BMRI Terkoreksi Tipis, Bank Mandiri Tetap Solid dengan Laba dan Dividen Menarik

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) bergerak melemah pada perdagangan Kamis (30/4) sore. Harga saham bank pelat merah ini turun 40 poin atau 0,90 persen ke level 4.390.

Aksi jual investor terjadi meski kinerja fundamental Bank Mandiri masih menunjukkan pertumbuhan positif. Pasar tetap mencermati arah suku bunga, sentimen global, serta potensi realisasi dividen besar perseroan tahun buku 2025.

Tekanan Jual Warnai Perdagangan BMRI

BMRI membuka perdagangan di level 4.430. Saham sempat menyentuh level tertinggi 4.450, namun tekanan jual mendorong harga turun hingga menyentuh 4.370 sebagai level terendah harian.

Pergerakan ini menunjukkan volatilitas yang masih tinggi pada saham perbankan besar. Investor cenderung melakukan aksi ambil untung setelah reli sebelumnya, terutama di sektor perbankan yang sudah menguat dalam beberapa bulan terakhir.

Kinerja Fundamental Tetap Tumbuh

Di sisi fundamental, Bank Mandiri mencatat kinerja yang masih solid pada kuartal pertama 2026. Perseroan membukukan pendapatan sekitar 34,02 triliun rupiah dengan pertumbuhan tahunan 1,48 persen.

Baca Juga :  Rights Issue ELPI Diserbu Investor, Kantongi Rp739 Miliar untuk Tambah Armada dan Perluas Bisnis Maritim

Laba bersih juga tercatat melampaui ekspektasi analis. Bank Mandiri mencatat pertumbuhan laba yang didorong oleh ekspansi kredit dan efisiensi biaya operasional.

EPS perusahaan naik sekitar 5,64 persen, menunjukkan peningkatan profitabilitas di tengah kondisi pasar yang kompetitif.

Kredit Tumbuh, Kualitas Aset Terjaga

Bank Mandiri terus menjaga pertumbuhan kredit di berbagai segmen, terutama korporasi dan ritel. Pertumbuhan kredit menjadi salah satu pendorong utama kenaikan laba pada awal tahun ini.

Di sisi lain, rasio kredit bermasalah atau NPL tetap terjaga di level rendah. Hal ini menunjukkan manajemen risiko perseroan masih berjalan efektif meskipun kondisi ekonomi global belum sepenuhnya stabil.

Dividen Tinggi Masih Jadi Daya Tarik

Saham BMRI tetap menarik perhatian investor karena menawarkan dividen yang relatif tinggi. Imbal hasil dividen tercatat sekitar 4,93 persen berdasarkan estimasi terbaru.

Baca Juga :  Dua Emiten Kompak Tebar Dividen 2026, MLPT dan BOLT Bagi-Bagi Cuan ke Investor

Pasar juga menantikan kepastian pembagian dividen final tahun buku 2025. Sebelumnya, manajemen telah memberi sinyal pembagian dividen dengan payout ratio yang tinggi, sehingga memperkuat daya tarik saham perbankan BUMN ini.

Prospek dan Sentimen Pasar

Analis menilai saham perbankan besar, termasuk BMRI, masih memiliki prospek jangka menengah yang stabil. Namun, pergerakan jangka pendek sangat dipengaruhi sentimen global, arah suku bunga, dan arus dana asing.

Di sisi lain, level harga BMRI masih berada di tengah rentang 52 minggu antara 4.010 hingga 5.575. Kondisi ini membuka ruang fluktuasi cukup lebar bagi pelaku pasar.

Kesimpulan

Meskipun saham BMRI terkoreksi tipis pada perdagangan terakhir, fundamental Bank Mandiri tetap kuat dengan pertumbuhan kredit, laba yang solid, serta dividen yang menarik. Investor kini menunggu katalis lanjutan dari kebijakan suku bunga dan pengumuman dividen resmi untuk menentukan arah pergerakan berikutnya.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Rights Issue ELPI Diserbu Investor, Kantongi Rp739 Miliar untuk Tambah Armada dan Perluas Bisnis Maritim
GOTO Kembali Jadi Sorotan, Buyback 7,59 Miliar Saham Rampung dan Siapkan Dana Rp3,5 Triliun
DSSA Beralih Arah dari Batu Bara ke Internet, Ribuan Investor Serbu Saham di Tengah Penurunan Laba
Sutarman Jadi Komisaris Utama Bukalapak, Perusahaan Perkuat Pengawasan dan Strategi Keamanan Siber
PTBA Bagi Dividen Rp1,32 Triliun, Strategi Simpan Laba Jadi Sorotan Investor
RUPST PTBA Putuskan Dua Langkah Besar: Bambang Ismawan Jadi Dirut, Dividen Rp1,32 Triliun Dibagikan
SpaceX Guncang Dunia Finansial, IPO Fantastis Tembus Rp 1.343 Triliun dan Ubah Peta Ekonomi Global
WIFI Kian Dilirik Investor, Internet Rakyat dan Lonjakan Trafik Global Jadi Motor Pertumbuhan Saham Surge
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 11:24 WIB

Rights Issue ELPI Diserbu Investor, Kantongi Rp739 Miliar untuk Tambah Armada dan Perluas Bisnis Maritim

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:00 WIB

GOTO Kembali Jadi Sorotan, Buyback 7,59 Miliar Saham Rampung dan Siapkan Dana Rp3,5 Triliun

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:00 WIB

DSSA Beralih Arah dari Batu Bara ke Internet, Ribuan Investor Serbu Saham di Tengah Penurunan Laba

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:00 WIB

Sutarman Jadi Komisaris Utama Bukalapak, Perusahaan Perkuat Pengawasan dan Strategi Keamanan Siber

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:00 WIB

PTBA Bagi Dividen Rp1,32 Triliun, Strategi Simpan Laba Jadi Sorotan Investor

Berita Terbaru