Bank Mandiri Bagi Dividen Rp44,47 Triliun, 79% Laba Mengalir ke Investor

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Bank Mandiri menetapkan pembagian dividen besar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026. Perseroan mengalokasikan dividen tunai Rp44,47 triliun dari laba bersih tahun buku 2025. Manajemen ingin memberi imbal hasil optimal kepada pemegang saham di tengah kinerja yang solid.

Dividen 79% dari Laba

Manajemen menetapkan dividend payout ratio sebesar 79% dari laba bersih Rp56,3 triliun. Angka ini sudah mencakup dividen interim Rp9,32 triliun pada Januari 2026. Perseroan kini menyiapkan sisa dividen tunai Rp35,15 triliun untuk investor.
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Henry Panjaitan, menegaskan keputusan ini sesuai dengan kondisi modal yang kuat.
“Struktur permodalan sangat solid. Kami mampu memberikan return optimal kepada pemegang saham,” ujar Henry dalam paparan RUPST di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Laba Ditahan untuk Ekspansi
Manajemen mengalokasikan Rp11,82 triliun atau 21% laba bersih sebagai saldo laba ditahan. Perseroan akan memakai dana ini untuk ekspansi bisnis dan menjaga stabilitas keuangan.
Langkah ini menunjukkan keseimbangan antara pembagian keuntungan dan penguatan modal internal.

Profitabilitas Tetap Tinggi

Sepanjang 2025, Bank Mandiri mencatat kinerja kuat. Perseroan membukukan Net Profit Margin (NPM) 34,2%. Angka ini mencerminkan efisiensi operasional yang tinggi.
Return on Equity (ROE) mencapai 17,19%. Rasio ini menunjukkan kemampuan manajemen dalam mengelola modal untuk menghasilkan laba.
Bank Mandiri juga mencatat total ekuitas Rp327,4 triliun. Posisi ini memperkuat kepercayaan pasar terhadap perusahaan.

Sinyal Positif bagi Investor

Pembagian dividen besar memberi sentimen positif bagi investor. Kebijakan ini menunjukkan fokus manajemen dalam menciptakan nilai tambah.
Investor melihat langkah ini sebagai sinyal kuat atas prospek bisnis ke depan. Fundamental yang kuat dan likuiditas yang terjaga turut mendukung daya tarik saham BMRI.

Prospek Tetap Cerah

Bank Mandiri akan melanjutkan ekspansi kredit dan mempercepat transformasi digital. Perseroan juga akan memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi nasional.
Strategi ini membuka peluang bagi Bank Mandiri untuk mempertahankan posisinya sebagai salah satu bank terbesar dan paling menguntungkan di Indonesia.
Baca Juga :  BBCA Terkoreksi 2,09%, Bank Central Asia Tetap Kokoh dengan Fundamental Solid

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:00 WIB

Bank Mandiri Bagi Dividen Rp44,47 Triliun, 79% Laba Mengalir ke Investor

Berita Terbaru

Oplus_0

Entrepreneur

Pejabat Ini Pilih Sepeda, Tolak Mobil Dinas Saat BBM Naik

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:30 WIB