Robot Anjing Tempur China, Bisa Bergerak Kompak dan Bawa Senjata

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 5 April 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Militer China memamerkan robot anjing tempur terbaru. Robot ini mampu bergerak dalam formasi kelompok seperti kawanan serigala. Teknologi tersebut tampil dalam dokumenter di China Central Television (CCTV).

Robot ini tidak lagi bergantung pada kontrol manual satu per satu. Prajurit cukup memberi satu perintah. Seluruh unit langsung menyesuaikan gerakan dan tugas di lapangan.

Setiap unit memiliki peran berbeda. Beberapa robot menjalankan tugas pengintaian. Sebagian robot membawa logistik. Unit lain menjalankan fungsi tempur.

Untuk kebutuhan tempur, robot ini bisa membawa berbagai senjata. Contohnya pelontar granat, senapan otomatis, hingga rudal kecil.

Baca Juga :  Pemerintah Batasi Anak di Bawah 16 Tahun Akses Medsos

Desain berkaki empat membuat robot ini lebih fleksibel. Robot mampu melintasi medan berat seperti reruntuhan dan gang sempit. Kemudian, robot ini melaju hingga 14,5 km per jam. Robot juga membawa beban hingga 25 kilogram.

Sistem ini sudah mendukung identifikasi target secara otomatis. Namun, operator manusia tetap memberi persetujuan sebelum melakukan serangan. Prajurit memberi perintah lewat suara atau perangkat khusus.

Robot ini juga terhubung dengan drone udara. Keduanya bekerja dalam satu sistem terintegrasi. Puluhan unit menjalankan misi pengintaian, gangguan sinyal, hingga serangan.

Baca Juga :  Smartphone Layar 7 Inci Jadi Tren, Baterai Besar Bikin Tahan Lama

Selain itu, militer China menampilkan teknologi lain. Mereka menunjukkan senjata laser untuk melumpuhkan drone. Mereka juga memperlihatkan kapal tanpa awak berkecepatan tinggi.

Sistem ini tidak bergantung pada sinyal satelit. Teknologi navigasi mandiri memungkinkan operasi tetap berjalan saat sinyal terganggu.

Pengembangan ini menunjukkan arah baru peperangan modern. Sistem otonom akan semakin dominan. Peran manusia mulai bergeser ke pengawasan dan pengambilan keputusan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Zuckerberg Gagal Akuisisi DeepMind, Makan Malam Jadi Penentu Kemenangan Google
Asus Perkenalkan Laptop Gaming Terbaru, ROG Strix G16 dan G18
Ilmuwan China Ciptakan Penyimpanan Data Pakai DNA, Bisa Simpan Miliaran Lagu
AI Kreatif: Bikin Video, Gambar, dan Musik Kini Cuma Modal Teks
GITEX AI Asia 2026 Digelar di Singapura, Ribuan Pelaku Teknologi Hadir 
Garmin Kini Bisa Telepon dan Chat WhatsApp dari Smartwatch
Samsung Galaxy M17e Resmi Meluncur, HP Murah Rasa Flagship dengan Baterai 6000 mAh
Bikin Email Siap Kirim Pakai AI, Praktis dan Hemat Waktu
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 08:00 WIB

Asus Perkenalkan Laptop Gaming Terbaru, ROG Strix G16 dan G18

Minggu, 5 April 2026 - 06:00 WIB

Robot Anjing Tempur China, Bisa Bergerak Kompak dan Bawa Senjata

Minggu, 5 April 2026 - 05:00 WIB

Ilmuwan China Ciptakan Penyimpanan Data Pakai DNA, Bisa Simpan Miliaran Lagu

Minggu, 5 April 2026 - 04:00 WIB

AI Kreatif: Bikin Video, Gambar, dan Musik Kini Cuma Modal Teks

Sabtu, 4 April 2026 - 17:00 WIB

GITEX AI Asia 2026 Digelar di Singapura, Ribuan Pelaku Teknologi Hadir 

Berita Terbaru