Ekonomi Melejit, Bidik Akselerasi 2027

Dengan cara tersebut, keluarga tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi mitra utama sekolah dalam membentuk karakter peserta didik.

Komitmen Mencetak Generasi Berkarakter

Ke depan, UPT SDN 08 Pulau Punjung berkomitmen mengembangkan inovasi “Sabtu Ceria” secara berkelanjutan. Sekolah berharap program tersebut mampu melahirkan generasi yang unggul dalam prestasi akademik, memiliki kepedulian sosial, menjunjung akhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

FAQ

Apa itu program “Sabtu Ceria”?

Program “Sabtu Ceria” merupakan inovasi kokurikuler UPT SDN 08 Pulau Punjung yang mengajak peserta didik membangun karakter melalui kegiatan positif bersama keluarga setiap hari Sabtu.

Apa kepanjangan “Sabtu Ceria”?

“Sabtu Ceria” merupakan akronim dari “Senang Membantu Cerdas Bersama Ibu dan Ayah”.

Apa saja kegiatan yang dilakukan peserta didik?

Peserta didik membantu pekerjaan orang tua, belajar mandiri, menjaga disiplin, serta menampilkan kreativitas sesuai tema yang ditentukan sekolah.

Mengapa sekolah menggunakan WhatsApp?

Sekolah memanfaatkan WhatsApp karena hampir seluruh orang tua menggunakannya. Platform tersebut memudahkan guru dan keluarga memantau perkembangan karakter peserta didik.

Apa manfaat program ini bagi orang tua?

Program ini meningkatkan keterlibatan orang tua dalam pendidikan sekaligus mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak.

Apa tujuan utama “Sabtu Ceria”?

Program ini bertujuan membentuk peserta didik yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga mandiri, peduli, bertanggung jawab, serta berakhlak mulia.(Tim)

Berita Terkait

Festival Literasi Dharmasraya 2026 Resmi Dibuka, Sekda Medison Serukan Gerakan Membaca dari Rumah hingga Nagari
Disdik Sungai Penuh Ubah Cara Guru Belajar, Kelompok Kerja Resmi Dimulai dari SMPN 6
Bupati Khairunas Kukuhkan Bunda Guru, Siapkan Gerakan Besar Ubah Wajah Pendidikan Solok Selatan
Babak Penyisihan DCL 2026 Resmi Tuntas, Pemkab Dharmasraya Siapkan Babak Gugur dengan Evaluasi Besar
Sekda Medison Ungkap Dua Prestasi Sekaligus, ASN Berprestasi Diganjar dan CSR Rp31,55 Miliar Mengalir untuk Jalan Dharmasraya
Bupati Annisa Pulang dari Kementan Bawa ‘Paket Lengkap’ untuk Petani Dharmasraya, Bantuan Alsintan hingga Gudang Bulog Mengalir
Drama Zona 7 DCL 2026! Kurnia Koto Salak Singkirkan Bonjol, Daftar 16 Besar Akhirnya Lengkap
Pulau Punjung Borong Gelar dan Sabet Juara Umum Jambore PKK Dharmasraya 2026, Siap Tembus Tingkat Provinsi
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:19 WIB

Festival Literasi Dharmasraya 2026 Resmi Dibuka, Sekda Medison Serukan Gerakan Membaca dari Rumah hingga Nagari

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:00 WIB

Disdik Sungai Penuh Ubah Cara Guru Belajar, Kelompok Kerja Resmi Dimulai dari SMPN 6

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:00 WIB

Bupati Khairunas Kukuhkan Bunda Guru, Siapkan Gerakan Besar Ubah Wajah Pendidikan Solok Selatan

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:00 WIB

Babak Penyisihan DCL 2026 Resmi Tuntas, Pemkab Dharmasraya Siapkan Babak Gugur dengan Evaluasi Besar

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:30 WIB

Sekda Medison Ungkap Dua Prestasi Sekaligus, ASN Berprestasi Diganjar dan CSR Rp31,55 Miliar Mengalir untuk Jalan Dharmasraya

Berita Terbaru