Volkswagen Mau PHK 50.000 Karyawan, Laba Terjun Bebas

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 13 Maret 2026 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Untuk menghadapi tekanan global, produsen mobil terbesar di Eropa, Volkswagen, akan memangkas 50.000 pekerjaan di Jerman hingga 2030. Perusahaan mengambil langkah ini karena persaingan ketat di China dan tarif Amerika Serikat menekan kinerjanya.

Selain itu, CEO Volkswagen, Oliver Blume, mengatakan pengurangan akan menyasar beberapa unit, termasuk merek premium Audi dan Porsche, serta anak usaha perangkat lunak Volkswagen, Cariad. Keputusan terbaru menambah pengurangan yang sebelumnya disepakati dengan serikat pekerja pada akhir 2024, yaitu 35.000 pekerjaan, sebagai strategi efisiensi untuk menghemat 15 miliar euro per tahun.

Baca Juga :  Pasar Otomotif Online Makin Panas, Platform Jual Beli Mobil Bekas Berlomba Tarik Konsumen

Volkswagen mencatat laba setelah pajak turun sekitar 44% pada 2025, menjadi 6,9 miliar euro atau sekitar US$8 miliar, level terendah sejak 2016. Perusahaan menanggung penurunan ini akibat tarif AS, persaingan di China, biaya restrukturisasi Porsche, dan beban akibat skandal uji emisi diesel.

Di sisi lain, Arno Antlitz, Kepala Keuangan Volkswagen, menekankan perusahaan harus menekan biaya secara tegas agar tetap kompetitif. “Kami akan fokus menekan biaya dalam beberapa bulan ke depan agar margin laba grup tetap sehat,” ujarnya.

Baca Juga :  Toyota Rush GR Sport Layak Dibeli: Kabin Luas, Irit BBM, Tangguh

Volkswagen memperkirakan margin laba inti 2026 berada di kisaran 4%–5,5%, lebih rendah dari 4,6% tahun ini.

Perusahaan menyesuaikan berbagai biaya sekali jalan, termasuk restrukturisasi dan keputusan Porsche memperpanjang produksi mobil berbahan bakar bensin, karena permintaan kendaraan listrik belum maksimal.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Honda Buka Pemesanan EV Baru di Indonesia, Pasar Mobil Listrik Makin Kompetitif
Persaingan Mobil Listrik Rp 200 Jutaan Memanas, SUV Ringkas dan Strategi Harga Ubah Arah Pasar EV Indonesia
Honda Supra GTR 150 2026: Masih Relevan atau Mulai Tergeser Motor Matic Sport di Kelas Harian?
BYD Bersiap Luncurkan MPV Plug-in Hybrid di Indonesia, Strategi Baru Dimulai
Suzuki Burgman 150 Resmi Meluncur, Perketat Persaingan Skutik Premium 150 cc
Babak Mengejutkan Honda: Kerugian Pertama dalam 70 Tahun di Tengah Guncangan Era EV
Harga Mobil Listrik BYD Mei 2026: Atto 1 Jadi Sorotan, Ini Daftar Lengkapnya
Penjualan Mobil Tiba-Tiba Meledak April 2026, Pasar Otomotif RI Pulih Kencang
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 19:00 WIB

Honda Buka Pemesanan EV Baru di Indonesia, Pasar Mobil Listrik Makin Kompetitif

Senin, 18 Mei 2026 - 16:00 WIB

Persaingan Mobil Listrik Rp 200 Jutaan Memanas, SUV Ringkas dan Strategi Harga Ubah Arah Pasar EV Indonesia

Senin, 18 Mei 2026 - 14:00 WIB

Honda Supra GTR 150 2026: Masih Relevan atau Mulai Tergeser Motor Matic Sport di Kelas Harian?

Senin, 18 Mei 2026 - 11:00 WIB

BYD Bersiap Luncurkan MPV Plug-in Hybrid di Indonesia, Strategi Baru Dimulai

Senin, 18 Mei 2026 - 06:00 WIB

Suzuki Burgman 150 Resmi Meluncur, Perketat Persaingan Skutik Premium 150 cc

Berita Terbaru

Oplus_0

Ekonomi Digital

TikTok Shop Ubah Skema Komisi, Biaya Penjual Naik Tajam

Senin, 18 Mei 2026 - 19:44 WIB