BCA Ubah Strategi, Dividen Interim Dibagikan Tiga Kali Setahun Mulai 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 26 April 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyiapkan langkah baru dalam kebijakan dividen. Bank dengan kode saham BBCA itu akan membagikan dividen interim sebanyak tiga kali dalam setahun mulai tahun buku 2026.

Kebijakan ini menandai perubahan besar dari pola sebelumnya. Selama ini, BCA hanya membagikan dividen interim satu kali dalam setahun, biasanya pada akhir tahun.

BCA Ubah Strategi Pembagian Dividen

Direktur Keuangan BCA, Vera Eve Lim, menjelaskan manajemen telah menyusun rencana pembagian dividen interim secara kuartalan. BCA akan memulai skema ini pada kuartal II/2026.

“Mulai tahun ini, kami akan membagikan dividen interim setiap kuartal, yaitu kuartal kedua, ketiga, dan keempat,” ujar Vera dalam paparan kinerja kuartal I/2026.

Ia menegaskan langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang saham secara lebih rutin.

Besaran Dividen Masih Dikaji

Meski jadwal sudah ditetapkan, manajemen belum menentukan besaran dividen interim yang akan dibagikan. BCA masih mengkaji kondisi keuangan sebelum mengambil keputusan final.

Baca Juga :  Sensex Melejit 1.263 Poin di Awal Mei 2026, Investor Serbu Saham Usai Tekanan Global

“Nilainya belum kami putuskan. Kami akan menyesuaikan dengan kondisi keuangan perusahaan,” kata Vera.

Manajemen memastikan setiap keputusan tetap mengutamakan prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan kinerja bisnis.

Sudah Disampaikan di RUPST 2026

Rencana pembagian dividen interim ini sebenarnya bukan hal baru. Manajemen BCA sudah menyampaikan sinyal tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026.

Dalam forum tersebut, direksi menyatakan siap membagikan dividen interim hingga tiga kali dalam setahun, dengan syarat kondisi keuangan perusahaan mendukung.

Direksi juga menyebutkan pembagian dividen akan berjalan setelah mendapatkan persetujuan dari Dewan Komisaris.

Dividen 2025 Tembus Rp41,3 Triliun

Untuk tahun buku 2025, BCA mencatat pembagian dividen yang besar. Perseroan mengalokasikan total dividen sebesar Rp41,30 triliun atau setara Rp336 per saham.

BCA sebelumnya telah membagikan dividen interim sebesar Rp6,77 triliun. Perusahaan kemudian menyalurkan sisa dividen sebesar Rp34,5 triliun kepada pemegang saham.

Rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) mencapai 72%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 67,4%.

Baca Juga :  BBRI Paling Royal! Dividen Rp52,1 Triliun, Payout Ratio 92% Tertinggi di LQ45

Laba BCA Terus Tumbuh

Kinerja keuangan BCA tetap menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, BCA membukukan laba konsolidasian sebesar Rp57,56 triliun.

Angka tersebut tumbuh 4,94% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp54,85 triliun. Pertumbuhan ini memperkuat posisi BCA sebagai salah satu bank dengan profitabilitas tertinggi di Indonesia.

Manajemen optimistis kinerja solid akan mendukung rencana pembagian dividen yang lebih agresif ke depan.

Komitmen Tingkatkan Nilai bagi Investor

Dengan skema baru ini, BCA ingin memberikan kepastian arus dividen yang lebih stabil kepada investor. Pembagian dividen secara berkala juga diharapkan meningkatkan daya tarik saham BBCA di pasar.

Langkah ini sekaligus menunjukkan kepercayaan diri manajemen terhadap fundamental bisnis perusahaan yang tetap kuat di tengah dinamika ekonomi global.

Ke depan, investor akan menikmati distribusi dividen yang lebih rutin, seiring dengan strategi BCA menjaga pertumbuhan dan profitabilitas secara berkelanjutan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

WIFI Kian Dilirik Investor, Internet Rakyat dan Lonjakan Trafik Global Jadi Motor Pertumbuhan Saham Surge
RUPST Telkom 2026 Jadi Ujian Kredibilitas Transformasi Digital dan Keseimbangan Dividen
IHSG Hari Ini 19 Mei 2026 Bergerak Terbatas, Investor Fokus ke Saham Komoditas di Tengah Tekanan Global
IHSG Awal Pekan 18 Mei 2026 Berpotensi Terkoreksi, Ini Skenario Pergerakan dan Rekomendasi Saham Analis
Investor Soroti Rencana Private Placement BABP Jelang RUPS 2026, Potensi Dilusi dan Likuiditas Jadi Perhatian Pasar
Kekayaan Prajogo Pangestu Turun Tajam 2026, Posisi Orang Terkaya RI Bergeser di Tengah Tekanan Saham Grup Barito
IHSG 14 Mei 2026 Bergerak Fluktuatif, Tekanan Asing dan Aksi Jual Big Cap Bayangi Pasar
Laba Perdana Jadi Momentum, GOTO Siapkan Aksi Buyback Jumbo Rp3,5 Triliun
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:00 WIB

WIFI Kian Dilirik Investor, Internet Rakyat dan Lonjakan Trafik Global Jadi Motor Pertumbuhan Saham Surge

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:00 WIB

RUPST Telkom 2026 Jadi Ujian Kredibilitas Transformasi Digital dan Keseimbangan Dividen

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:00 WIB

IHSG Hari Ini 19 Mei 2026 Bergerak Terbatas, Investor Fokus ke Saham Komoditas di Tengah Tekanan Global

Senin, 18 Mei 2026 - 08:00 WIB

IHSG Awal Pekan 18 Mei 2026 Berpotensi Terkoreksi, Ini Skenario Pergerakan dan Rekomendasi Saham Analis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:00 WIB

Investor Soroti Rencana Private Placement BABP Jelang RUPS 2026, Potensi Dilusi dan Likuiditas Jadi Perhatian Pasar

Berita Terbaru