JAKARTA – Peneliti di China mengembangkan perangkat lunak (software) pengendali penerbangan untuk drone berbahan bambu pertama di dunia. Mereka merilis sistem ini secara gratis dan membuka aksesnya secara open source agar publik dapat menggunakannya dan mengembangkannya lebih lanjut.
Tim dari Northwestern Polytechnical University merancang software tersebut untuk mendorong pengembangan drone yang lebih murah dan ramah lingkungan. Mereka menyesuaikan algoritma penerbangan agar cocok dengan karakteristik bambu sebagai material utama.
Selama ini, penggunaan bambu pada drone menghadapi berbagai kendala. Struktur bambu menghasilkan getaran frekuensi rendah yang sulit sistem konvensional kendalikan. Kondisi ini mengganggu stabilitas penerbangan.
Untuk mengatasi hal tersebut, peneliti merancang ulang sistem kontrol. Mereka mengoptimalkan algoritma agar mampu meredam getaran dan menjaga kestabilan drone saat terbang. Pendekatan ini membuat drone berbahan bambu lebih mudah dikendalikan.
Peningkatan juga terlihat pada respons sistem. Tim peneliti menurunkan latensi kontrol dari 15–20 milidetik menjadi sekitar 8–10 milidetik. Penurunan ini membuat drone lebih responsif dan stabil saat beroperasi.
Software ini bersifat terbuka atau open source. Pengembang dapat memanfaatkan, memodifikasi, dan menyesuaikan sistem tersebut sesuai kebutuhan. Mereka juga dapat membangun sistem ini tanpa harus memulai dari awal.
Peneliti juga melengkapi sistem dengan perangkat keras khusus. Mereka menggunakan chip industri dan sistem sensor ganda untuk meningkatkan akurasi navigasi. Kombinasi ini juga meningkatkan performa drone secara keseluruhan.
Dengan inovasi ini, drone berbahan bambu yang sebelumnya kurang stabil kini mampu mendekati performa drone berbahan komposit modern. Bambu juga menawarkan keunggulan dari sisi biaya dan ketersediaan, terutama di kawasan Asia.
Ke depan, teknologi ini berpotensi digunakan di berbagai sektor. Pengembang dapat memanfaatkan teknologi ini untuk pemantauan lingkungan, kehutanan, hingga pendidikan. Inovasi ini juga mendorong tren penggunaan material alami dalam industri teknologi yang lebih berkelanjutan.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









