Kemenperin Siapkan Subsidi Industri Plastik di Tengah Ancaman Krisis Pasokan Global

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 19 April 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyiapkan sejumlah skenario untuk menjaga keberlangsungan industri plastik di tengah risiko gangguan pasokan bahan baku. Tekanan itu muncul akibat ketegangan di Selat Hormuz setelah gagalnya kesepakatan Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemerintah menaruh perhatian pada dua persoalan utama, yakni harga dan ketersediaan pasokan bahan baku plastik.

“Persoalan utama ada pada supply dan pricing. Pemerintah terus mencari bentuk subsidi yang tepat, terutama untuk industri kecil dan menengah. Kami juga berkoordinasi dengan supplier agar ada ruang penyesuaian margin,” kata Agus di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Baca Juga :  Indonesia Datangkan Nafta dari AS, Bahan Baku Plastik Stabil

Agus menegaskan pemerintah akan fokus membantu industri kecil dan menengah (IKM) agar tetap mampu bertahan di tengah tekanan biaya produksi. Ia menyebut skema dukungan masih dalam tahap pembahasan lintas pihak.

Selain opsi subsidi, Kemenperin juga menyiapkan langkah diversifikasi impor bahan baku, terutama nafta yang menjadi bahan utama industri plastik. Selama ini, Indonesia masih bergantung pada pasokan dari kawasan Timur Tengah.

Baca Juga :  Harga Plastik Naik 50 Persen, Indonesia Temukan Solusi Pasokan

Agus mengungkapkan pemerintah sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah negara alternatif untuk mengamankan pasokan, meski ia belum membeberkan detail negara yang terlibat.

“Kami sudah melakukan komunikasi dengan beberapa negara alternatif, tapi belum bisa kami sampaikan secara rinci,” ujarnya.

Pemerintah berharap langkah diversifikasi dan skema subsidi bisa menjaga stabilitas industri plastik nasional, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik global yang masih berlanjut.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Gelombang PHK Tekstil Picu Lahirnya Ribuan Pengusaha Konveksi Baru, Eks Buruh Justru Ciptakan Lapangan Kerja
Heboh Minyakita Bau Solar, Kemendag Siapkan Sanksi Keras, Produsen Terancam Tindakan Hukum
Puluhan Mobil Baru Siap Meluncur di GIIAS 2026, Persaingan Pabrikan Makin Panas dan Pasar Otomotif Bergairah
Gelombang PHK Buruh Otomotif Jatim Menguat, Industri Kendaraan Hadapi Tekanan Besar
Tarif AS Jadi Ujian Baru Industri Indonesia, Apindo Bongkar Strategi Agar Ekspor Tetap Kuat
PMI Manufaktur RI Diperkirakan Masih Tertekan, Ekonom Soroti Dua Tekanan Utama
Pasar Mobil RI Meledak di Awal 2026, Penjualan Naik 12,5 Persen
Indonesia Datangkan Nafta dari AS, Bahan Baku Plastik Stabil
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:00 WIB

Gelombang PHK Tekstil Picu Lahirnya Ribuan Pengusaha Konveksi Baru, Eks Buruh Justru Ciptakan Lapangan Kerja

Senin, 6 Juli 2026 - 12:00 WIB

Heboh Minyakita Bau Solar, Kemendag Siapkan Sanksi Keras, Produsen Terancam Tindakan Hukum

Senin, 6 Juli 2026 - 09:00 WIB

Puluhan Mobil Baru Siap Meluncur di GIIAS 2026, Persaingan Pabrikan Makin Panas dan Pasar Otomotif Bergairah

Senin, 22 Juni 2026 - 22:20 WIB

Gelombang PHK Buruh Otomotif Jatim Menguat, Industri Kendaraan Hadapi Tekanan Besar

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00 WIB

Tarif AS Jadi Ujian Baru Industri Indonesia, Apindo Bongkar Strategi Agar Ekspor Tetap Kuat

Berita Terbaru

Oplus_0

Ekonomi Bisnis

Bermodal Motor Sendiri, Driver Ojol Bakal Jadi Pengusaha Mikro

Selasa, 21 Jul 2026 - 19:00 WIB