JAKARTA – Militer China memamerkan robot anjing tempur terbaru. Robot ini mampu bergerak dalam formasi kelompok seperti kawanan serigala. Teknologi tersebut tampil dalam dokumenter di China Central Television (CCTV).
Robot ini tidak lagi bergantung pada kontrol manual satu per satu. Prajurit cukup memberi satu perintah. Seluruh unit langsung menyesuaikan gerakan dan tugas di lapangan.
Setiap unit memiliki peran berbeda. Beberapa robot menjalankan tugas pengintaian. Sebagian robot membawa logistik. Unit lain menjalankan fungsi tempur.
Untuk kebutuhan tempur, robot ini bisa membawa berbagai senjata. Contohnya pelontar granat, senapan otomatis, hingga rudal kecil.
Desain berkaki empat membuat robot ini lebih fleksibel. Robot mampu melintasi medan berat seperti reruntuhan dan gang sempit. Kemudian, robot ini melaju hingga 14,5 km per jam. Robot juga membawa beban hingga 25 kilogram.
Sistem ini sudah mendukung identifikasi target secara otomatis. Namun, operator manusia tetap memberi persetujuan sebelum melakukan serangan. Prajurit memberi perintah lewat suara atau perangkat khusus.
Robot ini juga terhubung dengan drone udara. Keduanya bekerja dalam satu sistem terintegrasi. Puluhan unit menjalankan misi pengintaian, gangguan sinyal, hingga serangan.
Selain itu, militer China menampilkan teknologi lain. Mereka menunjukkan senjata laser untuk melumpuhkan drone. Mereka juga memperlihatkan kapal tanpa awak berkecepatan tinggi.
Sistem ini tidak bergantung pada sinyal satelit. Teknologi navigasi mandiri memungkinkan operasi tetap berjalan saat sinyal terganggu.
Pengembangan ini menunjukkan arah baru peperangan modern. Sistem otonom akan semakin dominan. Peran manusia mulai bergeser ke pengawasan dan pengambilan keputusan.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









