Menabung Bergeser ke Bank Digital, Banyak Rekening Mulai Ditinggalkan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Kebiasaan masyarakat Indonesia dalam mengelola uang mulai berubah seiring pesatnya perkembangan bank digital. Jika dulu banyak orang membuka beberapa rekening untuk memisahkan kebutuhan finansial, kini mereka mulai mengandalkan satu aplikasi dengan fitur kantong digital yang lebih praktis.

Perubahan Pola Menabung di Masyarakat

Dian (35), seorang karyawan swasta sekaligus ibu rumah tangga, menceritakan perubahan cara ia mengatur keuangan keluarganya. Ia dulu membuka beberapa rekening untuk tujuan berbeda, mulai dari gaji, kebutuhan rumah tangga, hingga tabungan anak.

Namun, ia mengaku tidak semua rekening itu ia gunakan secara aktif. Banyak rekening hanya tersimpan tanpa aktivitas berarti.

“Dulu saya punya beberapa rekening, tapi akhirnya banyak yang tidak terpakai. Sekarang saya lebih simpel, cukup satu aplikasi saja,” ujar Dian.

Ia kemudian beralih menggunakan bank digital yang menyediakan fitur kantong atau sub-rekening dalam satu aplikasi. Fitur itu membantunya memisahkan pos pengeluaran tanpa perlu membuka rekening baru di bank berbeda.

Bank Digital Ubah Cara Orang Mengatur Uang

Perkembangan bank digital membuat masyarakat mengubah cara mereka mengelola keuangan. Banyak orang kini tidak lagi memandang rekening bank hanya sebagai tempat menyimpan uang, tetapi juga sebagai alat pengatur arus kas harian.

Fitur kantong digital memungkinkan pengguna membagi uang ke dalam beberapa kategori seperti kebutuhan harian, tabungan, investasi, dan dana darurat. Semua pengaturan itu bisa dilakukan dalam satu aplikasi tanpa proses rumit.

Baca Juga :  Seller Wajib Tanggung Ongkir, TikTok Shop dan Shopee Ubah Skema Biaya Logistik

Aidil Akbar, President International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) Indonesia, menilai fitur ini memudahkan masyarakat dalam membuat anggaran.

Ia menjelaskan bahwa konsep pemisahan uang sebenarnya sudah lama ada, tetapi bank digital berhasil mengemasnya dalam bentuk yang lebih sederhana dan mudah diakses.

“Banyak orang kesulitan membuat anggaran secara manual. Dengan fitur kantong digital, mereka bisa langsung mengatur uang sesuai kebutuhan tanpa repot,” kata Aidil.

Banyak Rekening Mulai Kehilangan Fungsi

Aidil juga menilai kebiasaan memiliki banyak rekening tidak lagi sekuat dulu. Ia melihat perubahan perilaku ini muncul karena layanan bank digital kini semakin lengkap.

Meski begitu, ia tidak menilai kebiasaan tersebut hilang sepenuhnya. Beberapa orang masih tetap membuka rekening di bank berbeda untuk kebutuhan tertentu, seperti bisnis atau investasi yang tidak tersedia dalam satu aplikasi.

“Kalau semua layanan sudah lengkap dalam satu platform, orang tidak perlu lagi membuka banyak rekening. Tapi kenyataannya belum semua bank digital menyediakan layanan lengkap,” jelasnya.

Efisiensi Jadi Alasan Utama

Kemudahan akses menjadi alasan utama masyarakat beralih ke bank digital. Pengguna merasa lebih efisien karena tidak perlu mengingat banyak akun atau memindahkan dana antarbank secara manual.

Baca Juga :  Rupiah Tertekan ke Rp17.300 per Dolar AS, Tekanan Global Masih Dominan

Selain itu, fitur otomatisasi dalam aplikasi juga membantu pengguna mengatur keuangan dengan lebih disiplin. Banyak aplikasi bank digital yang kini menyediakan pengingat pengeluaran, analisis transaksi, hingga fitur investasi langsung.

Perubahan ini membuat masyarakat lebih sadar terhadap pengelolaan uang. Mereka tidak lagi sekadar menyimpan, tetapi juga mengatur alur uang secara lebih terencana.

Masa Depan Rekening Konvensional

Meskipun bank digital terus berkembang, rekening bank konvensional belum sepenuhnya tergantikan. Beberapa layanan seperti transaksi besar, kredit, dan kebutuhan administratif masih bergantung pada bank tradisional.

Namun, tren menunjukkan arah yang jelas: masyarakat mulai memilih kemudahan dan kecepatan dalam satu platform digital dibandingkan mengelola banyak rekening secara terpisah.

Jika perkembangan ini terus berlanjut, bank digital berpotensi menjadi pusat utama pengelolaan keuangan pribadi di masa depan, sementara rekening konvensional akan berperan lebih spesifik.

Kesimpulan

Perubahan perilaku menabung menunjukkan transformasi besar dalam cara masyarakat mengatur keuangan. Bank digital mendorong efisiensi, mengurangi kebutuhan membuka banyak rekening, dan menghadirkan sistem pengelolaan uang yang lebih sederhana.

Dengan pola ini, masyarakat mulai meninggalkan cara lama dan beralih ke sistem yang lebih terintegrasi dan praktis.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Semarak Merah Putih Bengkulu Hadirkan Bazar UMKM dan Hiburan, Ekonomi Lokal Bergeliat
Benahi Keuangan Koperasi Desa, Pemprov Bengkulu Latih 156 Bendahara KDKMP
Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang
22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya
Pemprov Bengkulu Gas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih, Ini Fokus Utamanya
Pemkab Dharmasraya Rampungkan Lapak UMKM di Sungai Duo, Peluang Usaha Warga Terbuka
Investasi Bengkulu Tembus Rp2,85 Triliun, BRIEF 2026 Bidik Peluang Baru
HIPMI Sungai Penuh Bidik Peluang Ekonomi Baru, Ini Pesan Sekda Alpian
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Semarak Merah Putih Bengkulu Hadirkan Bazar UMKM dan Hiburan, Ekonomi Lokal Bergeliat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Benahi Keuangan Koperasi Desa, Pemprov Bengkulu Latih 156 Bendahara KDKMP

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:19 WIB

22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Pemprov Bengkulu Gas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih, Ini Fokus Utamanya

Berita Terbaru