JAKARTA – Raksasa otomotif China, Beijing Automotive Group (BAIC Group), mengembangkan teknologi baterai baru yang mampu mengisi daya mobil listrik hingga penuh hanya dalam 11 menit. Teknologi ini bahkan disebut lebih cepat dibandingkan waktu pengisian daya ponsel saat ini.
Inovasi tersebut muncul di tengah tantangan industri kendaraan listrik terkait biaya baterai dan keterbatasan bahan baku lithium. BAIC mengembangkan baterai berbasis sodium-ion sebagai solusi alternatif.
Baterai sodium-ion menawarkan sejumlah keunggulan, seperti ketersediaan bahan yang lebih melimpah, biaya produksi yang lebih murah, serta stabilitas yang lebih baik. Sebelumnya, perusahaan seperti CATL bersama Changan Automobile meluncurkan kendaraan listrik berbasis sodium-ion pada awal 2026.
BAIC kemudian mendorong inovasi pada kecepatan pengisian daya. Perusahaan itu juga mengklaim baterai mampu bekerja optimal dalam kondisi suhu ekstrem, baik sangat dingin maupun panas. Baterai tetap mempertahankan lebih dari 90% kapasitas meski berada dalam kondisi beku.
Kelemahan
Namun, teknologi ini masih memiliki kelemahan, terutama pada kepadatan energi atau energy density. Prototipe BAIC mencatat kepadatan energi sekitar 170 Wh/kg berdasarkan pengujian internal. Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan baterai lithium modern yang berada di kisaran 200 hingga 300 Wh/kg.
Sebagai perbandingan, baterai sodium-ion Naxtra milik CATL memiliki kepadatan energi hingga 175 Wh/kg dan akan digunakan pada mobil listrik Nevo A06 dari Changan. Karena itu, BAIC terus mengembangkan teknologi untuk meningkatkan kepadatan energi serta daya tahan siklus baterai.
Hingga saat ini, BAIC telah mengajukan sekitar 20 paten yang mencakup desain, material, proses produksi, dan metode pengujian baterai sodium-ion.
Meski demikian, BAIC belum mengumumkan jadwal peluncuran kendaraan listrik dengan teknologi pengisian 11 menit tersebut. Sementara itu, kendaraan listrik berbasis sodium-ion pertama yang diproduksi massal di China diperkirakan meluncur pada pertengahan 2026.
Di sisi lain, riset baterai kendaraan listrik terus berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pada akhir 2025, sejumlah penelitian menemukan metode baru untuk mempercepat pengisian baterai sodium-ion.
Terobosan BAIC ini menjadi langkah penting dalam pengembangan teknologi kendaraan listrik. Dengan dukungan investasi berkelanjutan, teknologi ini berpotensi digunakan secara luas, terutama pada kendaraan entry-level dan wilayah dengan kondisi suhu ekstrem.









