KERINCI – Ajang lari lintas alam Kerinci100 kembali digelar. Sebanyak 243 pelari dari 12 negara ikut ambil bagian dalam lomba ini. Event berlangsung pada 4–5 April 2026, pekan lalu.
Peserta datang dari Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Prancis, Belanda, Jepang, China, Filipina, Rusia, Thailand, Korea Selatan, dan Vietnam. Panitia mencatat 56 pelari berasal dari luar negeri. Sementara itu, 187 peserta lainnya datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Penyelenggara membagi lomba ke dalam empat kategori. Kategori tersebut meliputi 12 km, 30 km, 70 km, dan 100 km. Peserta menempuh lintasan ekstrem di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).
Rute lomba melintasi Gunung Kerinci, Danau Gunung Tujuh, dan kawasan rawa pegunungan. Jalur ini menyajikan tantangan fisik sekaligus panorama alam yang khas.
Direktur Operasional Kerinci100, Dian Ersukmara, menyebut Gunung Kerinci sebagai daya tarik utama. Gunung ini tercatat sebagai gunung api aktif tertinggi di Indonesia.
Ia juga menyoroti keterbatasan data lintasan di kawasan Kerinci. Kondisi ini justru menarik minat para pelari yang ingin menguji kemampuan.
“Pelari harus menyusun strategi untuk menghadapi medan. Lintasan memiliki karakter unik. Area rawa juga menjadi tantangan tersendiri bagi peserta,” kata Dian.









