JAKARTA – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa sejumlah menteri koordinator dan menteri teknis telah menyepakati rencana penerapan work from home (WFH) satu hari setiap pekan. Pemerintah menyiapkan kebijakan ini sebagai upaya menghemat bahan bakar minyak di tengah dinamika global.
Tito menjelaskan, para pejabat menggelar rapat yang berlangsung cukup lama untuk membahas rencana tersebut. Sejumlah pejabat hadir dalam pertemuan itu, antara lain Menko PMK Pratikno, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Mensesneg Prasetyo Hadi, serta Seskab Teddy Indra Wijaya. Rapat itu juga membahas langkah antisipasi terhadap dampak konflik di Timur Tengah.
Menurut Tito, para peserta rapat mencapai kesepakatan awal terkait opsi WFH satu hari dalam sepekan. Namun, pemerintah belum menetapkan keputusan final. Pemerintah masih membawa hasil rapat kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum mengumumkannya kepada publik.
Tito belum menyebutkan hari yang akan berlaku untuk WFH. Ia menegaskan bahwa pemerintah masih menunggu persetujuan Presiden sebelum menentukan jadwal tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa rencana penerapan WFH tidak menimbulkan kendala berarti bagi pemerintah pusat maupun daerah. Pemerintah pernah menerapkan skema kerja fleksibel ini saat pandemi COVID-19, ketika pegawai bekerja dari rumah dengan penyesuaian tertentu.
Dengan pengalaman tersebut, pemerintah menilai kebijakan WFH satu hari dalam sepekan dapat berjalan efektif. Saat ini, pemerintah menunggu keputusan akhir Presiden sebelum menerapkannya secara nasional.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









