Mahyeldi Kritik Kebijakan Fiskal Pusat, Soroti Ketimpangan Daerah di Hadapan DPD RI

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

PADANG – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memaparkan dampak kebijakan fiskal nasional terhadap daerah saat menerima kunjungan kerja Komite IV DPD RI. Pertemuan berlangsung di Istana Gubernuran, Senin (20/4/2026).

Mahyeldi menilai kebijakan fiskal pusat sangat memengaruhi stabilitas pembangunan daerah. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan keuangan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

Wakil Ketua Komite IV DPD RI, Elviana, mengatakan kunjungan ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD). Tim juga menyerap masukan langsung dari pemerintah daerah.

“Kami menemukan sejumlah kebijakan pusat berjalan baik saat perumusan, tetapi memunculkan kendala saat implementasi di daerah,” kata Elviana.

Ia menyoroti skema dana bagi hasil berbasis kinerja yang belum terukur optimal. Ia juga menyinggung perubahan komposisi pajak kendaraan bermotor yang menekan penerimaan provinsi.

Selain itu, Komite IV menyoroti pajak air permukaan dan potensi ketimpangan fiskal antardaerah. Mereka juga mengkaji dampak kebijakan terhadap hubungan keuangan antara provinsi dan kabupaten/kota.

Baca Juga :  Bupati Dharmasraya Annisa Pastikan Rp3 Miliar untuk Perbaikan Jalan Sembilan Koto

Mahyeldi lalu mencontohkan kebijakan opsen pajak yang langsung masuk ke kas kabupaten/kota. Menurutnya, kebijakan ini memberi kepastian penerimaan bagi daerah, tetapi mengurangi ruang provinsi untuk pemerataan.

“Dulu kami masih punya ruang membantu daerah dengan kapasitas fiskal rendah. Sekarang daerah dengan potensi kecil tetap menerima dalam jumlah kecil,” ujarnya.

Kritisi Perusaahan

Mahyeldi juga mengkritik praktik perusahaan yang beroperasi di daerah tetapi berkantor pusat di luar wilayah. Kondisi ini membuat daerah kehilangan potensi pajak.

“Daerah tempat aktivitas ekonomi berlangsung harus ikut merasakan manfaatnya,” tegasnya.

Di sisi lain, Pemprov Sumbar terus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Mahyeldi mendorong digitalisasi layanan melalui program Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).

Pemprov menghadirkan berbagai inovasi layanan, seperti Samsat Digital Nasional (SIGNAL), Samsat Nagari, dan Samsat Drive Thru. Pemprov juga menerapkan kebijakan tax clearance untuk memperkuat kepatuhan wajib pajak.

Baca Juga :  Gubernur Mahyeldi Ajak Insan Olahraga Sumbar Sukseskan Porprov 2026

Selain itu, Pemprov Sumbar juga memperkuat basis data dengan menggandeng kepolisian dan mitra terkait. Langkah ini membantu pemetaan potensi pajak secara akurat dan real-time.

Kendalikan Belanja ASN

Dalam pengelolaan anggaran, Pemprov mengendalikan belanja pegawai agar tetap efisien. Pemprov mengarahkan anggaran ke sektor prioritas, seperti pembangunan jalan, jembatan, pariwisata, dan pertanian.

Mahyeldi menegaskan langkah tersebut bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemprov Sumbar juga memperkuat peran provinsi dalam menjaga keseimbangan fiskal antardaerah. Pemerintah menyalurkan bantuan keuangan khusus dan dukungan teknis bagi daerah dengan kapasitas fiskal rendah.

Pertemuan ini diharapkan menghasilkan rekomendasi untuk menyempurnakan kebijakan fiskal nasional agar lebih adil dan adaptif.

Sejumlah anggota Komite IV DPD RI turut hadir, antara lain Cerint Iralloza Tasya, Daud Yordan, Siti Aseanti, Leni Andriani Surunuddin, Evi Apita Maya, dan Jihan Fahira, bersama jajaran perangkat daerah Pemprov Sumbar.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Harga Bahan Baku Naik 100%, Industri Popok Terancam PHK Massal
Biaya Energi Melonjak, Perusahaan Singapura Tahan PHK dan Bekukan Rekrutmen
Dolar AS Sentuh Rp17.000, Rupiah Tertekan Sentimen Global
Harga Plastik Naik 50 Persen, Indonesia Temukan Solusi Pasokan
BEI Gaspol Jalankan Liquidity Provider, 5 Saham Ini Langsung Lebih Likuid!
GoPay Tembus 26 Juta Pengguna Aktif, Transaksi Capai 600 Juta per Bulan
DJP Kejar Pajak Digital 2026: TikTok Shop, Kripto hingga Barang Mewah Dibidik
Gubernur Bengkulu Dorong Kemandirian Industri, Tinjau Produksi Minyak Goreng Lokal BMP
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 13:00 WIB

Harga Bahan Baku Naik 100%, Industri Popok Terancam PHK Massal

Kamis, 23 April 2026 - 12:00 WIB

Biaya Energi Melonjak, Perusahaan Singapura Tahan PHK dan Bekukan Rekrutmen

Kamis, 23 April 2026 - 11:00 WIB

Mahyeldi Kritik Kebijakan Fiskal Pusat, Soroti Ketimpangan Daerah di Hadapan DPD RI

Kamis, 23 April 2026 - 09:00 WIB

Harga Plastik Naik 50 Persen, Indonesia Temukan Solusi Pasokan

Kamis, 23 April 2026 - 06:00 WIB

BEI Gaspol Jalankan Liquidity Provider, 5 Saham Ini Langsung Lebih Likuid!

Berita Terbaru

Oplus_0

Nasional

Wali Kota Alfin Tinjau Ratusan CJH Sungai Penuh Cek Kesehatan

Kamis, 23 Apr 2026 - 12:30 WIB