Investor Global Apresiasi Kebijakan RI, Stabilitas Ekonomi Dinilai Tetap Terjaga

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 17 April 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Investor global memberi apresiasi terhadap kebijakan ekonomi Indonesia yang dinilai berhasil menjaga stabilitas di tengah tekanan pasar keuangan global. Mereka menilai pemerintah dan otoritas keuangan bergerak cepat dalam merespons dinamika eksternal.

Sejumlah investor menyebut Indonesia tetap menarik karena fundamental ekonominya kuat. Mereka menyoroti inflasi yang terkendali, nilai tukar rupiah yang relatif stabil, serta pertumbuhan ekonomi yang masih berada di jalur positif.

Baca Juga :  Rupiah Melemah, IHSG Anjlok, Menkeu Purbaya Buka Suara

Pelaku pasar juga menilai Bank Indonesia konsisten menjaga kebijakan moneter yang seimbang. Kebijakan suku bunga yang adaptif dinilai membantu menjaga daya tarik investasi tanpa mengganggu pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah turut memperkuat kepercayaan pasar melalui berbagai langkah kebijakan fiskal. Pemerintah mendorong belanja produktif, menjaga defisit anggaran dalam batas aman, serta mempercepat realisasi investasi di sektor strategis.

Analis pasar menyebut kepercayaan investor global muncul karena konsistensi kebijakan Indonesia dalam menghadapi gejolak eksternal, termasuk kenaikan suku bunga global dan ketidakpastian geopolitik.

Baca Juga :  Tren IPO Lesu, Backdoor Listing Jadi Jalan Pintas Emiten Masuk Bursa

Dengan kondisi tersebut, Indonesia masih masuk daftar negara berkembang yang menarik bagi investor jangka panjang. Mereka melihat peluang pertumbuhan ekonomi domestik tetap solid dibandingkan sejumlah negara lain.

Pelaku pasar berharap pemerintah terus menjaga konsistensi kebijakan agar arus modal asing tetap masuk dan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga di tengah tekanan global.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Gula RI Mau Bangkit, Wamentan Targetkan Rendemen Tebu Naik ke Level Kolonial
Ekonomi China Ngebut 5% di Q1 2026, Ekspor Melejit Saat Konsumsi Melemah
Tren IPO Lesu, Backdoor Listing Jadi Jalan Pintas Emiten Masuk Bursa
RI Berebut Minyak AS, Harga Bisa Melonjak 30% di Atas WTI
OJK Siapkan 6 Aturan Baru Asuransi, Ini Fokus Utamanya untuk Perkuat Industri PPDP
Biaya Kesehatan Rp175 Triliun Masih Ditanggung Warga, OJK Dorong Asuransi
Wagub Vasko Dorong Daerah Sumbar Rebut Pasar Pangan Jakarta lewat Skema B2G
Loker 30 Ribu Kopdes Merah Putih Resmi Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 19:00 WIB

Investor Global Apresiasi Kebijakan RI, Stabilitas Ekonomi Dinilai Tetap Terjaga

Jumat, 17 April 2026 - 15:00 WIB

Gula RI Mau Bangkit, Wamentan Targetkan Rendemen Tebu Naik ke Level Kolonial

Jumat, 17 April 2026 - 12:37 WIB

Ekonomi China Ngebut 5% di Q1 2026, Ekspor Melejit Saat Konsumsi Melemah

Jumat, 17 April 2026 - 09:00 WIB

Tren IPO Lesu, Backdoor Listing Jadi Jalan Pintas Emiten Masuk Bursa

Jumat, 17 April 2026 - 08:00 WIB

RI Berebut Minyak AS, Harga Bisa Melonjak 30% di Atas WTI

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

Pendaftaran Pimpinan Baznas Sungai Penuh Diperpanjang

Jumat, 17 Apr 2026 - 21:30 WIB