SUNGAI PENUH – Pengendara yang melintasi jalur nasional Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, menuju Sungai Penuh, Jambi, kini bisa kembali melanjutkan perjalanan. Petugas membuka akses di Kampung Jangki Ayam setelah longsor menutup badan jalan pada Rabu (28/10/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Meski demikian, pengendara belum bisa melintas dengan leluasa. Petugas masih menerapkan sistem buka tutup untuk mengatur arus kendaraan di titik longsor.
Kondisi ini menuntut pengendara meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan. Terlebih lagi, hujan yang kembali turun dapat memicu pergerakan tanah dan meningkatkan risiko longsor susulan di kawasan tersebut.
Longsor Timbun Badan Jalan Setinggi 70 Sentimeter
Longsor di Kampung Jangki Ayam membawa material tanah hingga menutupi badan jalan. Tumpukan tanah setinggi sekitar 70 sentimeter itu sempat menghentikan arus kendaraan di jalur penghubung Sumatera Barat dan Jambi.
Akibatnya, masyarakat yang hendak bepergian melalui jalur Tapan–Sungai Penuh harus menunda perjalanan hingga petugas menangani material longsor.
Namun, koordinasi sejumlah instansi membantu mempercepat penanganan di lokasi. Petugas memantau kondisi jalan dan melakukan langkah penanganan agar kendaraan kembali bisa melintas.
Petugas Atur Kendaraan dengan Sistem Buka Tutup
Polsek Basa Ampek Balai Tapan bersama Bhabinkamtibmas, petugas Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir Selatan terus memantau kondisi di lapangan.
Selain itu, petugas mengatur kendaraan secara bergantian melalui sistem buka tutup. Langkah ini membantu menjaga kelancaran arus lalu lintas sekaligus mengurangi risiko kecelakaan di sekitar lokasi longsor.
Petugas juga mengawasi kondisi tanah dan tebing di sekitar badan jalan. Sebab, hujan berpotensi memicu pergerakan tanah yang dapat mengganggu perjalanan kembali.
Mengapa Pengendara Harus Bergantian?
Sistem buka tutup membantu petugas mengendalikan arus kendaraan di titik longsor. Dengan pengaturan tersebut, pengendara dapat melintas secara bergantian sambil memperhatikan arahan petugas di lapangan.
Pengendara Diminta Waspadai Longsor Susulan
Masyarakat yang hendak melintasi jalur Tapan–Sungai Penuh perlu mengutamakan keselamatan. Pengendara sebaiknya mengurangi kecepatan saat mendekati lokasi longsor dan mengikuti arahan petugas.
Di samping itu, pengendara perlu memperhatikan kondisi tebing di sepanjang jalur. Jika hujan turun dengan intensitas tinggi, mereka harus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan tanah bergerak atau material longsor jatuh ke badan jalan.
Pembukaan akses ini membantu memulihkan mobilitas masyarakat yang menggunakan jalur Tapan–Sungai Penuh. Namun, pengendara tetap perlu bersabar karena petugas masih mengatur kendaraan secara bergantian.
Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak memaksakan perjalanan ketika kondisi jalan menunjukkan tanda bahaya. Keselamatan harus menjadi prioritas sampai petugas memastikan jalur aman untuk dilalui.
FAQ
1. Apakah jalan Tapan–Sungai Penuh sudah bisa dilalui?
Ya. Petugas telah membuka kembali akses di Kampung Jangki Ayam sehingga kendaraan mulai bisa melintas.
2. Kapan longsor terjadi?
Longsor terjadi pada Rabu (28/10/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
3. Seberapa tinggi material tanah yang menimbun jalan?
Material tanah mencapai ketinggian sekitar 70 sentimeter dan sempat menghalangi kendaraan.
4. Mengapa petugas menerapkan sistem buka tutup?
Petugas mengatur kendaraan secara bergantian untuk menjaga kelancaran lalu lintas dan keselamatan pengendara di lokasi longsor.
5. Apa yang harus dilakukan pengendara saat melintas?
Pengendara perlu mengurangi kecepatan, mengikuti arahan petugas, dan mewaspadai pergerakan tanah, terutama saat hujan turun.(Tim)









