Lab Ungkap Penyebab Keracunan Siswa di Muaro Jambi

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 22 Februari 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Mereka Muaro Jambi – Insiden dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa sekolah dasar di Kabupaten Muaro Jambi memasuki babak baru. Tim laboratorium menemukan bakteri patogen pada sampel makanan dan sampel klinis korban.

Lab Tetapkan Dugaan Penyebab

Ketua Satgas MBG Muaro Jambi, Budhi Hartono, memaparkan hasil pemeriksaan dalam rapat evaluasi, Kamis (19/2/2026). Ia menyebut bakteri Staphylococcus aureus sebagai penyebab utama. T juga mencatat peran bakteri Escherichia coli (E. coli) dalam kasus ini.

M menemukan Staphylococcus aureus pada tahu dan toge dari bank sampel. Tm juga mendapati bakteri yang sama pada ayam suwir dan kol dari sisa makanan siswa.

Temukan E. Coli pada Makanan dan Sampel Klinis

Selain itu, tim mendeteksi E. coli pada bihun sisa konsumsi siswa kelas 1 hingga 3. Tim juga mencatat kombinasi kedua bakteri pada sampel ayam suwir dari bank sampel.

Tim medis memeriksa sampel feses seorang siswa berusia tujuh tahun dan menemukan E. coli. Temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa makanan terkontaminasi memicu kejadian ini.

Soroti Kualitas Air Sumur Bor

Teama pemeriksa menguji kualitas air sumur bor yang pengelola gunakan untuk mengolah makanan. Hasil uji menunjukkan total coliform mencapai 33 CFU per 100 ml. Angka itu melampaui ambang batas aman.

Baca Juga :  Warga Pudak Kini Punya “Alarm” Alami, Air Naik dan Surut Bisa Dipantau dari Alat Sederhana

Team juga mencatat kandungan mangan sebesar 0,74 mg/l dalam air tersebut. Kondisi itu menunjukkan persoalan sanitasi dalam proses produksi.

Tim Simpulkan Pola Satu Sumber Paparan

Berdasarkan rangkaian temuan, tim menyimpulkan pola kejadian mengarah pada common source outbreak. Tim menilai satu sumber paparan memicu lonjakan kasus dalam waktu singkat.

Tim menduga kontaminasi muncul saat proses pengolahan atau distribusi makanan sebelum siswa mengonsumsinya.

Secara umum, Staphylococcus aureus berasal dari tangan atau peralatan yang tidak higienis. Sementara itu, E. coli berkaitan dengan sanitasi lingkungan yang buruk.

Satgas Desak Evaluasi Total Pengelolaan

Satg MBG Muaro Jambi meminta pengelola mengevaluasi sistem pengolahan makanan, kebersihan dapur, dan kualitas air secara menyeluruh.

Stgas menyampaikan rekomendasi perbaikan kepada Yayasan Aziz Rukiyah Amanah selaku pengelola SPPG Sengeti. Budhi menegaskan pentingnya penguatan pengawasan harian di lokasi produksi.

Namun, Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat memegang kewenangan untuk menentukan kelanjutan kerja sama atau mengganti pengelola. Satgas hanya menyerahkan hasil pemeriksaan dan rekomendasi.

Ratusan Siswa Alami Gejala Usai Konsumsi Makanan

Insiden bermula pada Jumat (30/1/2026). Siswa dan warga menyantap makanan dari SPPG Sengeti. Beberapa waktu kemudian, ratusan penerima manfaat mengalami mual, muntah, pusing, dan lemas. Tenaga medis merawat sejumlah korban di rumah sakit.

Baca Juga :  Museum Sriwijaya Dharmakirti Resmi Dibuka, Muaro Jambi Siap Ukir Jejak Baru sebagai Pusat Peradaban Melayu Nusantara

Pengelola Bantah Tuduhan Makanan Tidak Higienis

Kepala SPPG dari Yayasan Aziz Rukiyah Amanah, Akbar Amrullah, menyebut menu saat itu berupa soto. Ia membantah tuduhan bahwa pihaknya menyajikan makanan tidak higienis atau menggunakan bahan basi dan daur ulang. Ia juga menyatakan bahwa pihaknya melayani 28 sekolah dalam program tersebut.

BGN Siapkan Sanksi Jika Temukan Kelalaian

Kepala BGN Regional Jambi, Adityo Wirapranatha, menegaskan bahwa BGN akan menjatuhkan sanksi jika menemukan kelalaian.

BGN dapat menghentikan operasional sementara untuk perbaikan. Jika pelanggaran terulang, BGN dapat memberhentikan pengelola secara permanen.

GMNI Desak Penindakan Tegas

Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ludwig Syarif Sitohang, mendesak BGN mengambil langkah tegas.

Ia menilai Program MBG harus meningkatkan gizi anak, bukan memicu insiden kesehatan. Ia meminta BGN memperketat pengawasan sejak pemilihan bahan baku hingga distribusi makanan agar kejadian serupa tidak terulang.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Alfin Hadiri Kenal Pamit Kapolda Jambi, Ini Harapan untuk Irjen Pol Widodo
Baru Disebut Membaik, Karhutla Jambi Malah Cetak 177 Hotspot dalam Sehari
Asap Karhutla Jambi Makin Tebal, Al Haris Minta Siswa TK hingga SMA Belajar dari Rumah
Antrean Solar di Jambi Tak Kunjung Teratasi, Pengawasan BBM Subsidi Dipertanyakan
Flyover Sungai Penuh-Sumbar Mulai Bergerak, Pemprov Jambi Buka Jalan Menuju Studi Kelayakan
9 Bulan Jadi Tersangka, Berkas Amrizal Kini P21 dan Masuk Babak Baru
Transfer Keluar Bank Jambi Masih Terkunci, Nasabah Mulai Cari Bank Lain
Suara Lantang dari Ujung Barat Jambi: Antara Representasi dan Kepentingan Daerah
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Alfin Hadiri Kenal Pamit Kapolda Jambi, Ini Harapan untuk Irjen Pol Widodo

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Baru Disebut Membaik, Karhutla Jambi Malah Cetak 177 Hotspot dalam Sehari

Rabu, 30 September 2026 - 21:04 WIB

Asap Karhutla Jambi Makin Tebal, Al Haris Minta Siswa TK hingga SMA Belajar dari Rumah

Rabu, 30 September 2026 - 07:07 WIB

Antrean Solar di Jambi Tak Kunjung Teratasi, Pengawasan BBM Subsidi Dipertanyakan

Rabu, 23 September 2026 - 09:14 WIB

Flyover Sungai Penuh-Sumbar Mulai Bergerak, Pemprov Jambi Buka Jalan Menuju Studi Kelayakan

Berita Terbaru

Oplus_0

Dharmasraya

Ratusan Siswa Dharmasraya Terima Beasiswa, Ini Sederet Prestasinya

Kamis, 29 Okt 2026 - 06:56 WIB

Sungai Penuh

Jalur Sungai Penuh–Tapan Kembali Bisa Dilalui, Sistem Buka Tutup

Rabu, 28 Okt 2026 - 23:57 WIB

Oplus_0

Sungai Penuh

Longsor Sako, Jalur Sungai Penuh–Tapan Lumpuh Total

Rabu, 28 Okt 2026 - 22:27 WIB