DHARMASRAYA – Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menegaskan penanganan stunting tidak cukup dengan bantuan makanan saja di Dharmasraya. Ia menekankan pendampingan dan pengawasan rutin agar bantuan memberi dampak nyata pada tumbuh kembang anak.
Dari hasil tinjauan lapangan, menurut Annisa, petugas menemukan bantuan pemenuhan gizi selama dua tahun belum menunjukkan hasil optimal. Kondisi ini terjadi karena tim tidak memantau konsumsi bantuan secara konsisten. Akibatnya, anak tidak menerima asupan sesuai kebutuhan.
Selain itu, sejumlah faktor lain memicu stunting. Sanitasi yang buruk memicu masalah kesehatan. Kondisi ini termasuk cacingan kronis yang memperburuk keadaan anak.
Karena itu, Pemkab Dharmasraya menyiapkan penanganan menyeluruh. Pemerintah menyalurkan bantuan makanan, memperbaiki sanitasi melalui program bedah rumah, dan menangani penyakit penyerta di lapangan.
Pemkab juga menekankan peran pendamping, termasuk bapak dan ibu asuh. Mereka memantau dan memastikan anak mengonsumsi bantuan makanan secara konsisten. Dengan pengawasan rutin, pemerintah berharap anak keluar dari kondisi stunting dan tumbuh optimal.
Pemkab akan menerapkan pola penanganan terpadu ini di seluruh wilayah Dharmasraya. Pemerintah menargetkan langkah ini mampu mempercepat penurunan angka stunting hingga tuntas.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









