JAKARTA – Pasar smartphone lipat memasuki fase baru ketika tiga pemain besar asal China, yakni vivo, OPPO, dan Honor, mengembangkan perangkat foldable dengan desain layar lebih lebar. Ketiganya tidak lagi mengejar bentuk ramping seperti generasi awal, tetapi mulai mengarah ke pengalaman layar yang terasa seperti ponsel konvensional saat perangkat tertutup.
Informasi yang beredar di media sosial Tiongkok, khususnya Weibo, menyebutkan para produsen itu menargetkan aspek rasio yang lebih natural. Pengguna nantinya dapat menikmati tampilan lebih luas tanpa harus membuka perangkat setiap saat.
Vivo X Fold6 Dorong Desain Lebih Nyaman
vivo memimpin pengembangan melalui seri lanjutan X Fold. Perusahaan ini merancang Vivo X Fold6 dengan layar depan yang lebih lega dan nyaman digunakan dalam kondisi terlipat.
Sejumlah pembocor informasi teknologi, termasuk Smart Pikachu, menyebut vivo juga mengurangi visibilitas lipatan layar. vivo berupaya menciptakan permukaan layar yang lebih halus agar pengalaman visual terasa lebih premium.
Strategi ini menunjukkan bahwa vivo tidak hanya fokus pada inovasi engsel, tetapi juga pada kenyamanan penggunaan sehari-hari. Perusahaan ini ingin membuat perangkat lipat terasa setara dengan smartphone biasa dalam mode tertutup.
OPPO Uji Konsep Foldable Layar Lebar
OPPO juga bergerak cepat dalam pengembangan smartphone lipat generasi baru. Perusahaan ini dilaporkan menguji perangkat dengan desain layar lebih lebar yang masih berada pada tahap evaluasi internal.
OPPO tidak hanya mengejar ukuran layar, tetapi juga mencoba menyempurnakan mekanisme lipatan agar lebih tahan lama. Fokus utama perusahaan ini berada pada stabilitas engsel dan efisiensi desain, sehingga perangkat tetap nyaman digunakan dalam jangka panjang.
Jika pengembangan berjalan sesuai rencana, OPPO berpotensi membawa standar baru dalam kategori foldable yang selama ini masih dianggap kompromi antara desain dan fungsi.
Honor Percepat Inovasi Foldable Generasi Baru
Honor ikut memperkuat persaingan dengan mengembangkan perangkat lipat berlayar lebar sejak beberapa waktu terakhir. Perusahaan ini menargetkan peluncuran dalam waktu dekat meskipun belum mengumumkan jadwal resmi.
Honor melihat peluang besar di segmen foldable karena pengguna mulai mencari perangkat yang lebih praktis sekaligus produktif. Perusahaan ini mengarahkan desain agar perangkat tetap ringkas saat dilipat, namun tetap memberikan pengalaman layar penuh saat dibuka.
Sumber industri menyebut Honor tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga berupaya menciptakan diferensiasi melalui desain antarmuka dan optimasi software khusus untuk layar lipat.
Huawei dan Apple Ikut Dorong Persaingan Global
Di sisi lain, Huawei sudah lebih dulu memperkenalkan konsep perangkat lipat dengan layar lebar melalui lini Pura X Max. Produk ini memperlihatkan arah baru desain foldable yang lebih mendekati tablet mini.
Sementara itu, Apple juga ikut masuk dalam rumor pengembangan perangkat lipat. Perusahaan yang identik dengan iPhone ini dikabarkan menyiapkan iPhone lipat yang kemungkinan membawa nama iPhone Ultra. Produk tersebut disebut-sebut dapat meluncur dalam beberapa tahun ke depan.
Jika rumor tersebut benar, maka pasar foldable akan berubah menjadi arena persaingan global yang jauh lebih ketat, tidak hanya antar produsen China tetapi juga melibatkan pemain besar dari Amerika Serikat.
Arah Industri: Foldable Menuju Standar Baru Smartphone
Perkembangan ini menunjukkan arah baru industri smartphone. Produsen tidak lagi sekadar berlomba memperbesar layar, tetapi mulai mengoptimalkan pengalaman penggunaan dalam dua mode: tertutup dan terbuka.
Desain layar lebar saat dilipat juga membuka peluang baru untuk produktivitas, gaming, dan konsumsi konten. Konsumen kini tidak perlu selalu membuka perangkat untuk menikmati layar besar.
Dengan langkah yang diambil vivo, OPPO, dan Honor, pasar smartphone lipat berpotensi berubah dari segmen premium niche menjadi standar baru dalam beberapa tahun mendatang.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









