Jakarta – Urbanisasi menjadi tantangan besar bagi Indonesia dalam beberapa dekade ke depan. Saat ini, masyarakat desa terus berpindah ke kota. Ke depan, tren ini akan semakin meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan pembangunan wilayah.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyebut sekitar 70 persen masyarakat global, termasuk Indonesia, akan tinggal dan bekerja di kawasan perkotaan. Menurutnya, urbanisasi tidak bisa dihentikan. Namun, pemerintah harus mengelola dampaknya secara terencana.
Ia menyampaikan pernyataan itu dalam Rapat Koordinasi Ruang Terbuka Hijau di Tebet Eco Park, Jumat (13/2/2026).
Tren Urbanisasi Terus Meningkat
Pada dasarnya, peluang ekonomi lebih banyak tersedia di kota. Kota juga menyediakan fasilitas pendidikan dan layanan publik yang lebih lengkap.
Akibatnya, banyak masyarakat memilih pindah ke kota. Mereka mencari pekerjaan, pendidikan, dan layanan kesehatan yang lebih baik.
Karena itu, pemerintah harus menyiapkan tata ruang, transportasi, dan layanan dasar secara matang.
Tekanan Infrastruktur Perkotaan Semakin Besar
Di sisi lain, perpindahan penduduk menekan kapasitas infrastruktur kota. Kota menghadapi tantangan penyediaan air bersih. Pemerintah juga harus meningkatkan sistem drainase. Selain itu, kapasitas jalan semakin terbatas.
Jika pemerintah tidak mengantisipasi kondisi ini, kepadatan penduduk akan meningkat. Kemacetan lalu lintas juga akan semakin parah.
Dampak Sosial dan Kesehatan Mental Masyarakat Kota
Selain persoalan fisik, kehidupan kota memunculkan tekanan sosial. Persaingan kerja semakin ketat. Biaya hidup juga terus meningkat.
Akibatnya, masyarakat menghadapi risiko stres yang lebih tinggi. Bahkan, isu kesehatan mental kini menjadi perhatian serius di kawasan perkotaan.
Ancaman Perubahan Iklim Semakin Nyata
Lebih lanjut, masyarakat sudah merasakan dampak perubahan iklim. Kekeringan dapat memicu krisis pangan. Sementara itu, banjir besar dapat menimbulkan korban jiwa dan merusak infrastruktur.
Oleh sebab itu, pemerintah harus menekan emisi karbon. Pemerintah juga harus mempercepat program elektrifikasi.
Ruang Publik dan Ruang Terbuka Hijau Jadi Solusi
Di tengah tantangan tersebut, masyarakat membutuhkan lebih banyak ruang publik. Ruang terbuka hijau membantu memperbaiki kualitas udara. Area ini juga membantu menurunkan suhu kota.
Selain itu, ruang publik menyediakan tempat interaksi sosial. Pada akhirnya, pemerintah harus membangun kota yang mendukung kesehatan fisik dan mental generasi mendatang.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









