JAKARTA – Tren penggunaan ponsel untuk anak di Amerika Serikat dan Kanada mulai berubah. Banyak orang tua kini meninggalkan smartphone seperti iPhone dan Android untuk anak-anak mereka, lalu beralih ke perangkat sederhana tanpa layar bernama Tin Can. Perangkat ini justru mencatat penjualan tinggi sejak meluncur pada April 2025.
Perangkat komunikasi anak tanpa layar
Tin Can hadir sebagai ponsel khusus anak dengan konsep sederhana. Perangkat ini hanya menyediakan fungsi panggilan suara tanpa layar, tanpa aplikasi, tanpa pesan teks, dan tanpa akses internet.
Produsen Tin Can merancang perangkat ini untuk mengurangi distraksi digital pada anak. Orang tua tetap bisa mengontrol penggunaan melalui aplikasi pendamping di smartphone.
Melalui aplikasi tersebut, orang tua bisa mengatur siapa saja yang boleh menghubungi anak, menentukan jadwal komunikasi, serta mengaktifkan mode Do Not Disturb kapan saja.
Laris di pasar Amerika dan Kanada
Sejak peluncuran awal, Tin Can langsung menarik perhatian pasar. Perusahaan mencatat ratusan ribu unit terjual hanya dalam waktu singkat. Gelombang penjualan awal bahkan langsung habis terjual.
Perusahaan yang berbasis di Seattle itu menyebut popularitas Tin Can tumbuh cepat melalui rekomendasi dari mulut ke mulut antar orang tua di Amerika Serikat dan Kanada.
Batch produksi terbaru baru akan dikirim pada Juni 2026 karena tingginya permintaan pasar.
Fitur panggilan dan kontrol orang tua
Tin Can memungkinkan anak melakukan panggilan tanpa batas ke sesama pengguna perangkat tersebut. Selain itu, perangkat ini juga mendukung panggilan darurat 911 secara gratis melalui paket layanan dasar.
Perusahaan juga menyediakan paket berbayar bernama “Party Line” dengan biaya sekitar US$9,99 per bulan. Paket ini memungkinkan anak menghubungi nomor ponsel biasa yang sudah mendapat persetujuan orang tua, termasuk nomor keluarga.
Desain sederhana dan harga terjangkau
Tin Can dijual dengan harga sekitar US$100 per unit. Perangkat ini hadir dalam beberapa pilihan warna dan menggunakan koneksi WiFi untuk beroperasi.
Pengguna cukup menghubungkan perangkat ke listrik rumah tanpa perlu jaringan telepon konvensional.
Fokus ekspansi pasar
CEO Tin Can, Chet Kittleson, menyatakan perusahaan masih fokus memenuhi permintaan yang terus meningkat. Ia menegaskan perusahaan ingin memastikan setiap pengguna mendapatkan pengalaman terbaik dari perangkat komunikasi anak tanpa layar tersebut.
Selain Amerika Utara, perusahaan juga menyiapkan ekspansi ke pasar lain, termasuk Inggris, dalam waktu dekat.
Tren baru di era digital anak
Fenomena Tin Can menunjukkan perubahan cara orang tua mengelola penggunaan teknologi pada anak. Banyak keluarga kini memilih perangkat yang lebih sederhana untuk mengurangi ketergantungan anak pada layar dan internet.
Tren ini sekaligus memicu diskusi baru tentang batasan teknologi dalam kehidupan anak di era digital yang semakin maju.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









