TPP Mandek 3 Bulan, Ribuan ASN Kerinci Menanti Kepastian

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 17 April 2026 - 22:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

KERINCI – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci belum menerima Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) selama tiga bulan terakhir. Kondisi ini memicu keresahan di kalangan pegawai yang menggantungkan penghasilan tambahan tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.

Sejumlah ASN meminta pemerintah daerah segera memberi kepastian pembayaran. Mereka menilai keterlambatan ini berpotensi mengulang masalah serupa yang pernah terjadi sebelumnya, termasuk keterlambatan rapel kenaikan pangkat.

“Kami butuh kepastian. Jangan sampai pola lama terulang tanpa penjelasan,” kata salah satu ASN.

Di internal pemerintahan, muncul isu terkait penyebab keterlambatan. Sejumlah sumber menyebut beberapa dinas mengajukan skema tunjangan baru ke Kementerian Keuangan RI. Namun, pemerintah pusat menolak usulan tersebut karena tidak sesuai regulasi dan tidak sejalan dengan kemampuan keuangan daerah. Penolakan itu disebut ikut menghambat proses pencairan TPP yang sebelumnya berjalan.

Baca Juga :  Purbaya Ubah Arah LPDP, 80 Persen Beasiswa Mulai 2026 Fokus Cetak Talenta STEM untuk Industri Strategis

Hingga pertengahan April 2026, lebih dari 3.000 ASN di Kerinci belum menerima TPP satu kuartal penuh. Kondisi ini membuat tekanan di lingkungan birokrasi semakin meningkat.

Aktivis Kerinci, Edward P, mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas. Ia menilai persoalan ini tidak hanya menyangkut administrasi, tetapi juga kesejahteraan keluarga ASN.

Baca Juga :  BBRI Raih Laba Fantastis, Dividen 2026 Menarik

“Ini menyangkut hidup ribuan keluarga ASN,” kata Edward kepada wartawan

Ia juga meminta Bupati Kerinci Monadi dan Wakil Bupati Murison segera turun tangan dan menyelesaikan persoalan tersebut. Menurutnya, lambannya penyelesaian bisa mengganggu stabilitas kerja aparatur dan pelayanan publik.

Pemerintah Kabupaten Kerinci melalui Sekretariat Daerah dan Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) belum memberikan keterangan resmi terkait keterlambatan pembayaran TPP tersebut.

Situasi ini memicu kekhawatiran luas di kalangan ASN. Mereka berharap pemerintah daerah segera memastikan jadwal pembayaran agar persoalan tidak berlarut dan tidak mengganggu kinerja birokrasi.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Petani Dharmasraya Bidik Pasar MBG, Bupati Annisa Salurkan 12,3 Ton Benih Jagung
Hadiri Hari Sumpah Pemuda ke-98, Ini Pesan Wakil Ketua DPRD Hardizal
Kepala SDN 064 Koto Tuo Mundur Usai Wali Murid Segel Sekolah, Disdik Siapkan Plt
MUSDA VIII Pramuka Bengkulu Bahas Masa Depan Generasi Muda, Herwan Antoni Tekankan Karakter
Bukan Sekadar Pendidikan Agama, Mahyeldi Ingin Pesantren Gerakkan Ekonomi Sumatera Barat
Produksi CPO Bengkulu Capai 1,5 Juta Ton, Wagub Mian Bidik DBH Sawit untuk Jalan Rakyat
Semarak Merah Putih Bengkulu Hadirkan Bazar UMKM dan Hiburan, Ekonomi Lokal Bergeliat
Benahi Keuangan Koperasi Desa, Pemprov Bengkulu Latih 156 Bendahara KDKMP
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Petani Dharmasraya Bidik Pasar MBG, Bupati Annisa Salurkan 12,3 Ton Benih Jagung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Hadiri Hari Sumpah Pemuda ke-98, Ini Pesan Wakil Ketua DPRD Hardizal

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Kepala SDN 064 Koto Tuo Mundur Usai Wali Murid Segel Sekolah, Disdik Siapkan Plt

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:19 WIB

MUSDA VIII Pramuka Bengkulu Bahas Masa Depan Generasi Muda, Herwan Antoni Tekankan Karakter

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Bukan Sekadar Pendidikan Agama, Mahyeldi Ingin Pesantren Gerakkan Ekonomi Sumatera Barat

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

Dari MoU hingga Bantuan Pupuk, Azhar Hamzah Dorong Kemajuan Petani

Sabtu, 31 Okt 2026 - 14:35 WIB