Jejak Sekutu Iran di Setiap Sudut Timur Tengah

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Seiring meningkatnya ketegangan, Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran pada Sabtu (28/2/2026). Aksi ini dikhawatirkan memicu balasan dari sekutu Iran.

Selama lebih dari empat dekade sejak Revolusi Islam, Iran membentuk dan mendukung pasukan sekutu di Timur Tengah.

Pasukan Quds: Jaringan Utama Iran

Sebagai inti jaringan, Pasukan Quds, bagian dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menjadi titik kontak utama dengan kelompok sekutu. Mereka melatih, mempersenjatai, dan mendanai kelompok ini untuk memajukan kepentingan Iran.

Proksi Iran di Berbagai Negara

Pejuang dari negara mayoritas Syiah, seperti Irak dan Lebanon, bertindak sebagai proksi utama Iran. Namun demikian, kelompok dari Palestina (mayoritas Sunni), Suriah, dan Yaman juga bekerja sama dengan Iran.

Baca Juga :  Viral! Kapal Tanker Indonesia Dikawal Militer Iran di Selat Hormuz

Di antara semua sekutu, inti jaringan ini adalah Hizbullah. Kelompok ini merupakan partai politik sekaligus militan Lebanon yang terkenal karena aksi terornya. Hizbullah membantu Iran menjembatani perpecahan Syiah Arab-Persia. Sementara itu, mereka mendukung rezim Bashar al-Assad dalam perang Suriah dan mengajak milisi lain membela rezim tersebut.

Motif Iran

Kelompok yang bertindak atas nama Iran sering menyerang pasukan AS. Para ahli menilai bahwa Iran memanfaatkan jaringan sekutunya untuk memperkuat pengaruh regional. Mereka juga berupaya menyingkirkan kekuatan Barat dari kawasan ini. Selain itu, Iran mendorong kerja sama antar sekutu untuk membentuk “poros perlawanan” yang lebih kuat.

Dampak ke Israel

Israel, sekutu utama AS, sering menghadapi serangan dari kelompok yang didukung Teheran, termasuk Hamas, Hizbullah, dan Jihad Islam Palestina. Lebih jauh lagi, dukungan Iran memungkinkan Houthi di Yaman menembakkan rudal ke Israel. Mereka juga menyerang kapal komersial yang mereka anggap terkait Israel. Tindakan ini sebagai bentuk solidaritas terhadap Hamas.

Baca Juga :  Kemnaker Buka Magang Jepang dan Pelatihan Kaigo, Peluang Kerja Global Terbuka Lebar

Contohnya, pada serangan udara pertama Iran ke Israel pada April 2024, sekutu Iran di Irak, Lebanon, dan Yaman menembakkan drone dan roket untuk mendukung operasi tersebut.

Wilayah Sekutu Iran

Iran menguasai pengaruh kuat di Bahrain, Irak, Lebanon, dan Suriah. Sementara itu, pengaruh Iran di Palestina dan Yaman cenderung moderat.

Dengan demikian, daftar wilayah sekutu Iran menunjukkan jaringan luas dengan koordinasi yang efektif.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Bukan Sekadar AC Biasa, Ini Rahasia Masjidil Haram Tetap Sejuk Saat Suhu Makkah Menyengat
Beasiswa TAMBA SAMBA 2027 Resmi Dibuka, Profesional Indonesia Bisa Raih Kuliah MBA Gratis di AS Plus Tunjangan Rp44 Juta
Istana Buckingham Cari Videografer, Gaji Tembus Rp1 Miliar Setahun dan Bisa Ikut Agenda Raja Charles
Ubah Haluan, Vietnam Tunda Larangan Motor Bensin, Transisi Berlanjut hingga 2028
Norwegia Batasi AI di Sekolah Dasar, Fokus Kembali ke Belajar Dasar
Harga Minyak Dunia Naik ke US$81, Ketegangan Iran-AS Guncang Pasar Energi
Jay Idzes Dukung Ismael Kone, Pesan Haru Kapten Timnas Indonesia Usai Cedera Horor Piala Dunia 2026
Mimpi Kuliah Gratis ke Rusia Bisa Jadi Nyata, 300 Beasiswa Dibuka untuk Pelajar Indonesia
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:34 WIB

Bukan Sekadar AC Biasa, Ini Rahasia Masjidil Haram Tetap Sejuk Saat Suhu Makkah Menyengat

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:00 WIB

Beasiswa TAMBA SAMBA 2027 Resmi Dibuka, Profesional Indonesia Bisa Raih Kuliah MBA Gratis di AS Plus Tunjangan Rp44 Juta

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:47 WIB

Istana Buckingham Cari Videografer, Gaji Tembus Rp1 Miliar Setahun dan Bisa Ikut Agenda Raja Charles

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:00 WIB

Ubah Haluan, Vietnam Tunda Larangan Motor Bensin, Transisi Berlanjut hingga 2028

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:00 WIB

Norwegia Batasi AI di Sekolah Dasar, Fokus Kembali ke Belajar Dasar

Berita Terbaru