BUMI Ngebut Ekspansi, Mulai Produksi Tambang di Australia dan Gandeng Glencore

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 13 April 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memulai produksi tambang di Australia melalui anak usaha Wolfram Limited. Perusahaan menargetkan produksi komersial proyek ini pada Mei hingga Juli 2026.

Head of Investor Relations BUMI, Yudicia Retnowati, mengatakan Wolfram mulai menambang pada April 2026. Perusahaan menargetkan produksi tahun ini mencapai 12–15 ribu ton copper equivalent.

Wolfram, anak usaha dengan kepemilikan penuh, mengembangkan proyek tembaga-emas di Mt. Carlton, Queensland, Australia. BUMI memperkuat portofolio melalui proyek mineral strategis ini.

Baca Juga :  BSI Perkuat Ekosistem, Kejar Pertumbuhan Double Digit 2026

BUMI juga menyiapkan produksi emas melalui tambang Jubilee Metals Limited (JML). Yudicia menyebut kedua aset itu bergerak menuju produksi perdana.

JML menargetkan tahap commissioning pada Agustus 2026. Perusahaan menargetkan produksi perdana pada kuartal IV 2026.

BUMI menjalankan strategi untuk menyeimbangkan portofolio bisnis. Perusahaan menggabungkan batu bara termal dengan mineral kritis dalam portofolionya.

BUMI menandatangani perjanjian dengan Glencore untuk produksi Wolfram. Glencore menjadi offtaker seluruh hasil produksi dari tambang Mt. Carlton selama tujuh tahun.

BUMI menilai kerja sama ini memberikan kepastian pasar. Perusahaan juga melihat perjanjian ini meningkatkan visibilitas pendapatan dari proyek luar negeri. Glencore termasuk perusahaan sumber daya alam besar dengan diversifikasi kuat.

Baca Juga :  Harga Emas Melejit,1 Gram Capai Rp3,135 Juta

Berdasarkan data IDNFinancials, BUMI mencatat laba bersih sebesar US$81,01 juta pada 2025. Laba naik 20,1 persen secara tahunan. Pendapatan juga tumbuh 5,19 persen menjadi US$1,42 miliar.

Meski begitu, BUMI masih mengandalkan batu bara sebagai sumber utama pendapatan. Pendapatan di luar batu bara baru mencapai 17,5 persen dari total pendapatan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

380 Lowongan Bea Cukai Dibuka, Lulusan SMA Siap-siap Daftar
BSI Perkuat Ekosistem, Kejar Pertumbuhan Double Digit 2026
Bank Mandiri Perkuat Posisi, Dorong Tumbuh Bersama Nasabah
BCA Bagi Dividen Rp336 per Saham, Siap Tebar Interim Tiga Kali 2026
BRI Perkuat Layanan Digital, Dorong UMKM Naik Kelas di Era Modern
Promo Gratis Ongkir Rp0, Ini Cara Belanja Lebih Hemat
Harga Emas Antam 12 April 2026 Stabil di Rp 2,86 Juta per Gram
BSI Perkuat Layanan Digital dan Solusi Keuangan Syariah untuk Semua Segmen
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 11:00 WIB

BUMI Ngebut Ekspansi, Mulai Produksi Tambang di Australia dan Gandeng Glencore

Senin, 13 April 2026 - 06:00 WIB

380 Lowongan Bea Cukai Dibuka, Lulusan SMA Siap-siap Daftar

Minggu, 12 April 2026 - 23:00 WIB

BSI Perkuat Ekosistem, Kejar Pertumbuhan Double Digit 2026

Minggu, 12 April 2026 - 22:00 WIB

Bank Mandiri Perkuat Posisi, Dorong Tumbuh Bersama Nasabah

Minggu, 12 April 2026 - 21:00 WIB

BCA Bagi Dividen Rp336 per Saham, Siap Tebar Interim Tiga Kali 2026

Berita Terbaru

Oplus_0

Mobil Bekas

Harga Mitsubishi Xpander 2019 Awal April, Mulai Rp140 Jutaan

Senin, 13 Apr 2026 - 12:00 WIB

Oplus_0

Uncategorized

ISKADA Sumatera Barat Perkuat Kolaborasi Perempuan

Senin, 13 Apr 2026 - 11:30 WIB