MSIN Ajukan Pencatatan Saham di Bursa Hong Kong, Angela Tanoesoedibjo Ungkap Strategi Global

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 April 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) mempercepat langkah ekspansi global dengan mengajukan permohonan A1 ke The Stock Exchange of Hong Kong Limited (HKEX). Pengajuan ini menjadi pintu awal bagi rencana pencatatan saham sekunder melalui Hong Kong Depositary Receipts (HDR).

Langkah tersebut menandai ambisi MSIN untuk memperluas akses pendanaan internasional dan memperkuat posisi di industri hiburan digital global.

MSIN Bidik Likuiditas Pasar Global

MSIN membidik salah satu pasar modal paling likuid di dunia melalui HKEX. Bursa Hong Kong mencatat rata-rata nilai transaksi harian di atas US$ 30 miliar, sehingga perusahaan berharap bisa menarik minat investor institusi global.

Perusahaan menilai pencatatan ini dapat membuka peluang pendanaan lebih besar untuk mendukung ekspansi bisnis digital yang sedang mereka jalankan.

MSIN juga menargetkan peningkatan skala bisnis di sektor konten digital, terutama platform over-the-top (OTT) dan konten berbasis mobile.

Strategi Ekspansi Digital Lewat V+ Short

MSIN melanjutkan ekspansi bisnis dengan meluncurkan V+ Short pada Maret 2026. Platform ini menghadirkan konten micro drama berdurasi pendek yang menyasar pengguna ponsel pintar di pasar global.

Baca Juga :  10 Saham Multibagger Terbesar di Indonesia Sejak 1945, Ini Daftar Lengkapnya

Perusahaan mendorong produksi konten baru setiap hari untuk menjaga keterlibatan pengguna. MSIN juga fokus mengembangkan format serial digital yang sesuai dengan tren konsumsi konten cepat dan vertikal.

Manajemen menyebut V+ Short menjadi salah satu pilar utama strategi pertumbuhan jangka panjang. Platform ini mendukung upaya MSIN memperkuat ekosistem konten digital terintegrasi.

Angela Tanoesoedibjo Tegaskan Ambisi Global

Direktur Utama sekaligus CEO MSIN, Angela Tanoesoedibjo, menegaskan pengajuan ke HKEX menjadi tonggak penting transformasi perusahaan.

“Langkah ini mencerminkan komitmen kami untuk memperluas akses permodalan internasional sekaligus memperkuat posisi strategis di industri media global,” kata Angela dalam keterangan resmi.

Ia menambahkan, MSIN siap mempercepat ekspansi internasional dengan dukungan investor global. Angela juga menyoroti pentingnya pengembangan platform OTT dan inovasi konten digital.

Menurut dia, perusahaan tetap berkomitmen menjaga tata kelola perusahaan yang kuat dan profesional di tengah ekspansi global.

Baca Juga :  Investor Asing Ramai Masuk RI, Rosan Targetkan Investasi Rp13.000 Triliun

Gandeng Konsorsium Penasihat Internasional

Untuk mendukung proses pencatatan di Hong Kong, MSIN menunjuk sejumlah penasihat global. China International Capital Corporation Hong Kong Securities Limited (CICC) bertindak sebagai sponsor tunggal.

MSIN juga menggandeng Latham & Watkins sebagai penasihat hukum serta Ernst & Young sebagai auditor pelaporan. Sementara itu, Bank of New York Mellon berperan sebagai bank depository untuk penerbitan HDR.

Perusahaan menilai keterlibatan institusi global tersebut memperkuat kredibilitas rencana pencatatan saham di pasar internasional.

Perkuat Ekosistem Hiburan Digital

MSIN saat ini mengelola ekosistem hiburan digital yang mencakup layanan video on demand berbasis iklan (AVOD), layanan berlangganan (SVOD), produksi konten, distribusi, hingga monetisasi intellectual property (IP).

Selain itu, perusahaan juga menjalankan jaringan multi-channel (MCN), layanan digital marketing, manajemen artis, dan agensi media.

Dengan strategi ini, MSIN berupaya memperluas jangkauan bisnis dari Indonesia ke pasar global, sekaligus memperkuat posisi sebagai pemain utama industri konten digital di Asia.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

BELL Tebar Dividen Rp10 Miliar, Cek Jadwal Lengkap dan Rincian Pembayarannya
IPO Masih Seret 2026, Airlangga Desak BEI Kebut Antrean Emiten Baru
Konglomerat RI Serbu Tambang Emas Australia, Prajogo hingga Salim Bergerak Agresif
BUMI Caplok Loyal Metals Rp977 Miliar, Perkuat Ekspansi Tambang di Australia
Lo Kheng Hong Pernah Boncos 85%, Lalu All In UNTR dan Bangkit Jadi Investor Legendaris
10 Saham Multibagger Terbesar di Indonesia Sejak 1945, Ini Daftar Lengkapnya
Hutama Karya Tancap Gas! Laba Rp464 M Lampaui Target 172% di Awal 2026
TLDN Ngebut 2026: Produksi CPO Digenjot, Akuisisi Jadi Senjata Baru
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 12:00 WIB

MSIN Ajukan Pencatatan Saham di Bursa Hong Kong, Angela Tanoesoedibjo Ungkap Strategi Global

Kamis, 30 April 2026 - 11:00 WIB

BELL Tebar Dividen Rp10 Miliar, Cek Jadwal Lengkap dan Rincian Pembayarannya

Kamis, 30 April 2026 - 05:00 WIB

IPO Masih Seret 2026, Airlangga Desak BEI Kebut Antrean Emiten Baru

Rabu, 29 April 2026 - 10:00 WIB

Konglomerat RI Serbu Tambang Emas Australia, Prajogo hingga Salim Bergerak Agresif

Rabu, 29 April 2026 - 07:00 WIB

BUMI Caplok Loyal Metals Rp977 Miliar, Perkuat Ekspansi Tambang di Australia

Berita Terbaru

Oplus_0

Pasar modal

IHSG Bergerak Fluktuatif, Investor Waspadai Sentimen Global

Kamis, 30 Apr 2026 - 11:31 WIB