JAKARTA – Menjelang Lebaran, penipuan keuangan dan kejahatan digital semakin marak. Oleh karena itu, OJK mengimbau masyarakat selalu waspada terhadap berbagai modus penipuan.
Pejabat Sementara Ketua OJK, Friderica Widyasari Dewi, mencatat selama 10 hari pertama Ramadan, masyarakat melaporkan 13.100 kasus penipuan dan 22.900 rekening bermasalah. Selain itu, jumlah laporan meningkat dibandingkan sebelum Ramadan 2025.
Kiki, sapaan akrab Friderica, menyebut pelaku penipuan sering menyamar sebagai perusahaan asing. Mereka menggunakan tutur kata meyakinkan agar korban percaya. Dengan demikian, pelaku bisa menguras uang di rekening tanpa bertatap muka.
Berbeda dari dulu, pelaku kini memanfaatkan teknologi digital. Mereka tidak perlu menemui korban. Sebagai contoh, orang tiba-tiba kehilangan saldo ketika mengklik tautan palsu.
OJK memperkuat layanan pengaduan melalui portal IASC untuk mengantisipasi scam dan fraud. Selain itu, masyarakat diminta berhati-hati pada penipuan belanja online, terutama menjelang Lebaran. Ibu-ibu yang membeli pakaian atau aksesoris online menjadi target favorit penipu.
Transaksi promo Lebaran juga rawan. Penipu bisa melacak lokasi pembelian barang. Oleh karena itu, masyarakat harus selalu mengecek tautan sebelum mengklik.
OJK juga menyoroti penipuan konvensional, misalnya jual beli kendaraan bekas. Pelaku memanfaatkan momen mudik untuk menipu pembeli mobil atau motor, lalu langsung mengambil uang korban. Dengan langkah cepat, OJK dan bank terkait memblokir transaksi yang mencurigakan.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









