JAKARTA – Banyak produsen smartphone global mulai memindahkan produksi dari China. Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan China meningkatkan risiko tarif tinggi untuk produk impor. Oleh karena itu, sejumlah vendor mencari lokasi manufaktur alternatif yang lebih aman dan menguntungkan.
India Bergerak Cepat Menarik Produsen Global
India memanfaatkan peluang ini dengan agresif mengundang vendor smartphone global untuk memproduksi perangkat di negaranya. Langkah ini sejalan dengan agenda Perdana Menteri Narendra Modi, yang fokus mendorong manufaktur domestik. Selain itu, India menargetkan ekspansi industri perangkat elektronik senilai US$500 miliar pada 2030, dikutip dari Reuters, Jumat (13/3/2026).
Pada tahun fiskal 2024-2025, India memproduksi smartphone senilai hampir US$60 miliar, meningkat 28 kali lipat dibanding dekade sebelumnya. Selain itu, India mengekspor smartphone senilai US$21,7 miliar, naik 127 kali lipat dibanding periode sebelumnya. Dengan fakta tersebut, smartphone menjadi produk ekspor terbesar India sepanjang 2025.
Apple Mempercepat Produksi iPhone di India
Apple memindahkan sebagian produksi iPhone dari China ke India. Bloomberg melaporkan, Apple menghasilkan 55 juta iPhone di India sepanjang 2025, naik 53% dari tahun sebelumnya yang hanya 36 juta unit. Angka ini setara dengan sekitar seperempat produksi iPhone global tahunan, yang totalnya mencapai 220–230 juta unit.
Insentif Baru Dorong Produksi Lebih Kompetitif
Pemerintah India merancang insentif baru terkait ekspor untuk meningkatkan daya saing global. Dengan demikian, insentif ini kemungkinan mencakup investasi mulai April tahun ini. Sebelumnya, Apple dan Samsung memanfaatkan program insentif India senilai hampir US$21 miliar untuk produksi nasional. Selain itu, pemerintah memperbarui program ini agar mendukung produksi model iPhone terbaru, termasuk model premium, sekaligus mengurangi ketergantungan pada China.
Perpindahan Produksi Menandai Era Baru Smartphone
Langkah-langkah tersebut menegaskan pergeseran manufaktur global dari China ke India. Dengan demikian, India muncul sebagai “raja” baru smartphone, menggantikan posisi China yang sebelumnya dominan.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









