PADANG – Pemerintah Kota Padang makin serius mencetak generasi berkelas internasional. Komitmen itu terlihat dari pembukaan Edufire Intense Program di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Politeknik Negeri Padang (PNP), Kampus Limau Manis, Selasa (21/4/2026).
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan pendidikan menjadi kunci utama agar Indonesia mampu bersaing di masa depan. Ia memastikan Pemko Padang menyiapkan dukungan penuh untuk mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan ke luar negeri.
“Kami punya anggaran besar di Dinas Pendidikan, mencapai Rp1 triliun. Kami tidak ingin mahasiswa terkendala biaya. Dan kami siapkan anggaran untuk living cost, tiket pesawat, sampai persiapan bahasa,” kata Fadly.
Pemko Padang menggagas program ini sebagai bagian dari visi Padang Smart City dan Padang Juara. Selama ini, pemerintah kota sudah mengirim sekitar 70 mahasiswa ke berbagai negara. Tujuan mereka antara lain Sampoerna Foundation untuk program ke Arizona University serta kerja sama ke Provinsi Guangdong, China.
Dorong Kolaborasi
Fadly menargetkan pengiriman 200 mahasiswa dalam lima tahun ke depan. Ia juga mendorong kolaborasi lebih erat dengan National Formosa University.
“Kami ingin kirim 10 sampai 30 mahasiswa setiap tahun ke Taiwan,” ujarnya.
Selain beasiswa penuh, Pemko Padang juga mendorong skema double degree. Program ini memungkinkan mahasiswa belajar di Padang dan Taiwan sekaligus, sehingga mereka mendapat pengalaman akademik dari dua negara.
Fadly juga mengaitkan program ini dengan visi besar pemerintah pusat dalam mempercepat hilirisasi industri. Ia menilai penguatan kompetensi di bidang sains dan teknologi akan mendorong ketahanan energi dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Acara ini menghadirkan perwakilan dari Taiwan, Chen Chih-to. Sejumlah pimpinan perguruan tinggi di Sumatera Barat juga ikut hadir, seperti UNIM, Universitas Adzkia, Baiturrahmah, Metamedia, hingga Politeknik Pertanian Payakumbuh.
Di akhir sambutannya, Fadly mengajak mahasiswa berani bermimpi besar. Ia menyinggung kisah Mohammad Hatta yang menempuh pendidikan hingga ke Belanda.
“Kalau dulu Bung Hatta bisa berangkat ke Belanda, sekarang kita juga harus berani mengirim anak-anak kita belajar ke mana pun mereka mau,” tegasnya.
Penutup
Pemko Padang berharap kolaborasi Edufire Intense Program mampu melahirkan generasi unggul yang siap bersaing di tingkat global, sekaligus memperkuat hubungan pendidikan antara Indonesia dan Taiwan.









