Mixue Tutup 428 Gerai, Ubah Strategi Ekspansi di Asia Tenggara

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Raksasa minuman asal China, Mixue Ice Cream & Tea, mengubah arah bisnis globalnya setelah beberapa tahun tumbuh sangat cepat di Asia Tenggara. Perusahaan ini kini memperlambat ekspansi dan mulai merapikan jaringan gerai yang sudah terlanjur melebar.

Dalam laporan terbaru, Mixue menutup ratusan gerai di luar negeri, terutama di Vietnam dan Indonesia. Kedua negara ini sebelumnya menjadi mesin utama pertumbuhan bisnis perusahaan.

Tutup 428 gerai dalam setahun

Mixue memangkas sekitar 428 gerai dalam satu tahun terakhir. Penutupan paling banyak terjadi di pasar Asia Tenggara yang sebelumnya mengalami ledakan pembukaan outlet secara besar-besaran.

Perusahaan melihat banyak wilayah sudah terlalu padat gerai. Kondisi itu memicu persaingan internal antar-outlet dan menekan keuntungan masing-masing gerai.

Perusahaan ubah strategi ekspansi

Meski menutup ratusan gerai, Mixue tidak menghentikan ekspansi global. Perusahaan tetap masuk ke pasar baru seperti Amerika Serikat dan Kazakhstan.

Baca Juga :  ADMR Gaspol Smelter Aluminium Tahun Ini

Mixue juga masuk ke Malaysia dan Thailand lewat merek berbeda, Lucky Cup. Langkah ini menunjukkan perusahaan memilih strategi ekspansi yang lebih hati-hati dan tidak lagi mengejar pertumbuhan cepat tanpa kontrol ketat.

Manajemen kini fokus pada efisiensi dan kualitas lokasi, bukan sekadar jumlah gerai.

Fokus ke gerai lebih besar dan lokasi strategis

Mixue mengubah format outlet dari gerai kecil menjadi toko yang lebih besar. Perusahaan juga memilih lokasi yang lebih strategis seperti jalan utama dan area premium.

Perubahan ini bertujuan meningkatkan visibilitas, memperbaiki pengalaman pelanggan, dan menekan biaya operasional per gerai. Perusahaan juga memperluas area produksi di dalam outlet agar operasional lebih efisien.

Meski melakukan perubahan format, Mixue tetap mempertahankan strategi harga murah sebagai daya tarik utama. Perusahaan menjaga biaya rendah melalui rantai pasok terintegrasi dari hulu ke hilir.

Vietnam dan Indonesia tetap jadi pasar kunci

Mixue masih menempatkan Vietnam dan Indonesia sebagai pasar terbesar di luar China. Namun, pertumbuhan agresif sebelumnya membuat sejumlah kota mengalami kejenuhan pasar.

Baca Juga :  BlackRock PHK 200 Karyawan Global, Strategi Baru di Tengah Perubahan Bisnis Investasi

Banyak gerai berdiri terlalu berdekatan sehingga pendapatan antar-outlet saling tertekan. Kondisi ini memaksa perusahaan melakukan konsolidasi jaringan.

Kinerja keuangan tetap tumbuh kuat

Di tengah penutupan gerai, kinerja keuangan Mixue justru menunjukkan pertumbuhan positif. Pada 2025, pendapatan perusahaan naik 35% menjadi CNY 33,56 miliar.

Laba bersih juga tumbuh 33% menjadi CNY 5,93 miliar. Angka ini menunjukkan efisiensi dan penataan ulang jaringan tidak menghambat pertumbuhan bisnis secara keseluruhan.

Tantangan: pasar mulai jenuh

Mixue kini menghadapi tantangan utama berupa kejenuhan pasar di beberapa negara. Ledakan ekspansi sebelumnya memang mendorong pertumbuhan cepat, tetapi juga menciptakan kompetisi internal yang tinggi.

Perusahaan kini menyeimbangkan strategi antara ekspansi, efisiensi, dan kualitas lokasi agar bisnis tetap tumbuh sehat dalam jangka panjang.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Koperasi Merah Putih di Jakarta Mulai Raup Untung, Ini Strategi Pengurus Menang di Tengah Gempuran Minimarket
Biodiesel Sawit Resmi Menggerakkan Lokomotif KAI, Transisi Energi Makin Nyata
Bupati Solok Selatan Kawal Pembaruan HGU PT Mitra Kerinci, Tegaskan Investasi Harus Sejalan dengan Kepentingan Masyarakat
Bengkulu Siapkan Pabrik Biodiesel, Langkah Awal Menuju Sentra Energi Sawit Nasional Dimulai
Mulai 1 Agustus, Jutaan Seller Shopee, TikTok Shop hingga Marketplace Lain Bakal Nikmati Diskon Biaya Layanan 50 Persen
Emas Pegadaian Mendadak Kompak Menguat Hari Ini 25 Juni 2026, Investor Langsung Bidik Antam, UBS dan Galeri 24
Mulai 1 Juli, Pendapatan Driver Ojol Berubah? GoTo dan Grab Buka Aturan Komisi 8 Persen
Harga Emas Antam Hari Ini 22 Juni 2022 Stabil, Investor Cermati Peluang di Level Rp2,668 Juta per Gram
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:00 WIB

Koperasi Merah Putih di Jakarta Mulai Raup Untung, Ini Strategi Pengurus Menang di Tengah Gempuran Minimarket

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:00 WIB

Biodiesel Sawit Resmi Menggerakkan Lokomotif KAI, Transisi Energi Makin Nyata

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:00 WIB

Bupati Solok Selatan Kawal Pembaruan HGU PT Mitra Kerinci, Tegaskan Investasi Harus Sejalan dengan Kepentingan Masyarakat

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:00 WIB

Bengkulu Siapkan Pabrik Biodiesel, Langkah Awal Menuju Sentra Energi Sawit Nasional Dimulai

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:39 WIB

Mulai 1 Agustus, Jutaan Seller Shopee, TikTok Shop hingga Marketplace Lain Bakal Nikmati Diskon Biaya Layanan 50 Persen

Berita Terbaru