BENGKULU – Relawan apoteker membantu masyarakat memenuhi kebutuhan obat-obatan ketika bencana mengganggu pelayanan kesehatan. Mereka juga memberikan edukasi agar warga menggunakan obat secara tepat dan aman. Karena itu, Pemerintah Provinsi Bengkulu mendorong kerja sama dengan organisasi profesi untuk memperkuat dukungan kesehatan bagi masyarakat yang menghadapi situasi darurat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menerima kunjungan Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Provinsi Bengkulu di ruang kerjanya, Rabu (28/10). Pertemuan tersebut membahas pentingnya kontribusi tenaga kefarmasian dalam kegiatan kemanusiaan, terutama saat bencana melanda.
Melalui pertemuan itu, Pemprov Bengkulu menyampaikan apresiasi kepada IAI dan para relawan apoteker. Kedua pihak juga memperkuat komunikasi untuk mendukung pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Pemprov Bengkulu Apresiasi Peran Relawan Apoteker
Pertemuan tersebut turut dihadiri Pembina IAI Provinsi Bengkulu, Evni Jasril, Ketua IAI Provinsi Bengkulu, Yenni Fithriani, serta sejumlah pengurus dan relawan apoteker yang terlibat dalam penanganan bencana.
Dalam situasi darurat, masyarakat membutuhkan akses terhadap obat-obatan dan informasi kesehatan yang benar. Oleh sebab itu, relawan apoteker dapat membantu tenaga kesehatan memenuhi kebutuhan tersebut melalui pelayanan kefarmasian sesuai kompetensi mereka.
Selain membantu warga memperoleh obat, apoteker juga memberikan penjelasan mengenai dosis, aturan pakai, serta cara penyimpanan obat. Edukasi ini penting agar masyarakat terhindar dari kesalahan penggunaan obat, terutama ketika kondisi darurat membatasi akses terhadap layanan kesehatan.
Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi memegang peranan penting. Koordinasi yang baik membantu setiap pihak memahami kebutuhan warga sekaligus menentukan bentuk dukungan yang tepat.
Herwan Antoni Tekankan Pentingnya Sinergi Kemanusiaan
Sekda Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, mengapresiasi kontribusi IAI dan para relawan apoteker dalam membantu masyarakat. Ia menilai keterlibatan tenaga kefarmasian dapat memperkuat dukungan kesehatan, khususnya bagi warga yang menghadapi dampak bencana.
“Keterlibatan tenaga kefarmasian sangat penting, terutama dalam mendukung pemenuhan kebutuhan obat-obatan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Kami berharap sinergi antara organisasi profesi dan pemerintah daerah terus diperkuat agar upaya kemanusiaan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Herwan.
Menurut Herwan, kerja sama yang berkelanjutan dapat membantu pemerintah daerah mengoptimalkan dukungan berbagai organisasi profesi. Dengan demikian, setiap pihak dapat mengambil peran sesuai kemampuan dan kompetensinya.
Selain itu, komunikasi yang terjaga membantu pemerintah dan relawan menyesuaikan bentuk bantuan dengan kebutuhan masyarakat. Langkah ini penting agar dukungan kesehatan dapat menjangkau warga yang membutuhkan.
IAI Bengkulu Siap Berkontribusi dalam Penanganan Bencana
Ketua IAI Provinsi Bengkulu, Yenni Fithriani, menegaskan komitmen para apoteker untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat. Komitmen tersebut mencakup kegiatan kemanusiaan ketika bencana mengganggu aktivitas warga dan akses terhadap fasilitas kesehatan.
“Relawan apoteker memiliki peran dalam mendukung pelayanan kefarmasian, memastikan penggunaan obat yang tepat, serta membantu memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat, khususnya saat terjadi bencana. Kami berkomitmen untuk terus berkontribusi sesuai kompetensi profesi demi mendukung kesehatan dan keselamatan masyarakat,” ujar Yenni.
Yenni menekankan bahwa apoteker memiliki keahlian yang dapat membantu masyarakat menghadapi persoalan kesehatan selama masa darurat. Selain mendukung kebutuhan obat, mereka memberikan informasi agar warga memahami cara menggunakan obat dengan benar.
Oleh karena itu, IAI Bengkulu mendorong para anggotanya untuk terus mengambil bagian dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan sesuai kompetensi profesi. Kehadiran relawan apoteker diharapkan membantu masyarakat memperoleh dukungan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Kolaborasi Pemerintah dan IAI Perkuat Pelayanan Kesehatan
Pemprov Bengkulu dan IAI perlu menjaga komunikasi serta koordinasi agar relawan apoteker dapat memberikan dukungan secara optimal. Kerja sama tersebut juga perlu menyesuaikan kebutuhan obat-obatan, kondisi masyarakat, dan situasi di wilayah terdampak.
Selanjutnya, koordinasi lintas sektor dapat membantu pemerintah mengarahkan dukungan tenaga profesional sesuai kebutuhan lapangan. Dengan pembagian peran yang jelas, para relawan dapat menjalankan tugas secara terarah dan bertanggung jawab.
Melalui sinergi tersebut, Pemprov Bengkulu dan IAI diharapkan mampu memperkuat kontribusi tenaga kefarmasian dalam kegiatan kemanusiaan. Upaya ini sekaligus mendukung akses masyarakat terhadap informasi obat dan pelayanan kesehatan ketika bencana terjadi.
FAQ
1. Apa peran relawan apoteker dalam penanganan bencana?
Relawan apoteker membantu memenuhi kebutuhan obat-obatan, mendukung pelayanan kefarmasian, serta memberikan edukasi mengenai dosis, aturan pakai, dan penggunaan obat yang aman.
2. Siapa saja yang menghadiri pertemuan dengan Sekda Bengkulu?
Pertemuan tersebut dihadiri Pembina IAI Provinsi Bengkulu Evni Jasril, Ketua IAI Provinsi Bengkulu Yenni Fithriani, serta sejumlah pengurus dan relawan apoteker.
3. Apa tujuan pertemuan IAI dengan Pemprov Bengkulu?
Pertemuan itu bertujuan memperkuat komunikasi dan kerja sama antara organisasi profesi dan pemerintah daerah untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana.
4. Apa komitmen IAI Provinsi Bengkulu?
IAI Provinsi Bengkulu berkomitmen mendorong keterlibatan apoteker dalam kegiatan kemanusiaan dan pelayanan kesehatan sesuai kompetensi profesi, termasuk ketika bencana terjadi.
5. Mengapa apoteker penting dalam penanganan bencana?
Apoteker membantu masyarakat memahami penggunaan obat secara tepat dan aman. Selain itu, mereka mendukung pemenuhan kebutuhan kefarmasian agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau warga yang membutuhkan.(Tim)









