Rahasia Sehat di Balik Puasa Ramadan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 19 Februari 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta — Ramadan menjadi momen penting bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah sekaligus menjaga kesehatan tubuh. Selain itu, puasa juga memberi manfaat bagi keseimbangan sel dalam tubuh.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman, menyampaikan hal tersebut dalam Pengajian Songsong Ramadan 1447 H.

Puasa dan Mekanisme Autophagy

Dalam kesempatan tersebut, panitia menggelar kegiatan di RS ‘Aisyiyah Walidah Dahlan, Kulon Progo, Kamis malam (12/2). Pengajian menyoroti kaitan puasa dengan proses autophagy.

Tubuh menjalankan autophagy sebagai mekanisme alami. Tubuh menghancurkan dan mendaur ulang sel yang rusak atau menua melalui proses ini. Dengan demikian, tubuh menjaga kesehatan sekaligus menekan risiko penyakit degeneratif.

Baca Juga :  Waspada Vishing: Penipuan Telepon yang Bisa Bajak Ponsel

Menurut Agus, tubuh mengaktifkan autophagy saat seseorang membatasi asupan kalori. Sebaliknya, tubuh sulit menjalankan proses ini jika seseorang terus makan tanpa jeda. Oleh karena itu, pembatasan makan selama 12 hingga 16 jam membantu mengaktifkan mekanisme tersebut. Pola ini mirip dengan durasi puasa.

Kearifan Lokal dan Tradisi Puasa

Di sisi lain, masyarakat Jawa mengenal pembatasan makan melalui laku tapa atau tirakat. Tak hanya itu, masyarakat terdahulu memanfaatkan praktik tersebut untuk menjaga kesehatan hingga usia lanjut.

Dukungan Riset Ilmiah Dunia

Sejalan dengan hal tersebut, riset ilmiah global juga mendukung manfaat autophagy. Ilmuwan Jepang peraih Nobel Fisiologi, Yoshinori Ohsumi, meneliti mekanisme autophagy pada sel.

Baca Juga :  Pemerintah Cairkan Rp15 Miliar untuk BPJS PBI

Fase Respons Tubuh Saat Puasa

Lebih lanjut, Agus menjelaskan respons tubuh selama puasa berlangsung secara bertahap. Setelah sahur, tubuh tetap terasa segar selama sekitar empat jam.

Selanjutnya, tubuh mulai memunculkan rasa lapar sekitar enam jam setelah sahur. Tubuh biasanya mencapai puncak rasa lapar sekitar sepuluh jam. Namun demikian, tubuh mulai beradaptasi setelah 12 jam. Pada fase ini, tubuh memakai cadangan energi yang tersimpan. Kondisi fisik kemudian kembali stabil.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Pemilu Lokal 2031 Picu Gugatan, Masa Jabatan Anggota DPRD Jadi Sorotan
Ribuan Perawat Bakal Berkumpul di Bengkulu, Sultan Najamudin Buka Munas XI PPNI
Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI 2026-2031, Prabowo Lantik di Istana Negara
Dari Kajari Jakarta Pusat ke Kejagung, Antonius Despinola Kini Jadi Kasubdit Jampidum
5 Kilometer Jadi Panggung Bripda Yunita, Polwan Brimob Kaltara Tembus Podium HUT ke-81 TNI
CPNS 2027 Buka Peluang Baru! PPPK Guru Bisa Ikut Seleksi PNS, Ini Proyeksinya
DPR Ketuk Palu! Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI, Gantikan Hery Susanto
66 Kepala Dapur MBG Dipecat, BGN Bongkar Kasus Judi Online, Penipuan hingga Minta Uang
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Pemilu Lokal 2031 Picu Gugatan, Masa Jabatan Anggota DPRD Jadi Sorotan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:59 WIB

Ribuan Perawat Bakal Berkumpul di Bengkulu, Sultan Najamudin Buka Munas XI PPNI

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:14 WIB

Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI 2026-2031, Prabowo Lantik di Istana Negara

Jumat, 25 September 2026 - 07:44 WIB

Dari Kajari Jakarta Pusat ke Kejagung, Antonius Despinola Kini Jadi Kasubdit Jampidum

Minggu, 20 September 2026 - 21:09 WIB

5 Kilometer Jadi Panggung Bripda Yunita, Polwan Brimob Kaltara Tembus Podium HUT ke-81 TNI

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

Azhar Hamzah Hadiri HUT Muara Jambi, Ini Harapan Wawako Sungai Penuh

Selasa, 27 Okt 2026 - 19:00 WIB

Oplus_0

Pesisir Selatan

Dua ASN Kominfo Pessel Promosi, Ini Jabatan Baru Yendi dan Silfia

Selasa, 27 Okt 2026 - 13:17 WIB